Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur
Gerombolan Bajing Ireng


__ADS_3

Hemmmm


'Jadi dia penyamun yang dimaksud pelayan tadi'


Sebelum memasuki kamar tidur nya, Panji Watugunung sempat di beritahu oleh pelayan yang mengantar


Kata pelayan, saat ini situasi kota kecil Pajarakan ini keruh kehadiran penyamun sakti bernama Bajing Ireng


Hobi nya mencuri barang berharga, kalau ketahuan tak segan-segan menghajar orang


"Baiklah, agar kau senang ku beri tau namaku.


Aku Watugunung dari Padepokan Padas Putih"


ucap Watugunung tenang


"Padas Putih??" Bukan kah itu nama perguruan silat di lereng gunung Penanggungan kakang?"


tanya orang berpakaian hitam dan sedikit pendek sedikit berbisik


"Benar itu Kakang,


Mereka kondang karna melahirkan jagoan jagoan sakti di dunia persilatan.


Sial ! Kenapa harus berhadapan dengan orang dari Padas Putih disini", ujar orang di sebelah nya lagi


Bajing Ireng meradang


"Ahhh aku tak peduli !


Mau dari Padas Putih, Gunung Besi atau dari Bukit Jerangkong pun bukan masalah !


Aku akan membuat nya babak belur "


Hai pemuda sombong,


Bersiaplah ke neraka ! "


Jalak, Bongkeng..


Habisi dia! "


Mendengar suara dari Bajing Ireng, seketika 2 orang di samping tadi melesat menyerang Panji Watugunung..


Dua orang itu bersenjata pedang pendek dan golok menyerang Watugunung dari dua arah


Golok membabat pinggang, sementara pedang pendek menebas leher


Watugunung melenting ke udara, menghindari sabetan pedang pendek sambil mengeluarkan jurus silat Padas Putih


Dua orang itu terus bernafsu untuk membunuh Watugunung, namun sampai 5 jurus bukan nya berhasil melukai tapi malah si pedang pendek terkena tendangan keras di dadanya, sedang si golok terhantam pukulan ke perut


Keduanya terlempar ke belakang


sesaat sebelum jatuh, Bajing Ireng menangkap tubuh mereka..


Dada si pedang pendek nampak membiru dan muntah darah segar sementara si golok merasa lambung nya berpindah tempat, perutnya sakit sekali.


Pedang pendek terlempar ke udara, secepat angin Panji Watugunung menangkap nya


Hemm


Aku akan mencoba jurus pedang tanpa bayangan pakai pedang ini ' batin Panji Watugunung sambil melihat ke arah pedang pendek


Dua bayangan hitam dan satu orang berpakaian hitam di samping Bajing Ireng seketika maju menyerang Panji Watugunung


Watugunung mundur selangkah, bersiap menghadapi serangan dari 3 sisi sekaligus


Malam itu mendekati puncak purnama, jadi pertarungan mereka sangat jelas meski di malam hari


Jurus pedang tanpa bayangan memang hebat

__ADS_1


Gerakan nya sangat cepat apalagi dengan kombinasi Ajian Sepi Angin


Hanya dalam 4 jurus, dua penyerang sudah roboh dengan luka parah pada punggung dan pinggang nya. Sementara satu lagi pingsan setelah muntah darah


"Kurang ajar !"


Melihat anak buahnya berjatuhan, Bajing Ireng mencabut senjatanya


Sebuah pedang lentur berwarna putih tampak berkilat di tangan Bajing Ireng


Sementara Panji Watugunung dan Bajing Ireng bersiap bertarung, Saketi dan pengawal pribadi Adipati Seloageng mulai mengepung sisa anak buah Bajing Ireng


Dengan gerakan cepat, mereka membantai anak buah gerombolan Bajing Ireng satu persatu


Bajing Ireng seketika meloncat ke udara, pedang lentur nya menusuk lurus ke depan


Panji Watugunung menangkis sabetan pedang itu, namun pedang itu seperti ular membelit pedang. Ujung nya mengincar leher Watugunung


Watugunung memundurkan kepalanya


Bajing Ireng melihat celah, menyapu kaki kanan lawannya


Namun lagi-lagi Panji Watugunung bisa menghindari sapuan kaki Bajing Ireng dengan melompat ke udara dan mendarat dengan ringan 2 tombak ke belakang


'Brengsek !


Ilmu meringankan tubuh nya hebat' batin Bajing Ireng


Kini Bajing Ireng mundur selangkah menyiapkan serangan berikutnya


Tangan kanannya di aliri tenaga dalam


seketika pedang nya menjadi kaku


Dengan menggebrak atap bangunan, dia membabat kearah Panji Watugunung


Murid kesayangan Mpu Sakri itu lalu melompat ke udara, bersalto dua kali dan mendarat di halaman samping penginapan


Namun Panji Watugunung terus bergerak lincah menghindari dan sesekali menangkis serangan


"Bangsat !


jangan cuma berani kucing kucingan"


Sini kau!" teriak Bajing Ireng marah karna Panji Watugunung selalu berhasil menghindar dari sergapan nya..


