Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur
Rahasia Padepokan Bukit Jerangkong


__ADS_3

Wugu dan Tambir seketika berhenti


Di hadapan mereka, seorang lelaki muda menghadang langkah


"Woy ada urusan apa kau menghadang kami bocah bau kencur?"


"Minggir, jangan ganggu urusan kami atau kau mampus disini ha?! " , gertak Tambir


"Seharusnya aku yang bertanya, ada urusan apa kalian memata matai Padepokan Padas Putih?" tanya Panji Watugunung


"Ahh bukan urusan mu,


cepat minggir atau ku pecah batok kepala mu ! "


"Kalau aku tidak mau, kalian mau apa?" jawab Watugunung


"Keparat, ku cabut nyawamu! "


Tambir melesat maju sambil mengarahkan cakar nya ke dada Watugunung..


Watugunung melompat ke samping, sambaran Tambir mengenai angin kosong


Sadar serangan nya gagal, Tambir memutar tubuhnya menyapu kaki kanan Watugunung


Melihat serangan bertubi-tubi, Watugunung mundur satu langkah memasang kuda-kuda lalu ganti mengarahkan pukulan ke dada, Tambir menghindar ke kiri, namun Tambir tak menyadari itu hanya pancingan..


Tangan Watugunung bertumpu di tanah, lalu dengan gerak memutar mengarahkan tendangan ke wajah lelaki kurus itu..


Plakk...


Tambir terhuyung mundur


Dari sudut bibirnya, ada darah yang mengalir.


Tambir mengusap darah dan seketika wajah nya menjadi bengis


Lalu dia mencabut golok pendek di pinggangnya


"Keparat, ku tebas batang leher mu! "


"Apa kau cuma bisa menggertak saja,


sini maju! " Watugunung memancing kemarahan Tambir


"Ku bunuh kau!!"


Kembali Tambir maju sambil membabatkan golok pendek ke leher Watugunung, dengan sigap dia mundur selangkah


Menyadari serangan nya luput, kaki kiri Tambir menyapu kaki Watugunung


Angin sapuan itu di sadari Watugunung yang segera melompat dan bersalto di udara dua kali mendarat 2 tombak di belakang Tambir


Sementara itu Wugu masih belum bergerak mengamati pertarungan


Setelah bertukar 5 jurus, Watugunung berhasil mendaratkan beberapa pukulan dan satu tendangan keras ke tubuh Tambir


Lelaki kurus itu terhuyung mundur ke belakang


"Kakang, bantu aku"


Mendengar itu, Wugu lantas mencabut pedang nya.. Mengambil kuda kuda lalu membabatkan pedang nya kearah Panji Watugunung


"Sabetan Pedang Maut.. Ciattttt!!!"


Angin menderu menerabas kearah Watugunung


Lelaki muda itu melompat ke samping menghindari angin tenaga dalam yang mengincar nya


Angin terus menghantam pohon randu alas


"Blarrr!!!!


Pohon randu alas meledak dan roboh. .


'Hem rupanya dia lebih berbahaya dari si kurus itu, aku harus segera mengatasinya'


Panji Watugunung mundur selangkah, menyilang tangan di dada


Kemudian membabatkan tangan kanan nya


"Tebasan Pedang Langit.. Hyaaaaaattttttt!!!"


Sebentuk pedang semu dari aliran tenaga dalam, melesat kearah Wugu yang juga segera mengeluarkan ilmu andalan nya


"Sabetan Pedang Maut chiaaatttttt!!!"


Benturan keras tenaga dalam itu meledak keras


"Blarrr!!!


Akibatnya gelombang angin menderu menerabas ke dua sisi


Panji Watugunung melompat ke udara menghindari angin tenaga dalam

__ADS_1


Wugu juga melompat kesamping,


Sementara Tambir sedikit terlambat, angin kencang itu menghempas ke tubuh nya yang membuat pria kurus itu terlempar dua tombak ke belakang


Tambir muntah darah segar


Dadanya sesak bukan main..


