
Seorang perempuan muda cantik segera bergegas menuju ke serambi Kepatihan.
Melihat usia nya, dia seumuran dengan Ratna Pitaloka atau Sekar Mayang.
Dengan gaya tergopoh-gopoh dia menghampiri Patih Sengguruh.
"Ada apa Kakang Patih memanggil ku?"
"Ini Nyi, ada titipan tamu dari istana Daha. Bangsal tamu kan sedang di perbaiki, jadi Gusti Adipati Windupati menitipkan mereka untuk bermalam di sini.
Persiapkan bangunan samping Kepatihan, agar cukup tempat untuk mereka beristirahat", ujar Ki Patih Sengguruh.
"Baik Kakang Patih", jawab Nyi Lampet segera.
Usai berkata demikian, Patih Sengguruh segera bergegas kembali ke istana Kadipaten Karang Anom.
Nyi Lampet begitu melihat Panji Watugunung langsung terpesona. Istri muda Patih Sengguruh itu benar benar mengagumi ketampanan dan kegagahan pemuda itu.
Segera dia merencanakan sesuatu.
Ratna Pitaloka, Sekar Mayang dan Dewi Srimpi serta Warigalit dan Ratri di tempatkan di bangunan sisi barat. Kebetulan hanya 5 kamar yang ada disana.
Sedangkan Panji Watugunung dia tempatkan di sisi timur, terpisah bangunan utama Kepatihan.
Mereka menerima itu tanpa rasa curiga.
Sore itu, seorang lelaki yang masuk ke Kepatihan dari pintu belakang tanpa sengaja melihat Panji Watugunung sedang duduk di depan kamar peristirahatan nya.
Mata lelaki itu berkilat menyimpan dendam. Dia adalah salah satu bayangan hitam yang lolos kemarin malam.
Nyi Lampet segera menarik tangan lelaki itu agar tidak memasuki wilayah utama Kepatihan.
"Kenapa kau kemari Gantal?
Apa tugas kalian sudah selesai?", tanya Nyi Lampet pada lelaki itu.
"Maaf Nyi, tugas kali ini gagal. Kakang Wimuka, Sojo dan Somaye tewas", jawab si Gantal sambil menunduk.
"Apa kau bilang?? Bagaimana mungkin kalian bisa di kalahkan?", Nyi Lampet terkejut bukan main.
"Ampun Nyi, kami di hadang sekawanan pendekar sakti. Mereka sama sekali tidak kesulitan menghadapi kami. Kalau aku tidak melompat ke rawa, mungkin aku juga sudah tewas.
Namun yang jadi pertanyaan ku Nyi, kenapa orang yang menghabisi nyawa teman teman ku ada di Kepatihan ini Nyi?", tanya si Gantal.
"Siapa yang kau maksud Gantal?
Jangan membuat aku pusing", Nyi Lampet mendelik tajam kearah Gantal.
"Itu tadi pemuda yang tinggal di Kepatihan. Dia yang menghabisi nyawa Kakang Wimuka dan lainnya", Gantal menunjuk ke arah kamar Panji Watugunung.
"Kamu jangan asal bicara Gantal, dia titipan Gusti Adipati. Dia tamu agung dari Daha", Nyi Lampet gusar karena Gantal mengatai Panji Watugunung.
"Benar Nyi, aku tidak bohong. Memang dia yang membunuh kawan kawan ku", keyakinan Gantal membuat Nyi Lampet terdiam sejenak.
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan dia Gantal, mencelakai hidup nya sama dengan mencari mati dengan menantang Daha.
Lupakan saja masalah ini, kau cari orang baru.
Aku tidak mau sumber keuangan ku hilang begitu saja", Nyi Lampet memandang jauh ke langit sore.
"Baik Nyi", Gantal segera bergegas keluar dari Kepatihan lewat belakang.
Hemmmm
'Rupanya kau yang menghancurkan usaha ku pemuda tampan. Tidak apa-apa, aku bisa membangunnya kembali. Tapi malam ini kau harus melayani ku sebagai bayaran perbuatan mu", batin Nyi Lampet.
Nyi Lampet adalah bekas penari tledek yang terkenal dari Kadipaten Karang Anom. Dia sangat di kagumi karena goyangan dan wajah nya yang cantik.
Walaupun sebenarnya itu hanya kedok. Dia meneruskan usaha ayahnya yang mengelola tempat pelacuran di utara pasar kadipaten.
