
Sekar Mayang dengan tenang segera berkelit menghindari sabetan pedang.
Sreeetttttt
Tebasan pedang menghajar udara kosong. Sekar Mayang dengan cepat menyapu kaki si penyerang yang baru memijak tanah.
Si perampok berbaju hitam itu segera melompat ke udara. Namun Sekar Mayang tidak memberi kesempatan untuk menghindar.
Ajian Sepi Angin nya membuat tubuhnya seringan kapas, dan dengan cepat dia melayangkan pukulan tangan kiri nya ke arah dada si perampok.
Anggota gerombolan Iblis Gading itu langsung mengayunkan pedangnya hendak memotong tangan kiri Sekar Mayang. Selir kedua Panji Watugunung itu segera menarik tangan nya, berputar cepat kemudian menendang punggung si perampok dengan kaki kanan nya.
Bukkkkk
Kembali si perampok itu jatuh tengkurap menyusruk tanah. Mulut nya memakan tanah dan rumput di tepi jalan setapak.
Dia marah besar, merasa dihina oleh perempuan cantik yang sedang dia hadapi.
Melihat teman nya dipermalukan, seorang perampok berjenggot lebat langsung melesat maju kearah Sekar Mayang sambil mengayunkan pedangnya. Mereka mengeroyok Sekar Mayang dengan nafsu membunuh yang besar.
Di sisi lain pertarungan sengit terjadi diantara para perampok melawan para istri Panji Watugunung.
Naganingrum yang ahli serangan jarak dekat langsung melompat tinggi ke udara menghindari sabetan pedang dari seorang perampok dengan kumis tipis.
Usai mendarat, murid Resi Buyut Gunung Galunggung itu berlari cepat sambil mengayunkan cakar tangan nya ke arah dada sang perampok.
Si perampok melompat mundur sambil menebaskan pedangnya pada tangan Naganingrum. Namun perempuan itu segera merubah gerakan tubuhnya menghindari sabetan pedang dengan menjatuhkan tubuhnya ke tanah, sebelum jatuh di memutar tubuhnya, menepak tanah dengan tangan kanan lalu menyapu kaki si perampok dengan kaki kanan nya.
Brakkkk
Si perampok terpelanting namun belum sempat menyentuh tanah, putaran Cakar Rajawali Galunggung menghajar dada nya.
Sraaaaakkkkkk...
Baju si perambok robek disertai darah segar mengalir dari luka cakaran Dewi Naganingrum.
Si perampok langsung membekap dadanya yang terasa perih. Dia tidak pernah menyangka bahwa seorang wanita muda yang cantik dan terlihat manja mampu memberikan serangan yang begitu hebat.
"Gadis busuk,
Akan ku habisi kau!", teriak si perampok berkumis tipis itu dengan geram.
"Sok atuh, maju.. Ulah seueur nyarios.
Dasar perampok busuk", tantang Dewi Naganingrum sambil tersenyum sinis.
Dengan berteriak lantang, si perampok itu langsung melompat maju sambil menusukkan pedang nya kearah dada Dewi Naganingrum. Dengan tenang, Naganingrum berkelit saat pedang hanya dua jari di depan dada nya. Rupanya dia sengaja. Saat si perampok itu melihat Naganingrum berkelit, dia baru sadar jika Naganingrum menjebak nya saat hantaman tangan kanan Naganingrum yang telah di lambari tenaga dalam menghantam dada kanan nya.
Blammmm
Si perampok hanya pasrah. Dia terlempar ke belakang dan tubuhnya menghantam pohon randu yang ada di belakang nya. Si perampok berkumis tipis itu tewas setelah muntah darah segar akibat kerasnya pukulan Dewi Naganingrum yang menghancurkan tulang iganya.
Melihat lawan nya tewas, Dewi Naganingrum segera melesat cepat ke arah Sekar Mayang yang di keroyok dua orang perampok.
Tendangan keras dari kaki Naganingrum pada punggung salah satu pengeroyok Sekar Mayang membuat si perampok jatuh tengkurap menyusruk tanah. Dia sudah tiga kali makan tanah dan rumput hari ini.
