Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur
Depan Pintu Gerbang Istana Katang-katang


__ADS_3

Warigalit langsung melesat ke arah pintu gerbang istana Katang-katang usai menghormat pada Panji Watugunung.


Dia benar benar merasa marah kepada orang yang berani membuat kacau di wilayah yang dijaganya. Selama ini tidak pernah ada yang berani berbuat onar di kota Kadiri. Dan tindakan yang di lakukan si pengacau jelas mencoreng nama baik nya sebagai Senopati Kayuwarajan Panjalu.


Di depan pintu gerbang istana Katang-katang, puluhan orang prajurit sedang mengepung tiga orang biksu bermata sipit sambil mengacungkan senjata mereka masing-masing.


Melihat Warigalit datang, para prajurit Kadiri segera membuka jalan untuk nya.


"Siapa kalian? Berani sekali berbuat onar di istana Katang-katang?", tanya Warigalit dengan wajah merah menahan amarahnya.


"Amithaba..


Tuan perwira, saya Hong Ki. Ini dua murid saya dari Kuil Shaolin Selatan. Mereka adalah Hong Jian dan Hong Yi", ujar Biksu Hong Ki sambil meletakkan tangan sebelah kanan nya dan membungkuk penuh hormat. Dua murid nya juga mengikuti langkah sang guru.


"Lantas ada tujuan apa kalian kemari? Apa kalian sengaja mencari perkara dengan Kayuwarajan Panjalu?", hardik Warigalit dengan keras.


"Tidak tuan perwira, tidak..


Kami disini atas arahan Tuan Resi Wasista dari Padepokan Pedang Awan di lereng Gunung Pamrihan. Katanya kalau ingin diakui kelebihan ilmu beladiri kami, harus mengalahkan Watugunung, seorang pendekar hebat di Tanah Jawa.


Makanya kami kemari untuk mengadu ilmu beladiri dengan dia", ujar Biksu Hong Ki dengan penuh percaya diri.


"Kurang ajar!


Apa kau tidak tau siapa orang yang kau panggil Watugunung itu ha? Dia adalah putra mahkota kerajaan Panjalu. Menantang dia sama juga kau menantang seluruh Kayuwarajan Panjalu", tatapan mata Warigalit mulai bengis.


"Amithaba..


Di negeri kami, orang mengadu ilmu beladiri bukan berarti dia menantang negara meski yang ditantang adalah seorang pejabat sekalipun", ujar Biksu Hong Ki sambil menghormat.


"Pernahkah kalian mendengar ungkapan yang mengatakan lain ladang lain belalang? Bukankah dari ungkapan itu kalian harus menyadari bahwa setiap wilayah punya aturan dan tata tertib yang berbeda?


Jika sudah tau aturan di negeri kami, apa kalian masih ingin beradu ilmu beladiri?", Warigalit semakin merah padam wajahnya.


"Sancai sancai..


Kami sudah jauh-jauh datang kemari, hanya untuk mencari bukti tentang kebenaran unggul nya ilmu beladiri kami. Kenapa harus mundur?", ujar Biksu Hong Jian sambil menatap ke arah Warigalit.


"Keras kepala!


Aku sudah cukup menghargai kalian sebagai Agamawan. Tapi sepertinya hanya dengan mengalahkan kalian yang bisa membuat kalian sadar.


Majulah biksu asing!", teriak Warigalit yang segera memasang kuda kuda nya.


Melihat Senopati Warigalit bersiap bertarung, para prajurit yang mengepung segera menjauh.


Biksu Hong Jian segera membungkuk pada Warigalit dan bersiap dengan kuda kuda ilmu kungfu nya. Kemudian ia melesat cepat kearah Warigalit sambil menggunakan ilmu beladiri Tinju Besi.


Hantaman Biksu Hong Jian mengincar dada Warigalit.


Namun Senopati Kadiri itu dengan cepat berkelit ke samping, kemudian menangkis pukulan dengan tangan kiri lalu menyikut perut biksu Hong Jian.


Shaakk!


Melihat lawan dengan cepat menyikut, tangan kiri Biksu Hong Jian langsung menahannya. Lalu Biksu Hong Jian masukkan kaki kanan ke antara kaki Warigalit yang sedikit melebar.


Jlegg!


Tekukan dengkul Biksu Hong Jian bermaksud menghancurkan kuda kuda Warigalit, namun Senopati Kadiri itu dengan menginjak paha layangkan tendangan keras kearah dagu Biksu Hong Jian.


