
Pasukan Garuda Panjalu segera bangkit mengikuti langkah Panji Watugunung menuju ke arah timur Pakuwon Watugaluh.
**
"Tumenggung Adiguna,
Pimpin 1000 prajurit dari Anjuk Ladang untuk membantu mempertahankan Watugaluh", titah sang Senopati Ganggadara pada Tumenggung Adiguna.
Tumenggung sepuh itu segera menghormat pada Senopati Ganggadara. Pria berambut putih itu dengan trengginas, segera keluar menemui pimpinan pasukan Anjuk Ladang, Tumenggung Koncar.
"Tumenggung muda, ayo kita bergerak ke Watugaluh", ujar Tumenggung Adiguna. Tumenggung Koncar segera mengikuti langkah Sang Tumenggung Adiguna.
Terompet tanduk kerbau berbunyi nyaring. Pasukan berkuda Anjuk Ladang segera melompat ke atas kuda mereka masing masing dan menggebrak kuda mereka mengikuti langkah sang pemimpin tertinggi pasukan menuju ke arah Watugaluh.
Debu beterbangan mengiringi derap langkah kaki kuda kuda mereka. Semua berpacu melawan waktu.
**
Di sisi timur istana Pakuwon Watugaluh perang terus berkobar dahsyat. Bentrokan antara pasukan Daha yang di pimpin oleh Tumenggung Ardanata dan Tumenggung Wiguna melawan orang-orang Padepokan Bukit Jerangkong dan anggota Bukit Hitam berlangsung sengit.
Ratusan mayat bergelimpangan di sekitar gapura timur istana Pakuwon Watugaluh. Bau anyir darah menggenang membuat suasana menjadi mengerikan.
Meskipun jumlah mereka berimbang, namun untuk urusan kanuragan mereka berbanding terbalik.
Tumenggung Ardanata melawan Pedang Iblis,
Tumenggung Wiguna melawan Ragupati, Dewa Rampok bertarung dengan Akuwu Hangga Amarta dan Tapak Malaikat beradu serangan dengan Tapak Setan.
Iblis Bukit Jerangkong hanya duduk di atas kuda hitam nya.
Tangan Setan yang berhadapan dengan Tapak Malaikat terus menerus melancarkan pukulan tangan bertubi tubi. Namun Tapak Malaikat bukan lawan yang enteng.
Dua pendekar yang memiliki kemampuan beladiri tangan kosong tangguh itu sudah bertarung puluhan jurus. Tangan kanan Tapak Setan segera melayangkan pukulan ke arah dada Tapak Malaikat, namun Tapak Malaikat segera menangkis dengan tapak tangan kanan nya.
Blarrrrr!!!
Sepertinya mereka berimbang dalam tenaga dalam. Mereka berdua sama sama terdorong ke belakang sejauh 1 tombak saat ledakan dahsyat terjadi akibat benturan tenaga dalam tingkat tinggi mereka.
"Hari ini kita tentukan, tapak siapa yang lebih hebat? Tapak Setan atau Tapak Malaikat?", teriak Tapak Setan geram.
"Aku tidak akan kalah dengan mudah, Tapak Setan. Akan ku hentikan kekejaman mu", Tapak Malaikat menyeringai lebar.
"Dasar bangsat!!
Ku kirim nyawa mu ke liang lahat".
Usai berkata demikian, Tapak Setan melompat ke arah Tapak Malaikat dengan melayangkan tendangan keras.
Tapak Malaikat memapas tendangan keras itu dengan tendangan memutar nya.
Brakkk
Tubuh Tapak Setan terpelanting namun telapak tangan kanannya segera mengarah pada bahu kiri Tapak Malaikat. Laki laki paruh baya itu menghindari serangan telapak Tangan Setan dengan menggeser posisi tubuhnya ke samping sedikit.
Dengan gerakan cepat tangan kanan Tapak Malaikat mencengkeram lengan tangan kanan Tapak Setan, kemudian melayangkan pukulan keras ke rusuk kanan dengan tangan kiri nya.
Bukkkkk
Krekkk
Oughhh
Suara tulang rusuk patah terdengar saat pukulan tangan kiri Tapak Malaikat telak mengenai rusuk bawah ketiak Tapak Setan.
Murid kedua Iblis Bukit Jerangkong itu meraung keras menahan sakit dan terhuyung huyung mundur.
"Bangsat!
Akan ku buat kau menyesal", teriak Tapak Setan murka.