Sekar Mayang tersenyum tipis melihat Naganingrum membantu nya.
"Ceu, tak apa apa kan?", tanya Naganingrum sambil memunggungi Sekar Mayang.
"Kau pikir aku tidak bisa menghajar mereka?", ucap Sekar Mayang sedikit ketus.
"Ceu Mayang teh hebat,
Abdi mah percaya. Tapi abdi lapar teh, kalau tidak cepat masuk pemukiman, bisa bisa kita nanti mesti nyari ayam hutan buat ganjal perut ceu", Naganingrum segera beralasan kalau dia lapar.
"Huh dasar perut karet,
Ayo cepat kita selesaikan", jawab Sekar Mayang sambil tersenyum tipis. Dua orang istri Panji Watugunung itu segera menerjang maju.
Di sisi lain Ratna Pitaloka yang di keroyok dua orang perampok sama sekali tidak kesulitan menghadapi mereka berdua.
Pedang Bulan Kembar nya terus mendesak anak buah Sepasang Iblis Gading itu dengan gerakan cepat dari jurus Pedang Dewi Bulan nya.
Ratna Pitaloka mengayunkan pedang di tangan kanan nya kearah leher si perampok berkepala plontos. Segera si perampok plontos menangkis sabetan Pedang Bulan Kembar dengan pedang nya.
Traanggg
Namun dia lupa bahwa Ratna Pitaloka memakai dua pedang. Satu pedang di tangan kiri Ratna Pitaloka langsung membabat perut si perampok berkepala plontos itu dengan cepat.
Si kepala plontos pucat seketika.
Teman nya yang melihat si perampok berkepala plontos dalam bahaya, segera melesat cepat sambil menusukkan pedang nya kearah dada Ratna Pitaloka.
Selir pertama Panji Watugunung itu segera melompat ke udara menghindari tusukan pedang, kemudian menebas bahu si perampok pembokong itu dengan Pedang Bulan Kembar nya di tangan kanan.
Crashhhh
Aughhh
__ADS_1
Anak buah Sepasang Iblis Gading meraung keras saat pedang Ratna Pitaloka merobek bahu kiri nya. Si kepala plontos selamat tapi dia sendiri terluka parah.
Ratna Pitaloka tidak ingin berlama-lama, langsung melesat cepat menuju si perampok yang terluka itu usai menjejak tanah.
Satu pedang telah bersarung di pinggang nya. Tangan kiri nya berwarna merah menyala seperti api tanda dia baru merapal Ajian Tapak Dewa Api.
Si perampok yang terluka berusaha menangkis sabetan pedang Ratna Pitaloka namun serangan pancingan itu membuatnya lengah.
Ajian Tapak Dewa Api dari tangan kiri Ratna Pitaloka telak menghantam dada nya.
Blammmm
Si perampok itu langsung terpental ke belakang. Tubuhnya jatuh ke tanah dengan keras. Dia tewas dengan dada gosong seperti terbakar api.
Melihat anak buahnya tewas berjatuhan Sepasang Iblis Gading langsung mencabut pedang nya yang berwarna kuning seperti gading gajah kemudian dengan cepat mereka melesat ke arah Panji Watugunung yang sudah bersiaga.
Melihat suaminya hendak di keroyok, perhatian Ratna Pitaloka teralihkan sejenak. Si perampok berkepala plontos mencoba memanfaatkan peluang itu dengan mengayunkan pedangnya mengincar leher Ratna Pitaloka.
Sebuah bayangan dengan cepat menangkis sabetan pedang si perampok berkepala plontos.
Tringgg...
"Kangmbok Pitaloka, dia biar aku urusi. Kangmbok bantu Denmas Panji", teriak bayangan itu yang tidak lain adalah Dewi Srimpi yang baru membantai lawan nya dengan jarum beracun nya.
Ratna Pitaloka segera tersenyum tipis kemudian secepat kilat menerjang kearah Sepasang Iblis Gading yang mengeroyok Panji Watugunung.
Sabetan Pedang Bulan Kembar dengan cepat mengincar punggung Iblis Gading Betina.
