
Perkelahian saling menyerang masih terjadi di dalam kamar tersebut. Lusi yang berada di dalam ruangan Cctv terus gelisah yang tidak tau apa yang harus di lakukannya. Dia jelas melihat Damar memasuki ruangan itu. Tetapi dia tidak tau apa yang terjadi karena rekaman cctv itu sudah di matikannya.
Di mana Laura dan Damar masih tetap saling baku hantam dengan kekuatan masing-masing.
" Aku tidak bisa melawannya. Lama-lama aku berada di sini. Anak buahnya bisa datang dan aku bisa tertangkap, aku tidak ingin mati di tangan Pria brengsek ini," batin Laura yang terus kepanikan.
" Siapa dia apa yang di carinya di dalam ruangan ku, kenapa dia bisa ada di sini," batin Damar dengan penuh penasaran.
Perkelahian berlanjut dan Laura mencoba untuk lari kearah pintu. Saat itu juga Damar berhasil menarik tangannya dan membanting Laura ke atas sofa membuat punggung Laura semakin sakit.
Damar berada di atas tubuh wanita itu dan mencekik Laura dengan satu tangannya dan satu tangannya lagi berusaha membuka masker Laura yang memastikan siapa sebenarnya yang di hadapinya. Dia hanya bisa melihat matanya.
" Kurang ajar, berani sekali kau masuk kedalam ruangan ku. Aku tidak akan melepasmu berengsek," ucap Damar yang tetap berusaha membuka penutup wajah Laura dan Laura juga semakin menghindar walau dia sudah semakin lelah.
" Apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mungkin tertangkap. Semuanya bisa kacau. Semuanya bisa sia-sia," batin Laura yang terus menahan diri agar tidak tertangkap.
Sampai akhirnya tangan Damar, hanya tinggal beberapa cm lagi agar sampai ke ujung maskernya. Mata Laura melotot saat Damar berhasil menarik maskernya.
Tap.
Tidak membuahkan hasil ruangan itu menjadi gelap seketika dan Laura Damar tidak bisa melihat wajah Laura. Damar melihat-lihat keatas yang melihat ruangan itu yang sangat gelap.
Tidak fokusnya Damar membuat Laura mengambil tindakan dan langsung menendang perut Damar dan dengan cepat Laura menyinggir dari Damar dan berlari keluar dari ruangan kerja Damar.
" Hey mau kemana kau, jangan lari, hey," teriak Damar yang benar-benar kehilangan Laura.
" Sial, aku tidak akan membiarkan mu lolos begitu saja. Aku akan mendapatkan mu brengsek. Aku pasti akan mendapatkan mu," desis Damar yang langsung keluar untuk mengejar Laura dan Laura pun berlari dengan cepat dengan menutup wajahnya di mana maskernya sudah tercopot oleh Damar.
Damar dan Laura saling kejar-kejaran dengan cepat-cepatan. Laura yang mendapat kesempatan tidak mungkin akan tertangkap lagi.
__ADS_1
Laura terus berlari di sekitar koridor-koridor yang memang dia tidak lari ke are pesta yang pasti akan semakin memperkeruh ke adaan. Untungnya Laura tidak berpapasan dengan bodyguard di rumah itu yang sepertinya Lusi sudah mengurus semuanya.
Felly keluar dari kamar mandi setelah memperbaiki riasannya tadi di dalam kamar mandi.
Felly melangkah dengan pelan sambil membersih- bersihkan pakaiannya dan dari arah berlawanan Laura berlari kencang ke arahnya dan Felly yang tidak melihat jalan akhirnya membuat Laura menabrak Felly.
" Auhhhhh," lirih Felly saat terduduk dengan memegang lengannya yang tertabrak Laura dan Laura juga terduduk.
" Sorry," lirih Laura. Felly yang kesakitan melihat yang menabraknya yang jelas adalah Laura.
" Laura," ucap Felly. Laura langsung berdiri dan takut akan ketahuan Damar dan memilih kembali berlari membuat Felly heran.