__ADS_1
Setelah dipersunting oleh Patih Sengguruh yang duda karena istrinya meninggal, Nyi Lampet mengendalikan usahanya dari balik bangsal Kepatihan.
Dia sebenarnya tidak pernah puas di urusan ranjang dengan Patih Sengguruh. Usia yang terpaut jauh membuat kemampuan fisik Patih Sengguruh di atas ranjang sangat mengecewakan Nyi Lampet yang sedang mekar mekarnya.
Melihat Panji Watugunung pertama kali, Nyi Lampet sudah membayangkan bagaimana rasanya bergelut dengan pemuda itu dalam balutan nafsu yang membara.
Malam itu Nyi Lampet menjalankan rencananya. Setelah memasukkan obat tidur ke dalam makanan untuk Patih Sengguruh dan semua orang di Kepatihan, Nyi Lampet menaruh sesuatu di makanan Panji Watugunung. Sebuah syarat dari Ilmu pelet Jaran Goyang andalan Ki Besari, dukun pelet langganannya.
Ki Besari sendiri telah mewanti-wanti Nyi Lampet agar hati-hati, sebab ilmu peletnya hanya berfungsi pada orang dengan daya kebatinan rendah yang mencapai 40 hari lamanya.. Untuk orang yang memiliki ilmu kesaktian linuwih, paling lama hanya bertahan setengah malam saja.
Ratna Pitaloka, Sekar Mayang, Warigalit dan Ratri tidak bisa bertahan melawan obat tidur Nyi Lampet. Hanya Srimpi yang segera sadar akan obat tidur di dalam makanan itu. Dia berusaha tetap terjaga, dan meracik beberapa ramuan untuk mengatasi hal ini.
Dengan penuh nafsu, Nyi Lampet membuka pintu kamar Panji Watugunung. Panji Watugunung yang dalam pengaruh ilmu pelet, tersenyum tipis. Dia tidak melihat Nyi Lampet yang di depannya. Tapi Dewi Anggarawati, istrinya yang sedang tersenyum manis.
Saat mereka hampir melakukan nya, pintu kamar di tendang keras dari luar.
Bruakkk
Dewi Srimpi mendelik tajam kearah Nyi Lampet. Dia tau dalang obat tidur itu adalah perempuan cantik yang sekarang memeluk tubuh suaminya.
Nyi Lampet yang kaget, segera bergegas merapikan pakaian nya kembali.
"Dasar perempuan jalang!
Sudah bersuami tapi masih memikat suami orang", ujar Dewi Srimpi geram.
"Huh, dasar bodoh. Lelaki seperti dia pasti banyak punya wanita. Kalau aku sedikit mencicipi keperkasaan nya, apa salahnya?", cibir Nyi Lampet.
"Mulutmu perlu di robek perempuan binal", Dewi Srimpi segera melesat cepat menuju ke arah Nyi Lampet. Perempuan itu kaget sesaat kemudian setelah tiba tiba Dewi Srimpi sudah ada di hadapannya.
Plakkk
Tamparan keras dari Dewi Srimpi membuat perempuan cantik itu terhuyung huyung ke belakang. Darah segar mengalir dari bibir nya yang pecah.
Segera Nyi Lampet mencabut keris patrem dari balik selendangnya. Dan melesat cepat menuju Dewi Srimpi. Tusukan patrem dari Nyi Lampet dengan mudah di hindari oleh Dewi Srimpi.
Bukk
Perempuan itu terhuyung jatuh ke depan. Seketika matanya membeliak marah. Dengan cepat dia merogoh kantong bajunya dan melempar bubuk berwarna kuning kearah Dewi Srimpi yang kemudian meledak kecil dengan asap berbau busuk.
Dewi Srimpi melompat mundur menghindari asap busuk beracun itu. Saat asap menghilang, Nyi Lampet sudah tidak ada.
Panji Watugunung yang masih dalam pengaruh pelet, segera menarik tangan Dewi Srimpi ke arah ranjang.
Selanjutnya hanya desahan nikmat dan lenguhan panjang yang terdengar dari kamar Panji Watugunung.
Pagi itu Kepatihan gempar karena menghilangnya Nyi Lampet.
Panji Watugunung terbangun saat pintu kamar nya dibuka oleh seseorang dari luar. Sekar Mayang mendelik tajam kearah Dewi Srimpi yang ikut bangun bersamaan dengan Panji Watugunung.
"Srimpi, malam tadi adalah giliran ku. Kenapa kau yang bersama Kakang Watugunung?"