Tapak Setan segera merapal mantra Ajian Tapak Setan Neraka. Seketika itu juga, kedua tangan Tapak Setan yang menangkup di depan dada nya diliputi oleh sinar hijau kemerahan. Telapak tangan Tapak Setan berubah warna menjadi hitam legam.
Tapak Malaikat tidak tinggal diam, segera merapal mantra Ajian Pukulan Seribu Malaikat andalannya. Tangannya bergetar hebat saat sinar putih meliputi seluruh tangan nya.
Tapak Setan segera mendorong tangan kanan nya kearah Tapak Malaikat. Sinar hijau kemerahan menerabas cepat kearah musuhnya itu.
Whuttttt
Tapak Malaikat segera menyongsong serangan itu dengan mendorong tangan kanan nya kearah serangan Tapak Setan. Sinar putih segera berbenturan dengan sinar hijau kemerahan.
Blarrrrr!!
Tapak Malaikat terdorong mundur dua tombak sedangkan Tapak Setan terhempas jauh. Naas, sebuah tombak prajurit Daha yang telah tewas, berdiri tegak seperti di siapkan untuk membunuh Tapak Setan yang terhempas.
Creppp
Tombak prajurit Daha itu menembus punggung Tapak Setan hingga ke dada kiri nya. Tapak Setan tewas seketika.
__ADS_1
Melihat murid nya tewas, Iblis Bukit Jerangkong yang dari tadi hanya diam diatas kuda, langsung melesat cepat menuju Tapak Malaikat. Tangan kurus kakek tua yang sudah berwarna hijau kemerahan itu langsung menyambar kepala Tapak Malaikat yang tidak siap serangan mendadak.
"Temani Tapak Setan ke nirwana", ucap Iblis Bukit Jerangkong sambil meremas batok kelapa Tapak Malaikat.
Krekkk
Blarr!!
Tapak Malaikat tewas seketika saat kepalanya hancur berantakan akibat serangan Iblis Bukit Jerangkong.
Semua orang tercengang melihat itu semua.
Tumenggung Wiguna dengan cepat mengayunkan pedang nya ke arah Ragupati yang bersenjata tameng dan pedang.
Sudah puluhan jurus mereka lalui tapi siapa pemenangnya masih belum bisa dipastikan.
Ragupati mengangkat tameng besinya.
Tranggg
Pedang Tumenggung Wiguna di tangkis dengan cepat, Ragupati langsung menusukkan pedang nya kearah pinggang Tumenggung Wiguna.
Tumenggung muda Daha itu segera melompat menghindari tusukan pedang Ragupati kemudian bergerak mundur sejauh 2 tombak ke belakang.
'Bedebah ini rupanya pintar bermain senjata dan tameng. Aku harus mencari celah untuk membongkar pertahanan nya', batin Tumenggung Wiguna.
"Kenapa mundur tumenggung Daha?
Apa cuma segitu kemampuan beladiri mu?", ejek Ragupati dari tempatnya berdiri.
"Mundur bukan berarti kalah setan gundul!
Kalau kau tidak sabar pengen mati, maju saja kesini", Tumenggung Wiguna balas mengejek Ragupati yang berkepala plontos.
"Kurang ajar kau!
Berani menghina Ragupati, bersiaplah untuk mati", teriak Ragupati mulai naik pitam.
"Jangan banyak omong setan gundul.
Maju kesini dan buktikan omongan mu", Tumenggung Wiguna segera memutar pedangnya. Tangan kiri nya diam diam merogoh keris pusaka yang ada di balik pinggang nya.
"Keparat!!
Kupotong leher mu".
Srettt
Tumenggung muda itu segera menangkis sabetan pedang besar dari Ragupati.
Trangggg
Percikan bunga api kecil kembali terjadi saat dua senjata beradu. Tumenggung Wiguna memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan keras ke arah perut Ragupati. Laki laki berkepala plontos itu segera menghadang gerakan Tumenggung Wiguna dengan tamengnya.
Deshhhhh
Ragupati langsung menyabetkan pedang nya kearah kaki Tumenggung Wiguna, yang segera di tangkis dengan pedang tumenggung muda itu.
Tringgg
Tumenggung Wiguna segera menjatuhkan diri dan dengan cepat keris pusaka di tangan kiri nya menusuk ke arah paha kiri Ragupati.
Creeppp
Aughhhhh
Ragupati menjerit keras saat keris menusuk dalam di pahanya. Tumenggung Daha segera berguling ke tanah dan bangkit lalu mundur mengambil nafas.
