
Hemmmm
'Jadi dia penyamun yang dimaksud pelayan tadi'
Sebelum memasuki kamar tidur nya, Panji Watugunung sempat di beritahu oleh pelayan yang mengantar
Kata pelayan, saat ini situasi kota kecil Pajarakan ini keruh kehadiran penyamun sakti bernama Bajing Ireng
Hobi nya mencuri barang berharga, kalau ketahuan tak segan-segan menghajar orang
"Baiklah, agar kau senang ku beri tau namaku.
Aku Watugunung dari Padepokan Padas Putih"
ucap Watugunung tenang
"Padas Putih??" Bukan kah itu nama perguruan silat di lereng gunung Penanggungan kakang?"
tanya orang berpakaian hitam dan sedikit pendek sedikit berbisik
"Benar itu Kakang,
Mereka kondang karna melahirkan jagoan jagoan sakti di dunia persilatan.
Sial ! Kenapa harus berhadapan dengan orang dari Padas Putih disini", ujar orang di sebelah nya lagi
Bajing Ireng meradang
"Ahhh aku tak peduli !
Mau dari Padas Putih, Gunung Besi atau dari Bukit Jerangkong pun bukan masalah !
Aku akan membuat nya babak belur "
Hai pemuda sombong,
Bersiaplah ke neraka ! "
Jalak, Bongkeng..
Habisi dia! "
Mendengar suara dari Bajing Ireng, seketika 2 orang di samping tadi melesat menyerang Panji Watugunung..
Dua orang itu bersenjata pedang pendek dan golok menyerang Watugunung dari dua arah
Golok membabat pinggang, sementara pedang pendek menebas leher
Watugunung melenting ke udara, menghindari sabetan pedang pendek sambil mengeluarkan jurus silat Padas Putih
Dua orang itu terus bernafsu untuk membunuh Watugunung, namun sampai 5 jurus bukan nya berhasil melukai tapi malah si pedang pendek terkena tendangan keras di dadanya, sedang si golok terhantam pukulan ke perut
Keduanya terlempar ke belakang
sesaat sebelum jatuh, Bajing Ireng menangkap tubuh mereka..
Dada si pedang pendek nampak membiru dan muntah darah segar sementara si golok merasa lambung nya berpindah tempat, perutnya sakit sekali.
Pedang pendek terlempar ke udara, secepat angin Panji Watugunung menangkap nya
Hemm
Aku akan mencoba jurus pedang tanpa bayangan pakai pedang ini ' batin Panji Watugunung sambil melihat ke arah pedang pendek
Dua bayangan hitam dan satu orang berpakaian hitam di samping Bajing Ireng seketika maju menyerang Panji Watugunung
Watugunung mundur selangkah, bersiap menghadapi serangan dari 3 sisi sekaligus
Malam itu mendekati puncak purnama, jadi pertarungan mereka sangat jelas meski di malam hari
Jurus pedang tanpa bayangan memang hebat
__ADS_1
Gerakan nya sangat cepat apalagi dengan kombinasi Ajian Sepi Angin
Hanya dalam 4 jurus, dua penyerang sudah roboh dengan luka parah pada punggung dan pinggang nya. Sementara satu lagi pingsan setelah muntah darah
"Kurang ajar !"
Melihat anak buahnya berjatuhan, Bajing Ireng mencabut senjatanya
Sebuah pedang lentur berwarna putih tampak berkilat di tangan Bajing Ireng
Sementara Panji Watugunung dan Bajing Ireng bersiap bertarung, Saketi dan pengawal pribadi Adipati Seloageng mulai mengepung sisa anak buah Bajing Ireng
Dengan gerakan cepat, mereka membantai anak buah gerombolan Bajing Ireng satu persatu
Bajing Ireng seketika meloncat ke udara, pedang lentur nya menusuk lurus ke depan
Panji Watugunung menangkis sabetan pedang itu, namun pedang itu seperti ular membelit pedang. Ujung nya mengincar leher Watugunung
Watugunung memundurkan kepalanya
Bajing Ireng melihat celah, menyapu kaki kanan lawannya
Namun lagi-lagi Panji Watugunung bisa menghindari sapuan kaki Bajing Ireng dengan melompat ke udara dan mendarat dengan ringan 2 tombak ke belakang
'Brengsek !
Ilmu meringankan tubuh nya hebat' batin Bajing Ireng
Kini Bajing Ireng mundur selangkah menyiapkan serangan berikutnya
Tangan kanannya di aliri tenaga dalam
seketika pedang nya menjadi kaku
Dengan menggebrak atap bangunan, dia membabat kearah Panji Watugunung
Murid kesayangan Mpu Sakri itu lalu melompat ke udara, bersalto dua kali dan mendarat di halaman samping penginapan
Namun Panji Watugunung terus bergerak lincah menghindari dan sesekali menangkis serangan
"Bangsat !
jangan cuma berani kucing kucingan"
Sini kau!" teriak Bajing Ireng marah karna Panji Watugunung selalu berhasil menghindar dari sergapan nya..
