Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur
Tiga Iblis Goa Siluman


__ADS_3

Tranggg!!!


Senjata 3 Iblis Goa Siluman seperti di tangkis logam baja yang keras saat menyentuh kulit Panji Watugunung.


Tubuh Panji Watugunung di liputi sinar kuning keemasan, tanda Ajian Tameng Waja. Begawan Wanayasa terkejut melihat nya.


Ajian Tameng Waja adalah ilmu puncak kanuragan untuk pertahanan tubuh. Tak satupun senjata pusaka atau ajian ampuh bisa menembusnya.


Dengan gerakan cepat, tangan kiri Panji Watugunung menghantam dada Iblis Bungkuk, dan kaki kanan menendang perut Iblis Kurus.


Iblis Bumi melompat mudur saat sambaran tangan kanan Watugunung mengincar leher nya.


Dua orang kakek tua itu terpental ke belakang sejauh dua tombak. Dada Iblis Bungkuk terasa sesak bukan main, dan perut Iblis Kurus seperti mau pecah.


Melihat dari benturan tadi, Iblis Bungkuk adalah yang terlemah dari mereka bertiga.


Dengan cepat, Panji Watugunung segera menggunakan Ajian Sepi Angin dan menuju Iblis Bungkuk. Iblis Bumi yang menyadari bahwa pemuda itu mengincar Iblis Bungkuk, segera berteriak.


"Adik awas!!!"


Tangan kanan Watugunung berubah warna menjadi merah menyala seperti api.


Iblis Bungkuk yang tidak siap, segera memukulkan tongkatnya ke kepala Panji Watugunung. Dia tersenyum lebar saat pukulan tongkatnya telak mengenai kepala Panji Watugunung.


"Mati kau!"


Tranggg!


Kembali sinar kuning keemasan melindungi Panji Watugunung dan disaat yang bersamaan pukulan Tapak Dewa Api menghajar telak dada Iblis Bungkuk.


Dhuarrrr!


Ledakan keras terjadi dan menggema hingga ke ujung hutan kecil. Tubuh Iblis Bungkuk terpelanting ke belakang. Dada gosong seperti terbakar api. Tubuh Iblis Bungkuk pun menghantam pohon besar. Diam. Tak bergerak lagi.


Iblis Kurus murka.


Iblis Bungkuk adalah saudara seperguruan terdekat nya. Seketika dia melesat cepat kearah Panji Watugunung dan menyerang membabi-buta. Namun serangan nya dengan mudah di hindari dan di patahkan oleh Panji Watugunung.


"Bedebah!!


Jangan hanya bisa menghindar kalau kau jagoan dunia persilatan", ujar Iblis Kurus.


Nafas nya tersengal-sengal.


"Baik, aku tidak akan menghindari serangan mu iblis tua", Panji Watugunung tersenyum tipis.


Iblis Kurus menyeringai lebar.


Dia merasa Panji Watugunung terlalu bodoh.


"Akan kubuat kau menemani adik seperguruan ku pemuda tengik!"


Sepasang cakar besi di tangan nya di jadikan satu dan di putar cepat. Angin dingin menusuk tulang bersiutan dari putaran cakar nya. Kakek tua itu segera melompat ke arah Panji Watugunung dan menyabetkan cakar besi nya kearah dada Panji Watugunung.


Panji Watugunung masih diam tak bergerak, sinar kuning keemasan kembali melingkupi seluruh tubuh Panji Watugunung.


Tringgg!!


Iblis Kurus terbelalak melihat cakar besi yang dilambari tenaga dalam tingkat tinggi nya tak mampu menembus kulit Panji Watugunung. Iblis tua itu melompat mundur dua langkah dan berulang kali menyabetkan cakar besi nya ke tubuh Panji Watugunung namun tetap tak mampu melukai kulit Panji Watugunung.


Tringgg!!


Tringgg!


Tringgg!!


Panji Watugunung berjalan pelan-pelan mendekati Iblis Kurus dengan menyeringai lebar. Rona ketakutan terpancar dari wajah Iblis Kurus. Panji Watugunung terlihat seperti Dewa Yama, sang penguasa Kematian.


Iblis tua itu terus menyabetkan cakar besi nya. Secepat kilat tangan kanan Panji Watugunung menyambar leher Iblis Kurus. Dari ujung jari telunjuk kiri Panji Watugunung tercipta cahaya putih kebiruan seperti petir menyambar. Dia merapalkan Ajian Guntur Saketi tahap awal, Jari Guntur.