Panji Watugunung tersenyum mengejek


"Kau mau aku serius?"


"Baiklah"


Panji Watugunung bersiap mengumpulkan tenaga dalam nya pada tangan lalu di salurkan pada pedang pendek


Lalu melompat ke udara


"Hiatttt Tebasan Pedang Langit...."


Jurus Pertama Pedang Tanpa Bentuk, Tebasan Pedang Langit adalah sebentuk tenaga dalam seperti pedang besar yang mampu membuat tebasan seperti terpotong namun dengan kerusakan parah


Bajing Ireng seketika mundur selangkah, mengumpulkan tenaga dalam nya. Bersiap menghadang tebasan tenaga dalam tingkat tinggi dengan pedang lentur nya.


"Pedang Siluman Neraka"


Benturan keras dua tenaga pedang menjadi ledakan


"Dhuarrrr!!!


Kerasnya ledakan membuat gelombang kejut mengarah ke semua sisi tak terkecuali Panji Watugunung dan Bajing Ireng


Panji Watugunung mengerahkan tenaga dalam nya, menahan tubuh nya agar tidak terpengaruh sedangkan Bajing Ireng walau sudah sekuat tenaga menahan tapi tetap tak mampu

__ADS_1


Tubuh Bajing Ireng terseret mundur satu tombak. Dada nya sesak dan dari sudut bibirnya, darah mengalir tanda dia mengalami luka dalam


Akibat benturan tenaga dalam, pedang pendek di tangan Panji Watugunung hancur berkeping keping karna pedang pendek itu berkualitas rendah sehingga tidak mampu menahan beban tenaga dalam yang besar


Panji Watugunung melempar gagang pedang yang tersisa. Dia tidak mencabut Pedang Naga Api yang masih bersarung di punggungnya.


Tapi bersiap menggunakan Tapak Dewa Api.


Bajing Ireng mengusap darah yang mengalir dari sudut bibirnya. Matanya berkilat bengis memandang tajam kearah Panji Watugunung


Lelaki itu memasukkan kembali pedangnya.


lalu mengumpulkan semua tenaga dalam nya.


Seketika dari kedua tangan nya seberkas asap hitam mengepul tipis.


Sementara Panji Watugunung dan Bajing Ireng bertarung, sekitar tempat itu menjadi ramai. Mereka hanya menonton pertarungan itu dari jauh.


Saketi sang kepala prajurit beserta Dewi Anggarawati memandang dengan harap harap cemas, sedangkan orang orang dari penginapan terus mengikuti pertarungan dengan menahan nafas


"Ku cabut nyawamu!"


Pukulan Seratus Iblis chiaaatttttt!!!!


teriak Bajing Ireng sambil menghantamkan kedua tangannya kearah Panji Watugunung


Sinar hitam bergulung-gulung menerabas cepat


Panji Watugunung melompat ke udara lalu menghadang sinar hitam itu dengan tangan kanan nya yang sudah berwarna merah menyala.


"Tapak Dewa Api tingkat 4"


Hiyattttt......


Sinar merah menyala memapak kearah sinar hitam bergulung-gulung dari Bajing Ireng, meledak keras


Blarrrrr!!!!!


Tapi sinar merah menyala seperti tidak terpengaruh oleh benturan, terus menerjang ke arah Bajing Ireng


Bajing Ireng hanya melotot sesaat sebelum sinar merah menghantam tubuhnya


Deshhhhh


Oughh


Hanya itu yang keluar dari Bajing Ireng.


Tubuhnya melayang ke belakang dan berhenti setelah menghantam tanah


Lelaki itu tewas seketika dengan tubuh kanan hangus seperti terbakar api


Semua orang yang melihat itu menahan nafas


Seakan tak percaya, Bajing Ireng yang terkenal sakti tewas di tangan Panji Watugunung. Para pengawal termasuk Saketi yang semula memandang remeh menyadari bahwa pemuda yang bersama mereka adalah seorang pendekar muda yang hebat


Dewi Anggarawati tersenyum dan segera bergegas menuju ke Panji Watugunung.


"Kakang tidak apa-apa?"


"Tidak apa-apa Dinda, ayo kita kembali ke penginapan"


"Paman, mohon bantu aku..


laporkan hal ini pada Jagabaya kota ini.." pinta Panji Watugunung pada Saketi yang segera mengangguk.


Belum sempat melangkah keluar, ternyata Jagabaya kota Pajarakan dan anak buahnya sudah ada di luar penginapan. Rupanya pelayan penginapan sudah melaporkan kejadian itu saat Panji Watugunung dan Bajing Ireng mulai bertarung


Hemmmm


"Dasar penegak keadilan keparat!"

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2