Panji Watugunung seketika kaget dan segera menoleh ke samping nya.
'Perasaan semalam dengan Anggarawati, kenapa jadi Srimpi yang bersama ku?'
"Semalam Denmas Panji nyaris tidur dengan istri Patih Sengguruh. Karna pengaruh ilmu pelet. Aq yang masih sadar karena bisa melawan pengaruh obat tidur mendobrak kamar ini. Dan berhasil menghajar perempuan binal itu. Tapi perempuan itu berhasil kabur. Tapi pengaruh pelet nya masih terasa, sehingga Denmas Panji meniduri aku", Dewi Srimpi menundukkan kepalanya.
"APAAAAA?!!"
Panji Watugunung dan Sekar Mayang terkejut bukan main. Lamat-lamat mereka mengingat kejadian semalam.
Apalagi Sekar Mayang mendengar berita hilangnya Nyi Lampet, membuat cerita Dewi Srimpi tidak bisa diragukan lagi.
"Rahasia ini, cukup kita bertiga yang tau. Jangan sampai bocor. Bisa gaduh nanti kadipaten Karang Anom.
Mengerti kalian?", Panji Watugunung menatap kedua selirnya.
Mereka berdua mengangguk tanda mengerti.
__ADS_1
Pagi itu setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian, rombongan Panji Watugunung segera menghadap ke ruang pribadi Adipati Karang Anom, Windupati.
"Bagaimana Gusti Adipati? Apakah kami sudah bisa mendapat petunjuk tentang jawaban Gusti Adipati Windupati?", Panji Watugunung memberikan hormat.
"Kami sepenuhnya mendukung setiap tindakan dari Gusti Prabu Samarawijaya. Namun kami meminta sedikit waktu untuk mengumpulkan bahan makanan yang diminta. Karena Kadipaten Karang Anom baru saja mengalami gagal panen akibat hama tikus dan celeng.
Aku sudah menulis surat ini. Tolong kau haturkan kepada Gusti Prabu Samarawijaya", ujar sang Adipati sambil menyerahkan sepucuk surat dari daun lontar yang di bungkus kantong kain merah.
"Terimakasih atas dukungannya terhadap istana Daha Gusti Adipati. Kami mohon pamit untuk meneruskan perjalanan pulang ke Daha", Panji Watugunung menerima surat lalu menyembah kepada Adipati Windupati di ikuti oleh semua orang pengikutnya.
Mereka segera bergegas keluar dari ruang pribadi Adipati.
Rombongan Panji Watugunung segera menggebrak kuda mereka menuju ke arah timur. Mereka hendak ke Tanah Perdikan Lodaya sebelum menyebrang sungai Brantas ke Seloageng.
Tak terasa sudah 1 purnama lebih sepekan mereka melaksanakan tugas dari Maharaja Daha.
Selepas tengah hari mereka sudah memasuki wilayah Tanah Perdikan Lodaya. Wilayah ini terkenal angker dengan siluman dan binatang buas nya di hutan luas di barat kota Lodaya.
Sejak jaman dahulu, para penguasa Kahuripan enggan menaklukkan wilayah ini. Bisa di katakan ini adalah wilayah merdeka yang sempit.
Penguasa Lodaya, Pangeran Arya Prabu adalah seorang yang sakti mandraguna. Ada cerita yang mengatakan, bahwa ia bisa berubah menjadi harimau besar hanya dengan berguling ke tanah sebanyak 3 kali.
Rombongan Panji Watugunung segera memacu kuda mereka, berharap bisa mencapai Kota Lodaya sebelum sore tiba.
Sebelum memasuki kota, di tengah hutan seorang lelaki tua tergeletak di tengah jalan.
Panji Watugunung segera melompat turun dari kudanya dan mendekati kakek tua itu. Beberapa bagian tubuh nya terdapat luka seperti cakaran binatang buas.
Kakek tua itu rupanya masih sadar.
Warigalit segera mengulurkan kantong kulit berisi air minum. Setelah itu kakek tua itu minum, dia mulai bisa membuka matanya.
"Siapa yang menyerang mu kek?", tanya Panji Watugunung sambil memandang kearah sekitar tempat itu.
Kakek tua itu masih tergagap saat berkata,
"Ha ha harimau"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ikuti terus kisah selanjutnya guys 😁😁
Jangan lupa untuk dukung author terus semangat dengan like vote dan komentar nya 👍👍
Selamat membaca 😁😁
__ADS_1