Gerakan cepat Silat Padas Putih di bantu Ajian Sepi Angin membuat gerakan Warigalit sangat cepat.


Biksu Hong Jian yang kaget dengan kecepatan serangan Warigalit melindungi dagunya dengan tangan menyilang di depan wajah.


Braakkkk


Mendapati serangan nya di halau, dengan bertumpu pada sentuhan tangan Biksu Hong Jian, Warigalit segera melompat tinggi ke udara kemudian melayangkan tendangan keras kearah bahu Biksu Hong Jian dengan tumit kaki kanan nya.


Deshhhh


Biksu Hong Jian yang hendak terjungkal, langsung merubah gerakan dengan berguling ke tanah. Dia merasakan pundaknya seperti baru ditimpa batu besar.


Sementara itu Warigalit bersalto di udara sekali sebelum mendarat dengan mulus 2 tombak di belakang Biksu Hong Jian.


Biksu Hong Jian segera berdiri usai mengusap darah yang menetes dari sudut bibirnya. Sambil menatap tajam ke arah Warigalit, dia berniat mengeluarkan ilmu Cakar Naga andalan Kuil Shaolin Selatan yang tersohor di negeri Tiongkok.


Dengan kaki kanan sedikit menekuk lutut, tangan membentuk cakar 4 jari dengan menekuk jari kelingking, dan tangan kiri naik sebahu, Biksu Hong Jian siap menyerang Warigalit yang sudah menyiapkan kuda kuda ilmu silat Padas Putih nya.


Dengan berteriak lantang, Biksu Hong Jian kembali melesat maju dengan tangan mencakar ke arah dada.


Warigalit memukul telapak tangan kirinya kemudian mundur setengah langkah bersiap untuk menghadapi cakaran Biksu Hong Jian.


Cakar Naga Biksu Hong Jian menyambar cepat kearah dada Warigalit, kakak seperguruan Panji Watugunung itu mundur selangkah kemudian maju dengan cepat sambil melayangkan pukulan ke perut lawan.


Whuuuuttt


Biksu Hong Jian langsung menahannya dengan cakar tangan kiri. Warigalit yang sedikit kaget, mencoba untuk menarik serangan namun cakar tangan kanan Biksu Hong Jian kembali menyambar pundak kiri Warigalit.


Crepp!


Cakar Naga Biksu Hong Jian berhasil menancap di pundak Warigalit, tapi saat Biksu Hong Jian akan menarik tangan kanannya, tangan kanan Warigalit langsung mencekal tangan kanan biksu bermata sipit itu untuk mencegah luka yang lebih lebar.


Melihat itu, Biksu Hong Jian segera mengayunkan dengkul kearah perut Warigalit namun Senopati Kadiri itu segera memutar tubuhnya lantas melayangkan tapak ke bahu kiri Biksu Hong Jian.


Deshhhh

__ADS_1


Dua orang itu sama sama menjauh dari lawan. Pundak kiri Warigalit robek dengan 4 luka yang mengeluarkan darah sedang Biksu Hong Jian juga terhantam tapak kiri Warigalit yang dialiri tenaga dalam.


Biksu Hong Jian batuk batuk kecil dan mengeluarkan darah.


Warigalit yang melihat itu, segera melompat tinggi ke udara kemudian melesat turun ke arah Biksu Hong Jian dengan menghantamkan tangan kanannya yang berubah warna menjadi merah menyala seperti api.


Biksu Hong Jian yang sempat melihat, langsung mengeluarkan Ilmu Tapak Budha nya untuk menghalau serangan Warigalit yang memakai Ajian Tapak Dewa Api. Seluruh tubuhnya diliputi sinar kekuningan.


Deshhhh


Blammmmm!!


Ledakan keras terdengar dari benturan dua ilmu Kanuragan tingkat tinggi itu. Biksu Hong Jian terpelanting ke belakang, saat tubuhnya hampir menyentuh tanah sebuah bayangan berkelebat menangkap tubuh Biksu Hong Jian.


Biksu Hong Jian muntah darah segar.


Biksu Hong Ki yang menangkap tubuh Hong Jian segera menotok jalan darahnya. Kemudian Biksu Hong Yi segera menyalurkan tenaga dalam nya untuk membantu kakak seperguruannya itu.


Warigalit sendiri juga terpental ke belakang, namun Panji Watugunung yang baru datang diiringi para punggawa Kayuwarajan Panjalu langsung menahan tubuh Warigalit.