Sreeetttttt
Iblis Gading Betina yang merasakan hawa dingin serangan berguling ke tanah menghindari serangan.
Phuihhh
"Berani sekali kau menyerang ku dari belakang", teriak Iblis Gading Betina sambil mendelik tajam.
"Kau saja mengeroyok orang, apa pantas mengataiku?", Ratna Pitaloka mengejek Iblis Gading Betina.
"Kurang ajar,
Dasar perempuan tengik. Akan ku cincang tubuh mu", Iblis Gading Betina mulai memutar-mutar pedang nya.
Angin dingin berbau busuk yang segera tercipta dari putaran pedang Iblis Gading Betina. Itulah kekuatan Pedang Gading Gajah Betina senjata pusaka andalan dua perampok Alas Kemukus.
Ratna Pitaloka segera melepas selendang di pinggang dan mengikat pada wajah nya agar bau busuk itu tidak membuyarkan perhatian nya.
Iblis Gading Betina mulai berlari cepat menuju Ratna Pitaloka sambil mengayunkan pedangnya. Ratna Pitaloka segera mencabut pedang yang tersarung di pinggang nya. Dengan sepasang Pedang Bulan Kembar dia menyongsong serangan Iblis Gading Betina.
Tringgg..
Si Iblis Gading Jantan langsung menyerang Panji Watugunung dengan pedang nya yang jauh lebih besar dari pedang pasangannya.
Sreeetttttt
Tebasan pedang besar berkelebat cepat mengincar dada Watugunung. Sang Pangeran Daha melompat ke udara menghindari sabetan pedang sambil menghantamkan serangan tapak nya pada bahu Iblis Gading Jantan.
Whussss
Angin dingin tenaga dalam menerabas cepat kearah bahu kanan Iblis Gading Jantan yang segera menghindar dengan cepat kesamping.
Pria bertubuh gempal seperti gajah itu segera berbalik arah dan melesat cepat ke arah Panji Watugunung yang baru menjejak tanah. Tebasan Pedang Gading Jantan langsung mengarah ke punggung Panji Watugunung.
"Mampus kau bocah", teriak Iblis Gading Jantan.
Saat pedang besar itu hampir menyentuh kulit Panji Watugunung, dia terpana seketika. Panji Watugunung mendadak sirna dari hadapannya. Tebasan pedang nya menyabet angin kosong.
Panji Watugunung tersenyum tipis saat muncul dua tombak di belakang nya. Itulah kehebatan Ajian Halimun ajaran Ki Buyut Permana.
Iblis Gading Jantan segera melesat cepat menuju Panji Watugunung, lalu mengayunkan pedangnya mengincar leher sang pangeran Daha.
Namun lagi lagi mendadak Panji Watugunung sirna dari hadapannya. Dan muncul di tempat berbeda. Secepat apapun Iblis Gading Jantan bergerak, namun berulang kali Panji Watugunung menghilang. Nafas Iblis Gading Jantan sampai ngos-ngosan.
"Bedebah!
Pamer kesaktian kau rupanya", teriak Iblis Gading Jantan.
"Aku tidak mau bertarung. Tapi jika kau memaksa, jangan salahkan aku bertindak diluar batas", Panji Watugunung tersenyum.
Phuihhh
"Sombong sekali kau. Kalau hebat jangan kucing kucingan. Cabut pedang mu", Iblis Gading Jantan mendelik marah.
"Baiklah jika kau memaksa", usai berkata demikian, perlahan Panji Watugunung mencabut Pedang Naga Api nya.
Hawa panas seketika menyelimuti udara di sekitar tempat itu. Iblis Gading Betina dan Ratna Pitaloka yang sedang bertarung sampai melompat menjauh dari arena pertarungan mereka. Diam diam Iblis Gading Jantan jeri juga. Baru kali ini dia berhadapan dengan pusaka ampuh yang begitu mengerikan.
Dengan mendengus keras, Iblis Gading Jantan langsung melesat cepat sambil membabatkan pedang nya kearah Panji Watugunung.