Panji Watugunung tersenyum mengejek
"Kau mau aku serius?"
"Baiklah"
Panji Watugunung bersiap mengumpulkan tenaga dalam nya pada tangan lalu di salurkan pada pedang pendek
Lalu melompat ke udara
"Hiatttt Tebasan Pedang Langit...."
Jurus Pertama Pedang Tanpa Bentuk, Tebasan Pedang Langit adalah sebentuk tenaga dalam seperti pedang besar yang mampu membuat tebasan seperti terpotong namun dengan kerusakan parah
Bajing Ireng seketika mundur selangkah, mengumpulkan tenaga dalam nya. Bersiap menghadang tebasan tenaga dalam tingkat tinggi dengan pedang lentur nya.
"Pedang Siluman Neraka"
Benturan keras dua tenaga pedang menjadi ledakan
"Dhuarrrr!!!
Kerasnya ledakan membuat gelombang kejut mengarah ke semua sisi tak terkecuali Panji Watugunung dan Bajing Ireng
Panji Watugunung mengerahkan tenaga dalam nya, menahan tubuh nya agar tidak terpengaruh sedangkan Bajing Ireng walau sudah sekuat tenaga menahan tapi tetap tak mampu
__ADS_1
Tubuh Bajing Ireng terseret mundur satu tombak. Dada nya sesak dan dari sudut bibirnya, darah mengalir tanda dia mengalami luka dalam
Akibat benturan tenaga dalam, pedang pendek di tangan Panji Watugunung hancur berkeping keping karna pedang pendek itu berkualitas rendah sehingga tidak mampu menahan beban tenaga dalam yang besar
Panji Watugunung melempar gagang pedang yang tersisa. Dia tidak mencabut Pedang Naga Api yang masih bersarung di punggungnya.
Tapi bersiap menggunakan Tapak Dewa Api.
Bajing Ireng mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Matanya berkilat bengis memandang tajam kearah Panji Watugunung
Lelaki itu memasukkan kembali pedangnya.
lalu mengumpulkan semua tenaga dalam nya.
Seketika dari kedua tangan nya seberkas asap hitam mengepul tipis.
Sementara Panji Watugunung dan Bajing Ireng bertarung, sekitar tempat itu menjadi ramai. Mereka hanya menonton pertarungan itu dari jauh.
Saketi sang kepala prajurit beserta Dewi Anggarawati memandang dengan harap harap cemas, sedangkan orang orang dari penginapan terus mengikuti pertarungan dengan menahan nafas
"Ku cabut nyawamu!"
Pukulan Seratus Iblis chiaaatttttt!!!!
teriak Bajing Ireng sambil menghantamkan kedua tangannya kearah Panji Watugunung
Sinar hitam bergulung-gulung menerabas cepat
Panji Watugunung melompat ke udara lalu menghadang sinar hitam itu dengan tangan kanan nya yang sudah berwarna merah menyala.
"Tapak Dewa Api tingkat 4"
Hiyattttt......
Sinar merah menyala memapak kearah sinar hitam bergulung-gulung dari Bajing Ireng, meledak keras
Blarrrrr!!!!!
Tapi sinar merah menyala seperti tidak terpengaruh oleh benturan, terus menerjang ke arah Bajing Ireng
Bajing Ireng hanya melotot sesaat sebelum sinar merah menghantam tubuhnya
Deshhhhh
Oughh
Hanya itu yang keluar dari Bajing Ireng.
Tubuhnya melayang ke belakang dan berhenti setelah menghantam tanah
Lelaki itu tewas seketika dengan tubuh kanan hangus seperti terbakar api
Semua orang yang melihat itu menahan nafas
Seakan tak percaya, Bajing Ireng yang terkenal sakti tewas di tangan Panji Watugunung. Para pengawal termasuk Saketi yang semula memandang remeh menyadari bahwa pemuda yang bersama mereka adalah seorang pendekar muda yang hebat
Dewi Anggarawati tersenyum dan segera bergegas menuju ke Panji Watugunung.
"Kakang tidak apa-apa?"
"Tidak apa-apa Dinda, ayo kita kembali ke penginapan"
"Paman, mohon bantu aku..
laporkan hal ini pada Jagabaya kota ini.." pinta Panji Watugunung pada Saketi yang segera mengangguk.
Belum sempat melangkah keluar, ternyata Jagabaya kota Pajarakan dan anak buahnya sudah ada di luar penginapan. Rupanya pelayan penginapan sudah melaporkan kejadian itu saat Panji Watugunung dan Bajing Ireng mulai bertarung
Hemmmm
"Dasar penegak keadilan keparat!"
__ADS_1
*Bersambung*