Iblis Bumi melihat Iblis Kurus dalam bahaya, segera melesat cepat dan mengayunkan pedang besar nya mengincar leher Panji Watugunung.

__ADS_1


Namun lagi lagi Pedang Bumi nya seperti pedang tumpul saat menyentuh kulit Panji Watugunung, dan bergetar hebat seperti membentur sesuatu yang keras serta nyaris terlepas dari tangannya.


Dia melompat mundur.


Jari telunjuk kiri Panji Watugunung saat menempel di dahi Iblis Kurus mengeluarkan sinar putih kebiruan.


Blarrrrr!


Segera sinar itu menembus dahi Iblis Kurus tembus ke belakang kepala nya.


Iblis tua itu tewas seketika dengan dahi bolong tembus belakang. Panji Watugunung melepaskan cengkeramannya dan tubuh Iblis Kurus tergeletak begitu saja.


Iblis Bumi beringsut mundur saat Panji Watugunung memandang kearah nya.


Sementara itu, saat Panji Watugunung mulai serius melawan 3 Iblis Goa Siluman, Warigalit mencabut Tombak Angin nya dan mengamuk ke arah anak murid Goa Siluman.


Gerakan cepat Warigalit yang lincah memainkan Tombak Angin nya benar benar menakutkan. Tak sampai 10 jurus, 5 orang murid Goa Siluman tewas tertusuk Tombak Angin nya. Meski di keroyok puluhan orang, gerakan cepat Warigalit yang di padu Ajian Sepi Angin nya, tak bisa di ikuti murid murid Padepokan Goa Siluman.


Seluruh murid Padepokan Bukit Penampihan dan Begawan Wanayasa terpana melihat kemampuan 2 orang pemuda itu.


Dari rimbun pepohonan, empat bayangan berkelebat cepat menerjang kearah murid-murid Goa Siluman.


Ledakan dahsyat yang terjadi saat Panji Watugunung menghajar Iblis Bungkuk membuat Ratna Pitaloka, Sekar Mayang, Dewi Srimpi dan Ratri menyadari ada yang tidak beres. Mereka segera melesat cepat menuju sumber suara dan menemukan Panji Watugunung dan Warigalit sedang bertarung.


Pertarungan sengit kembali terjadi. Dan kali ini jadi berimbang.


Ratna Pitaloka segera menyabetkan pedang nya kearah leher seorang murid Goa Siluman yang ada di dekat nya.


Crashhhh!


Kepala murid Goa Siluman itu menggelinding ke tanah. Ratna Pitaloka menendang kepala itu dan menghantam seorang murid Goa Siluman yang ikut mengeroyok Warigalit.


Bukkkkk


Aughhhhh


Orang sial itu terpental ke belakang dan pingsan seketika.


Jurus jurus Ratri yang kokoh pada pertahanan dan menyerang balik, membuat satu persatu pengeroyok tewas menemui ajalnya dengan bersimbah darah.


Whus!


Whussss..


Kebutan angin dingin dari Selendang Es dari Sekar Mayang yang mampu membekukan nafas begitu mengerikan. Dalam 5 jurus, sudah tiga orang anak murid Goa Siluman tewas membeku. Selir kedua Panji Watugunung terus bergerak cepat mengincar nyawa setiap lawan yang di hadapi.


Selir termuda Panji Watugunung lebih mengerikan lagi. Dewi Srimpi tanpa banyak bicara menyabetkan Pedang Kelabang Sewu nya sambil melemparkan jarum beracun nya. Sekali gebrakan di pastikan ada yang tewas keracunan.


Murid murid Padepokan Bukit Penampihan kebanyakan sudah kehabisan tenaga hanya berjaga-jaga memagari Begawan Wanayasa yang sedang terluka dalam.


Pertarungan sengit terus terjadi di lereng bukit Penampihan.


Panji Watugunung menatap tajam ke arah Iblis Bumi, satu satunya yang tersisa dari 3 Iblis Goa Siluman.


Iblis Bumi belum pernah sekalipun menghadapi lawan seperti ini.


"Siapa kau sebenarnya anak muda?


Jurus jurus mu sebagian seperti ilmu si Tangan Api dari Padas Putih", ujar Iblis Bumi sambil memutar pedangnya.