" Aneh sekali, kenapa dia seperti di kejar-kejar hantu," batin Felly dengan mencoba berdiri. Walau menahan sakit di lengannya dan saat berdiri sempitnya Laura baru melihat Damar yang berlari ke arahnya.
" Felly apa kamu melihat orang ada lewat di sekitar sini?" tanya Damar dengan napas naik turun. Felly menoleh kebawah dan melihat Flasdisk ada di sana dan kaki Felly langsung bergerak menyembunyikannya yang takut kelihatan Damar.
" Felly!" tegur Damar.
" Aku juga heran. Kenapa dia buru-buru tapi aku melihatnya kesana, dia lari dengan cepat kesana," ucap Felly yang mengarang cerita.
" Baiklah! terimah kasih," sahut Damar yang mengejar ke arah yang di tunjuk Felly sementara Laura berlari ke arah belakangnya.
Felly menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Felly merasa lega yang sama sekali tidak ketahuan Damar.
Felly berjongkok dan mengambil Flasdisk tersebut.
" Apa ini. Jadi Laura sedang di kejar Damar apa yang terjadi sebenarnya, apa yang di lakukan Laura sampai Damar mengejarnya dan Laura, Dan apa ini apa ini sangat penting," batinnya semakin penasaran dan akhirnya memilih untuk pergi dengan buru-buru.
**********
__ADS_1
Damar tidak mendapatkan Laura dan Damar langsung menuju ruangan Cctv untuk mencari orang yang masuk kedalam ruangan kerjanya.
Damar benar-benar di kejutkan dengan penjaga cctv yang tidak sadarkan diri dan melihat layar cctv mati.
" Sial," geram Damar mengusap wajahnya kasar. Untungnya Lusi memang dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya dan Damar tidak sempat menangkapnya.
" Siapa mereka berani sekali mereka menyusup di tempat ini, kenapa orang-orang ini tidak sadarkan diri. Brengsek," teriak Damar yang kesintingan yang tidak bisa mengendalikan dirinya.
Dia begitu marah dengan apa yang di lihatnya. Di mana orang-orang itu terbebas dengan mudah dari tangannya dan di luar dugaannya semuanya bisa terjadi.
" Aku harus menemukannya. Aku harus bisa menemukannya," batin Damar dengan tangannya mengepal. Yang merasa tidak akan memberikan kesempatan untuk musuh-musuh yang akan lolos.
**********
Felly kembali kelokasi pesta dan Felly mencari-cari Aditya yang sama sekali tidak ada di lokasi pesta tersebut. Harison masih tetap bicara dengan tamu-tamu dan suaminya juga Bion tidak ada di sana.
" Kemana Aditya. Kenapa dia tidak ada di sini, apa ini ada hubungannya dengan Laura. Kenapa dia tidak ada di sini," batin Felly yang terus mencari-cari suaminya dengan kepalanya yang berkeliling kemana-mana.
Sampai akhirnya Felly melihat Leon dan William ada di acara tersebut yang mana Leon dan William sedang berbisik dan langsung pergi dengan buru-buru.
" Apa yang terjadi. Kenapa mereka tiba-tiba ada di sini. Bukannya awalnya mereka tidak ada di sini, Dan di mana Aditya. Kenapa Aditya tidak ada di sini. Di mana dia. Di mana Aditya?" tanya Felly yang tiba-tiba kepanikan.
" Ya Allah, kenapa perasaanku tidak enak. Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa aku merasa ada sesuatu yang tidak beres," batin Felly yang merasa gelisah. Dengan semua kejadian yang tidak bisa di katakan.
Felly pun pergi dari lokasi tersebut dan mengikuti mengikuti Leon dan William yang memasuki mobil.
" Kemana mereka. Aku harus mengikuti mereka," ucap Felly.
" Taxi," Felly menghentikan Taxi dengan tangannya dan langsung mengikuti mobil yang ada di dalamnya Leon dan juga William.
__ADS_1
Bersambung