Melihat Tambir muntah darah, amarah Wugu memuncak


"Keparat, akan ku buat kau menyesal!! "


"Sabetan Pedang Maut ......"


Kembali serangan Wugu cepat menerabas kearah Watugunung


Panji Watugunung melompat ke udara, sambil tangan kanannya bersiap memberikan serangan balasan


"Tebasan Pedang Dewa hyaaaattttt..!!"


Dari sabetan tangan kanan Watugunung, muncul cahaya putih berbentuk pedang gelombang tenaga dalam tingkat tinggi menerabas kearah Wugu


Wugu yang kaget segera melompat mundur satu langkah, tangan menyilang di depan dada


"Tameng Dewa Maut"


Namun kerasnya Tebasan Pedang Dewa membuat Wugu terpental 4 tombak dan badannya menabrak pohon walau sudah menghadang dengan Ajian Tameng Dewa Maut nya


Wugu tewas seketika setelah muntah darah segar


Melihat kakak seperguruannya tewas, seketika raut ketakutan muncul di wajah Tambir


Dadanya sesak bukan main, sementara dari mulut nya darah segar masih mengalir


Watugunung melompat mendekati Tambir yang ketakutan.


"Hemmmm tak sebanding dengan omong besar mu"


"Aa-Ampun pendekar, jangan bunuh saya


uhukk uhukk" jawab Tambir seraya beringsut mundur


Baik, aku tidak akan membunuhmu kalau kau jujur kepada ku"


"I-iya pendekar, saya jujur. Mohon ampuni saya"


"Dari mana asalmu dan ada tujuan apa kau disini?? "tanya Watugunung


"Saya dari Padepokan Bukit Jerangkong di lereng Kawi


"Dari mana kalian tau ada anak bangsawan di Padas Putih ha?" Watugunung geram


"Dari eee dari..


Sring sringggg..


aarrgghhh!!!"


Belum sempat Tambir menyelesaikan omongan nya, dua jarum melesat kearah Watugunung..


Menyadari ada angin dingin mengancam punggungnya, Watugunung berguling ke tanah dua kali


Namun naas bagi Tambir, jarum jarum itu melesat menancap di dada lelaki kurus itu,


yang seketika kejang kejang, wajah menghitam dan keluar busa putih dari mulutnya..


Sekelebat bayangan hitam melesat cepat meninggalkan tempat itu, selagi Watugunung berguling ke tanah...


'Bajingan, ada yang main petak umpet rupanya'


Watugunung berdiri, memandang kearah Tambir dan Wugu yang sudah jadi mayat..


Lalu mengambil kalung berbentuk tengkorak hitam di leher Tambir


Kemudian dia bergegas menuju balik pohon besar tempat dia menaruh telur ayam hutan pesanan Dewi Anggarawati


'Aku harus segera melaporkan kejadian ini pada guru secepatnya'


gumamnya seraya melesat cepat ke Padepokan Padas Putih...


.


.


.


Di kediaman Mpu Sakri, hanya ada Sekar Mayang yang sibuk melatih Jurus Selendang Es nya


Whuss jegg..


Sekar Mayang menoleh, lalu tersenyum manis melihat pemuda tampan itu


"Dari mana Kakang? Kelihatannya lelah sekali"

__ADS_1


"Guru mana Sekar??"


Watugunung balik bertanya..


"Oohh, tadi Guru di panggil Mpu Rungkat, katanya ada hal penting yang perlu di bahas. Berangkat juga dengan kakang Warigalit" jawab Sekar Mayang


Hemmmm


"Memang ada apa Kakang?" tanya Sekar Mayang penasaran


"Tadi waktu di hutan, Kakang ketemu dua orang telik sandi yang mengintai Padepokan Padas Putih. Mereka dari Padepokan Bukit Jerangkong" jawab Watugunung


"APAAA!!!