"Bedebah kau antek Daha..
Dasar jahanam!!", teriak Ragupati. Wajahnya meringis menahan sakit akibat tusukan keris pusaka Kyai Sangkur.
"Tak perlu banyak omong setan gundul. Hari ini kupastikan kau menemui Dewa Yama".
Tumenggung Daha itu segera menjejak tanah dan melompat ke udara lalu menyabetkan pedang nya kearah Ragupati.
Anggota Bukit Jerangkong itu berusaha menahan dengan tamengnya.
Trang
Ragupati langsung menusukkan pedang nya, Tumenggung Wiguna melompat tinggi lalu dengan cepat memutar tubuhnya dan menebas punggung Ragupati yang terbuka.
Ragupati yang kesulitan berjalan dengan kaki terluka hanya bisa menjerit saat pedang Tumenggung Wiguna merobek punggungnya.
Creppp
Aaaarrrggghhh
__ADS_1
Tubuh Ragupati limbung seketika. Tumenggung Wiguna segera melesat sambil menebas leher Ragupati yang masih berjongkok.
Crashhhh
Kepala plontos Ragupati langsung menggelinding ke tanah, tubuhnya roboh kemudian. Dia tewas bersimbah darah.
Pasukan Daha terus terdesak. Tumenggung Ardanata tewas di tangan Pedang Iblis. Tubuh nya terpotong menjadi dua bagian akibat sabetan pedang pusaka di tangan Pedang Iblis.
Akuwu Watugaluh Hangga Amarta juga meregang nyawa saat Dewa Rampok berhasil menusuk dada sang Akuwu dengan pedang pendeknya.
Mental perang prajurit Daha runtuh melihat pemimpin utama mereka berguguran. Apalagi saat Tumenggung Raka dari Jenggala berhasil menembus pintu gerbang istana Pakuwon Watugaluh.
Melihat itu semua, Bekel Majaya segera mendekati Tumenggung Wiguna.
"Gusti Tumenggung Wiguna,
Kita harus mundur!".
Tumenggung Wiguna sadar situasi tidak berpihak pada mereka, segera memberi perintah kepada bawahannya.
"Baik Majaya. Kita mundur".
Terompet tanduk kerbau berbunyi 2 kali dan ratusan prajurit Daha yang masih tersisa mengetahui isyarat itu segera bergerak cepat mengikuti langkah pemimpin mereka.
"Hahahaha, pengecut itu mau lari. Ayo kita bantai mereka", Pedang Iblis menyeringai lebar menatap pasukannya Daha yang bergerak ke arah selatan. Dia sudah hendak melompat mengejar namun teriakan Iblis Bukit Jerangkong menghentikan langkahnya.
"Tahan Janamerta!
Jangan bodoh. Dewi Kalajengking Biru belum kembali. Itu berarti dia bisa kalah di pertempuran selatan.
Kita biarkan saja mereka. Ayo kita masuk ke istana Pakuwon Watugaluh".
Pedang Iblis alias Janamerta mendengus kesal tapi dia tetap patuh pada perintah gurunya. Pasukan gabungan Bukit Jerangkong dan Bukit Hitam langsung menyerbu ke dalam istana Pakuwon Watugaluh.
Tumenggung Wiguna dan Bekel Majaya terus berlari menuju ke selatan Watugaluh dengan di ikuti ratusan prajurit Daha yang tersisa.
Panji Watugunung yang baru bergerak melihat kedatangan mereka yang berlari menuju ke arah nya.
"Celaka, kita terlambat".
Gumbreg yang sedang di dekat Panji Watugunung segera nyeletuk.
"Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali".
Panji Watugunung segera menoleh ke arah Gumbreg dan melotot kearah kepala perbekalan pasukannya itu.
Gumbreg yang bergidik ngeri melihat tatapan Panji Watugunung. Ludaka yang melihat itu semua langsung berbisik pada Gumbreg.
"Kapok kau. Ngomong itu harus lihat keadaan. Jangan asal bunyi saja. Bersiaplah untuk dipancung Mbreg".
Gumbreg langsung ngompol mendengar bisikan Ludaka.
"Ampun Gusti Pangeran"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ikuti terus kisah selanjutnya guys 😁😁
Terimakasih banyak atas dukungannya kakak kakak yang sudah berbaik hati memberikan like vote dan komentar nya 👍👍👍🙏🙏🙏
__ADS_1