Babat Negeri Leluhur

Babat Negeri Leluhur
Pralaya Padepokan Padas Putih 3


__ADS_3

Pertempuran yang tadi berat sebelah kini berimbang dengan kedatangan murid Padepokan Anggrek Bulan dan Panji Watugunung serta rekan rekan nya.


Warigalit dengan Tombak Angin nya, terus mendesak Bendara Lembah Hantu yang menjadi lawannya.


Suami Ratri itu terus saja mengayunkan tombak pendek nya dengan cepat mengancam nyawa Bendara Lembah Hantu yang mulai terlihat kerepotan melayani permainan tombak Warigalit yang cepat dan gesit.


Tombak Angin meluncur cepat kearah leher Bendara Lembah Hantu. Pria paruh baya itu segera membabatkan pedang nya kearah bilah tipis Tombak Angin nya Warigalit.


Tringgg


Tombak Angin tertekan kebawah, namun Warigalit langsung memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan keras ke arah perut Bendara Lembah Hantu.


Pria paruh baya itu segera melompat mundur untuk menghindari tendangan Warigalit. Dengan cepat, ia menusukkan pedang nya ke arah kaki Warigalit yang nyaris mengenai perutnya.


Akan tetapi, Warigalit yang sudah memperhitungkan itu semua. Pria itu langsung jungkir balik ke tanah untuk menghindari tusukan pedang kemudian menyabetkan Tombak Angin nya ke arah ulu hati Bendara Lembah Hantu.


Sreeetttttt


Aughhhhh


Bendara Lembah menjerit saat bilah tipis mata Tombak Angin merobek kulit ulu hati nya dan merusak baju. Pria paruh baya itu segera melompat mundur sambil membekap ulu hati nya yang berdarah.


"Bajingan!


Kau sudah berani melukai ku. Jangan pernah berharap untuk melihat matahari terbit", geram Bendara Lembah Hantu dengan penuh amarah.


"Banyak omong!


Majulah. Dan kita buktikan siapa yang tidak bisa melihat mentari esok pagi", Warigalit memutar Tombak Angin nya.


Dengan mengerahkan seluruh tenaga dalam nya, Bendara Lembah Hantu mengumpulkan nya pada tangan. Sinar ungu pekat segera muncul dari kedua tangan laki laki paruh baya itu disertai angin berbau busuk menyengat seperti bau mayat.


Rupanya dia merapal Ajian Gondhomayit andalan Lembah Hantu yang tersohor.


Warigalit segera memindahkan Tombak Angin ke tangan kiri, lalu menangkupkan tangan kanan di depan dada. Dia merapal Ajian Tapak Dewa Api ajaran Mpu Sakri.


Tangan kanan Warigalit langsung di liputi sinar merah menyala seperti api.


Warigalit segera melompat ke udara dan melesat turun sambil menghantamkan tangan kanan nya.


Whuuuutt


Melihat lawan maju, Bendara Lembah Hantu pun menyongsong serangan Warigalit dengan pukulan tangan kanan nya yang diliputi sinar ungu pekat.


Blammmm!!


Dua orang itu masing-masing terlempar ke belakang sejauh dua tombak, namun Warigalit yang tidak apa-apa segera melesat cepat dengan Ajian Sepi Angin lantas menusuk ulu hati Bendara Lembah Hantu yang belum turun ke tanah.


Jleppp


Aughhhhh


Tusukan cepat Tombak Angin menghujam telak di ulu hati Bendara Lembah Hantu. Adik Pangeran Lembah Hantu itu meraung keras kemudian roboh dengan luka menganga pada ulu hati nya. Dia tewas bersimbah darah.


Garungwangi dan Ratri terus menerjang maju ke arah lawan mereka.


Di sisi lain, Iblis Abu-abu yang melihat kedatangan Dewi Anggrek Bulan segera melesat kearah pemimpin Padepokan Anggrek Bulan itu sambil menebaskan Golok Pencabut Nyawa nya.


Julungpujud begitu dendam pada Dewi Anggrek Bulan yang telah membuat tangan nya buntung tempo hari.


"Perempuan tua,


Hari ini akan ku balas perlakuan mu pada ku", teriak Julungpujud alias Iblis Abu-abu sambil mengayunkan Golok Pencabut Nyawa kearah leher Dewi Anggrek Bulan yang baru memukul seorang pendekar dari Teratai Jingga.