"Agar kau tak mati penasaran, akan ku katakan siapa aku. Nama ku Watugunung. Murid Mpu Sakri si Tangan Api. Orang persilatan biasa mengenalku sebagai Pendekar Pedang Naga Api".


Ucapan Watugunung seketika membuat Iblis Bumi teringat berita tewasnya Dewa Maut, sang pemimpin Perguruan Gunung Kematian di tangan pemimpin pasukan Daha yang berjuluk Pendekar Pedang Naga Api.


Pemimpin Padepokan Goa Siluman itu tiba-tiba merasakan takut. Dia bukan tandingan Dewa Maut, jelas tidak mungkin menang melawan Pendekar Pedang Naga Api.


"Tak usah berpikir untuk melarikan diri iblis tua. Hari ini kupastikan iblis tua seperti mu akan menjadi pupuk di Bukit Penampihan ini", ujar Panji Watugunung dingin.


"Jangan jumawa anak muda. Kita masih belum tau siapa yang mampus hari ini", Iblis Bumi melirik anak murid Goa Siluman yang masih hidup. Tak lebih dari 10 orang.


Wajah Iblis Bumi geram bukan main. Andai saja kakak seperguruannya Iblis Langit tidak menghilang, tentu dia lebih tenang menghadapi situasi ini.

__ADS_1


Bisa dipastikan jika dia bertarung habis-habisan dengan Pendekar Pedang Naga Api, hanya ada dua hal yang terjadi. Mati atau hidup dengan kehilangan anggota tubuh nya.


Iblis Bumi segera memindahkan Pedang Bumi di tangan kiri. Tangan kanan nya sekarang berubah warna menjadi hitam legam. Rupanya dia merapal Ajian Bumi Hitam. Dengan cepat, dia mendorong tangan nya ke depan.


Sinar hitam bergulung-gulung disertai angin berdebu menerabas cepat kearah Panji Watugunung.


Whuttttt


Panji Watugunung yang sudah melihat ilmu itu tadi, segera bersiap dengan senjata pusaka nya, Pedang Naga Api.


Hawa panas seketika menyelimuti seluruh udara di sekitar tempat itu. Begawan Wanayasa pun kaget dan segera menjauh.


Saat sinar hitam bergulung-gulung itu semakin dekat, Panji Watugunung segera melompat ke udara dan menyabetkan Pedang Naga Api dua kali. Dua angin berhawa panas meluncur cepat menghadang Ajian Bumi Hitam dari Iblis Bumi.


Dhuarrrr!


Angin tebasan pedang pertama menghentikan Ajian Bumi Hitam, sedang yang kedua menerabas cepat kearah Iblis Bumi.


"Keparat!!"


Maki Iblis Bumi sambil berguling ke tanah. Angin berhawa panas meluncur cepat menghantam pohon besar.


Blammmm!


Pohon besar itu hancur dan terbakar. Iblis tua itu segera bangkit namun Panji Watugunung yang melesat mengikuti angin pedang sudah ada di hadapannya. Tanpa bicara Panji Watugunung segera menyabetkan Pedang Naga Api kearah Iblis Bumi yang gelagapan dengan serangan beruntun dari Panji Watugunung.


Iblis tua itu segera menangkis sabetan pedang dengan Pedang Bumi nya.


Tranggg takkk...


Pedang Bumi patah jadi dua dan Pedang Naga Api langsung membabat dada Iblis Bumi.


Crashhhh


Aughhhhh


Iblis tua itu terlempar ke belakang. Di dadanya luka sabetan Pedang Naga Api menganga lebar. Tubuh Iblis Bumi hancur dan terbakar. Dia tewas mengenaskan.


Di lereng Bukit Penampihan, keganasan 3 Iblis Goa Siluman berakhir.


Panji Watugunung segera menyarungkan kembali Pedang Naga Api. Seketika udara kembali menjadi dingin. Dengan tatapan mata dingin, Panji Watugunung memandang mayat 3 Iblis Goa Siluman dan berucap,


"Kalian layak mati"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mulai hari ini author agak sibuk ya.


Mohon maaf kalau update episode selanjutnya jadi tidak menentu jam nya 🙏🙏


Tetap author usahakan update walau mungkin cuma 1 chapter.


Yang sudah mendukung author menulis, author ucapkan terima kasih banyak.

__ADS_1


Selamat membaca 😁😁


__ADS_2