Walaupun Warigalit terluka dalam, dan sedikit mengeluarkan darah dari sudut bibirnya, namun Senopati Kadiri yang berkumis tipis itu terlihat baik baik saja.


"Aku masih mampu bertarung melawan mereka Dhimas Pangeran,


Jangan halangi aku", ujar Warigalit saat tangan Panji Watugunung mencekal lengan nya untuk maju


"Aku percaya Kakang Warigalit masih bisa mengalahkan mereka.


Tapi jangan gegabah dalam bertarung Kakang, ingat Kangmbok Ratri sedang hamil", ujar Panji Watugunung sambil tersenyum tipis.


"Tapi Dhimas,...", Warigalit masih tidak puas dengan hasil imbang yang di dapatkannya.


"Kakang sudah unggul, jangan memaksakan diri.


Percayalah, adik seperguruan mu ini masih mampu melayani permainan mereka", potong Panji Watugunung yang membuat Warigalit terdiam. Walaupun dengan rasa panas di hati nya, Warigalit memilih untuk menuruti perintah Panji Watugunung yang merupakan adik seperguruan sekaligus junjungan nya.


Panji Watugunung melangkah maju ke depan pintu gerbang yang kini menjadi medan pertarungan.


"Salam kenal Biksu Asing..


Katanya kalian mencari aku untuk mengadu ilmu beladiri. Perkenalkan aku Panji Watugunung siap melayani tantangan kalian", ujar Panji Watugunung sambil tersenyum simpul.


Melihat orang yang dicari sudah bertemu, Biksu Hong Yi segera melesat cepat kearah Panji Watugunung dan berhenti di hadapannya.


"Salam Tuan Watugunung.


Aku Hong Yi mohon pembelajaran darimu", ujar Biksu Hong Yi sambil membungkuk hormat khas negeri asalnya.


Panji Watugunung tersenyum lebar dan bersiap untuk menghadapi Biksu Hong Yi dengan jurus silat Padas Putih.


Sreeeetttt


Panji Watugunung dengan tenang, tundukkan kepala sedikit saat cakar tangan mengincar telinga sambil melayangkan tangan kanannya ke arah dada Biksu Hong Yi.


Murid kedua Biksu Hong Ki itu menekuk lutut kirinya menghindari hantaman Panji Watugunung, kemudian membuat gerakan memutar dan menyapu kaki Panji Watugunung.


Whuuussshh


Pangeran Daha itu jejak tanah dengan kaki kiri, kemudian tubuh nya melenting tinggi ke udara dan mendarat di belakang Biksu Hong Yi.


Melihat lawan membelakangi, Biksu Hong Yi melompat ke arah punggung Panji Watugunung dengan cakar nya.


Panji Watugunung berkelit ke samping, kemudian dengan cepat hantamkan lengan ke punggung Biksu Hong Yi.


Bukkkkk


Ougghhh!


Biksu Hong Yi terjungkal ke depan Guru dan saudara seperguruan nya. Dari sudut bibirnya mengalir darah segar. Biksu Hong Yi segera berdiri dan melesat cepat kearah Panji Watugunung sambil mencabut pedangnya yang ada di punggungnya.


Sreeeetttt


Landung yang ikut melihat langsung melemparkan pedangnya kearah Panji Watugunung.


Tepat saat yang bersamaan, sabetan pedang Biksu Hong Yi yang mengincar leher nya, Panji Watugunung segera menangkis dengan pedang dari Landung.


Tringgggg!


Melihat lawan menangkis, Biksu Hong Yi segera menghantamkan pukulan Tapak Budha dengan tangan kiri nya.


Panji Watugunung yang waspada, segera memutar tubuhnya kearah yang berlawanan sehingga serangan Tapak Budha melesat menghantam pohon randu yang ada barat gapura istana.


Blarrrr


Pohon randu itu langsung meledak dan roboh.


Panji Watugunung melompat mundur satu tombak ke belakang.


'Hemmmm dia mengincar nyawa ku rupanya', batin Panji Watugunung yang segera bersiap untuk mengeluarkan ilmu andalannya.


Ilmu Pedang Tanpa Bentuk nya yang dipelajari dari Mpu Sakri, segera dikeluarkan oleh Panji Watugunung. Para punggawa Kayuwarajan Panjalu dan para prajurit Daha yang ada di situ mulai menahan nafas begitu mengetahui bahwa itu adalah tanda bahwa Panji Watugunung mulai serius bertarung. Mereka semakin menjauh dari arena pertarungan antara Biksu Hong Yi dan Panji Watugunung.