Tapi Kakang tidak apa-apa bukan?"


"Tenang, kakang tidak apa-apa kog"


" Kita tunggu dulu kedatangan guru, biar nanti jelas semuanya", kata Watugunung, "Ehh Pitaloka kemana?"


"Kenapa juga menanyakan dia? Bikin kesal saja" sungut Sekar Mayang


"Yah bertanya apa salahnya to Sekar?"


"Ya pokoknya aku tidak suka Kakang Watugunung dekat dekat dengan Kangmbok Pitaloka"


"Lho kenapa? Kan kita seperguruan. Harus rukun dan saling menjaga to" ujar Watugunung


"Pokoknya gak suka. Titik"


Sekar Mayang ketus sambil melangkah pergi


"Yeee malah ngambek,"


'Eh ini pesenan Anggarawati sebaiknya ku antar ke dapur'


Panji Watugunung bergegas ke dapur, lalu meletakkan buntalan daun krombang berisi telur ayam hutan


"Eh kog tumben cepat pulang Kang?


Dapat pesenan ku?" Anggarawati muncul dari bale tengah seraya menyapa lelaki tampan itu


"Tuhh, sudah aku taruh di dapur"


"Terimakasih ya kakang selalu menuruti Anggarawati" gadis cantik itu tersenyum manis


"Iyaa"


Panji Watugunung lalu melangkah keluar


Tak berapa lama kemudian, Mpu Sakri dan Warigalit datang. Panji Watugunung menghaturkan hormat nya kepada gurunya.


"Warigalit, ambilkan aku minum dulu, aku haus"


Warigalit bergegas ke dapur mengambil kendi air minum


Glek glekk


"Ah segarnya "


Ada apa Watugunung? Sepertinya ada hal yang kamu khawatir kan?" tanya Resi Mpu Sakri seraya memandang murid kesayangannya itu..


"Ada satu berita penting guru" ucap Panji Watugunung sambil menyerahkan liontin kalung berbentuk tengkorak hitam kepada Mpu Sakri


Mpu Sakri terkejut bukan main


"Darimana kau dapat benda ini?"


"Tadi murid bertemu dua orang telik sandi di hutan guru , mereka mengaku dari Padepokan Bukit Jerangkong di lereng Kawi,


Kami bertarung dan murid mengalahkan mereka.. Namun saat murid menanyai salah satu telik sandi itu, tiba tiba ada yang membokong guru, rupanya dia mengincar nyawa telik sandi itu agar tidak bocor rahasia nya" cerita Watugunung


"Lalu apa yang mereka cari?"


"Mereka bilang, sedang menyelidiki anak bangsawan yang tinggal di Padepokan ini guru"


"Berarti berita Anggarawati sudah bocor keluar. pasti ada mata mata mereka di padepokan ini. Bahaya, ini berbahaya" ucap Mpu Sakri


Panji Watugunung dan Warigalit saling berpandangan


"Guru, kalau boleh tau Padepokan Bukit Jerangkong itu seperti apa? " Warigalit bertanya


" Hemmm ada sebuah rahasia antara Padepokan Padas Putih dan Bukit Jerangkong"


jawab Mpu Sakri


Pemimpin Padepokan Bukit Jerangkong adalah adik seperguruan Mpu Wanabaya pemimpin Padepokan Padas Putih ini yang bernama Waringinsungsang


Karna tersesat dalam memahami ilmu Kanuragan, pemimpin Padepokan Bukit Jerangkong yang bergelar Iblis Bukit Jerangkong itu menjadi jahat dan mirip iblis


Itulah sebabnya, selama ini mereka memusuhi Padepokan Padas Putih"


"Lantas apa hubungannya dengan Anggarawati guru?? " tanya Watugunung penasaran

__ADS_1


"Aku tidak tau"


*bersambung*


__ADS_2