Putra Bupati Gelang-gelang itu mundur setengah langkah, kemudian mengayunkan pedangnya dengan jurus Pedang Tanpa Bentuk yang bernama Tebasan Pedang Dewa.
__ADS_1
Angin panas dari tebasan Pedang Naga Api menebas lurus kearah sabetan pedang Iblis Gading Jantan.
Whiiingggg
Blammmm!!
Angin panas terus menerabas cepat kearah Iblis Gading Jantan meski baru memotong angin dingin tenaga dalam dari Pedang Gading Jantan.
Iblis Gading Jantan melompat kesamping kanan dan angin sabetan Pedang Naga Api menghajar pohon besar di belakangnya.
Blarrrrr
Pohon besar itu langsung hangus dan terbakar. Pria bertubuh gempal itu terkejut melihat itu semua, namun lebih kaget lagi saat Panji Watugunung dengan Ajian Sepi Angin nya merangsek maju ke arah nya.
Tringgg
Tringgg
Tringgg
Iblis Gading Jantan gelagapan dengan serangan cepat Panji Watugunung. Dengan cepat dia merapal Ajian Tapak Gajah nya.
Tangan kiri nya berubah warna menjadi biru abu-abu kemudian dia melayangkan pukulan tangan kiri nya kearah perut Panji Watugunung.
Sinar biru abu-abu itu menerabas kearah Panji Watugunung.
Tiba-tiba tubuh Panji Watugunung sirna.
Ajian Tapak Gajah menghajar tanah dan menciptakan sebuah lubang besar karena ledakan keras nya.
Blarrrrr
Panji Watugunung yang tiba-tiba di udara langsung melesat turun ke arah Iblis Gading Jantan sambil mengayunkan Pedang Naga Api nya dengan jurus pamungkas Kitab Pedang Tanpa Bentuk, Tebasan Pedang Pembasmi Iblis.
Hyaaaaaaaaatttt
Iblis Gading Jantan berusaha menangkis sabetan pedang Panji Watugunung dengan Pedang Gading Jantan nya.
Trang
Dhuarrrr!!
Pedang Gading Jantan patah dan tubuh gempal Iblis Gading Jantan langsung terbelah menjadi dua dan terbakar seketika. Dia tewas tanpa sempat berteriak.
Melihat Iblis Gading Jantan tewas, Iblis Gading Betina murka. Dengan bernafsu membalas dendam, dia melesat cepat menuju Panji Watugunung.
Namun Ratna Pitaloka tidak tinggal diam. Selir pertama Panji Watugunung itu segera menyusul Iblis Gading Betina dan menyarungkan satu pedangnya. Tangan kanan nya berubah kemerahan seperti api.
Dengan Ajian Sepi Angin, dengan mudah dia menyusul Iblis Gading Betina kemudian menghadang laju lawannya dengan menyabetkan pedang di tangan kiri nya kearah leher.
Iblis Gading Betina terkejut melihat sabetan pedang Ratna Pitaloka, berusaha menghindar tapi hantaman tangan kanan Ratna Pitaloka yang sudah berwarna merah menyala seperti api menghantam dada pasangan Iblis Gading Jantan itu.
Blammmm!!
Perempuan itu terlempar jauh ke belakang dan menghantam tanah dengan keras. Dia tewas seketika dengan dada gosong akibat Ajian Tapak Dewa Api tingkat tinggi nya Ratna Pitaloka.
Semua istri Watugunung langsung mendekati suami mereka usai pertarungan sengit mereka.
Wajah mereka nampak lega. Hari itu kelompok perampok Sepasang Iblis Gading musnah dari muka bumi.
Usai membereskan pakaian, rombongan Panji Watugunung segera meninggalkan tempat itu. Menjelang sore, mereka tiba di tepi hutan Alas Kemukus.
Sebuah kota pakuwon terlihat dari jauh. Mereka menuju kesana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ikuti terus kisah selanjutnya guys
Yang suka dengan cerita ini, silahkan tinggalkan jejak kalian dengan like 👍, vote ☝️, favorit ❤️, dan komentar 🗣️ nya.
__ADS_1
Selamat membaca guys 😁😁😁