Seketika pedang di tangan Panji Watugunung diliputi sinar tipis berwarna merah. Dengan Ajian Sepi Angin, Panji Watugunung segera melesat cepat kearah Biksu Hong Yi.


Pedang yang sudah di lapisi sinar tipis kemerahan terayun ke arah Biksu Hong Yi yang sudah bersiap.

__ADS_1


'Tebasan Pembasmi Iblis….


Hiyyyyaaatttt....!


Siiiiiuuuuuuutttt..


Melihat angin pedang aneh yang kemerahan, Biksu Hong Yi yang terpana, memilih untuk menghindari angin pedang yang mengerikan itu.


Blammmmm!


Angin pedang yang berwarna kemerahan menghantam arca dwarapala yang di samping pintu gerbang istana Katang-katang. Arca dwarapala itu langsung hancur berkeping keping terkena hantaman angin pedang.


Biksu Hong Yi yang berguling ke tanah menghindari sabetan angin pedang, segera bangkit namun belum sempat berdiri tegak sabetan angin pedang kembali menyerang ke arah nya.


Whuuussshh


Blammmmm!!


Ledakan keras kembali terdengar dari sabetan angin pedang yang di keluarkan dari pedang di tangan Panji Watugunung yang kali ini menghantam tanah.


Sebuah lobang besar menganga tercipta dari ledakan keras itu.


Biksu Hong Yi terus melompat kesana kemari menghindari sabetan angin pedang yang terus menerus memburunya. Baju dan tubuhnya sudah kotor dan penuh dengan tanah dan rumput.


Kali ini Panji Watugunung menebaskan pedangnya lagi, tapi dia merapal Ajian Halimun ajaran Ki Buyut Permana untuk menyelesaikan pertarungan.


Biksu Hong Yi sama sekali tidak menyangka bahwa Panji Watugunung tiba tiba muncul di hadapannya dan langsung menghantam dada biksu muda bermata sipit itu.


Deshhhh


Ougghhh


Biksu Hong Yi terlempar jauh ke belakang dan menyusruk tanah dengan keras. Dia muntah darah segar. Biksu Hong Ki langsung mendekati murid keduanya itu. Dengan cepat biksu paruh baya itu menotok jalan darah murid nya itu.


Segera dia menyalurkan tenaga dalam nya untuk membantu melancarkan peredaran darah yang tersumbat akibat luka dalam yang baru diterima Biksu Hong Yi.


Huuuoooogggghhh


Kembali Biksu Hong Yi muntah darah segar yang kehitaman. Setelah muntah darah, wajah biksu muda itu terlihat memerah.


Biksu Hong Ki segera menghentikan penyaluran tenaga dalam nya. Dia kemudian melirik ke arah Biksu Hong Jian yang juga terluka dalam.


Biksu paruh baya itu lalu menatap ke arah Panji Watugunung.


"Amithaba..


Pendekar Watugunung, sebelum nya aku perkenalkan diri. Nama biksu ku adalah Hong Ki. Mohon padamu agar mengijinkan biksu tua ini menjajal kemampuan diri.


Mohon beri petunjuk", ujar Biksu Hong Ki sambil menghormat dengan meletakkan satu tangan di depan dada dan membungkuk.


Warigalit yang hendak melangkah maju langsung menghentikan langkahnya setelah mendapat isyarat tangan dari Panji Watugunung untuk tidak maju.


"Biksu Hong Ki,


Aku Panji Watugunung. Silahkan", ujar Panji Watugunung yang segera bersiap dengan kuda kuda ilmu silat Padas Putih nya setelah menyarungkan pedang Landung dan mengembalikannya kepada sang pemilik.


Biksu Hong Ki segera memasang kuda kuda Ilmu Cakar Naga Shaolin Selatan nya.


Setelah memusatkan tenaga dalam nya pada cakar tangan dan kaki, Biksu Hong Ki melesat cepat kearah Panji Watugunung dengan berteriak lantang.


Hiyyyyaaatttt!!!


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kisah selanjutnya kak 😁


Yang suka silahkan tinggalkan jejak kalian dengan like πŸ‘, vote ☝️, favorit πŸ’™ dan komentar πŸ—£οΈ nya yah agar author terus semangat menulis 😁


Selamat membaca πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2