Sreeetttttt


Menyadari kalau nyawanya terancam, Dewi Anggrek Bulan segera loncat ke samping menghindari sabetan golok.


"Huhhh..


Belum kapok juga kau ternyata, Julungpujud. Akan ku kabulkan permintaan mu. Hari ini akan ku kirim nyawa mu ke neraka", ujar Dewi Anggrek Bulan sambil mencabut Pedang Rembulan dari pinggang nya.


Julungpujud alias Iblis Abu-abu segera memusatkan tenaga dalam nya pada Golok Pencabut Nyawa nya. Dari badan golok besar itu muncul asap pekat kehitaman.


Sedangkan Dewi Anggrek Bulan juga memusatkan tenaga dalam nya pada Pedang Rembulan yang sekejap mata telah bersinar putih kehijauan.


Setelah berteriak lantang, Iblis Abu-abu melesat cepat menuju kearah Dewi Anggrek Bulan yang sudah siap bersenjatakan Pedang Rembulan nya.


Sabetan Golok Pencabut Nyawa berkelebat cepat mengincar kepala Dewi Anggrek Bulan. Pemimpin Padepokan Anggrek Bulan itu segera menangkis dengan Pedang Rembulan nya.


Tringgg


Blarrrrr!!


Ledakan keras terdengar dari benturan dua senjata pusaka itu. Para pendekar yang sedang bertarung memilih menjauhi arena pertarungan dua jagoan dunia persilatan ini, karena takut menjadi korban serangan nyasar.


Kedua orang itu terus mengadu ilmu kanuragan mereka.


Setelah berpuluh jurus terlewati, Julungpujud dengan Golok Pencabut Nyawa mencoba membongkar pertahanan Dewi Anggrek Bulan dengan sabetan senjata nya.


Dewi Anggrek Bulan sedikit menunduk menghindari sabetan golok, lalu Pedang Rembulan nya menebas perut Iblis Abu-abu.


Julungpujud melompat ke udara menghindari sabetan pedang Dewi Anggrek Bulan, namun perempuan cantik itu langsung melayangkan hantaman tapak pada bahu kiri Iblis Abu-abu.


Deshhhhh

__ADS_1


Julungpujud yang tidak melihat serangan, terpental ke belakang dan jatuh menyusruk tanah. Bahu kiri nya nyeri sekali.


Bekas petinggi Perguruan Gunung Kematian itu segera bangkit dan dengan penuh dendam, menatap tajam ke arah Dewi Anggrek Bulan.


Golok di tancapkan ke tanah, dan Iblis Abu-abu segera merapal Ajian Iblis Neraka andalannya. Asap hitam pekat melingkupi seluruh tubuh Iblis Abu-abu yang kemudian tubuhnya menjadi berwarna abu-abu gelap. Mata nya berubah merah darah.


Melihat lawan sudah mulai mengeluarkan ajian andalan nya, Dewi Anggrek Bulan segera merapal Ajian Bulan Suci, puncak ilmu kanuragan Padepokan Anggrek Bulan. Tubuh nenek Panji Watugunung itu segera bersinar kuning redup seperti cahaya bulan purnama.


Dengan perubahan wujud nya, Iblis Abu-abu segera melesat cepat bagai kilat kearah Dewi Anggrek Bulan sambil menebaskan Golok Pencabut Nyawa.


Whussss


Dewi Anggrek Bulan tak mau kalah. Dengan segera ia memutar pedangnya dan menangkis sabetan golok besar Iblis Abu-abu.


Tranggg


Blammmm!!


Dewi Anggrek Bulan yang mampu mengimbangi kecepatan Iblis Abu-abu, langsung menghantamkan tangan kiri nya kearah dada lawannya.


Iblis Abu-abu terlambat sekejap, dan serangan tapak Ajian Bulan Suci telak menghajar dada kanan nya.


Dhuarrrr!!


Julungpujud terlempar ke belakang dan muntah darah segar. Belum sempat menyentuh tanah, gerakan kilat Dewi Anggrek Bulan mendahului Iblis Abu-abu. Pedang Rembulan langsung memotong leher Iblis Abu-abu.


Crashhhh


Dua potong tubuh Iblis Abu-abu jatuh menimpa tanah. Anggota terakhir Perguruan Gunung Kematian itu tewas dengan kepala terpisah dari badannya.


Dewi Anggrek Bulan menatap mayat Julungpujud sebentar, kemudian melesat cepat kearah Mpu Sakri yang tengah terluka akibat Racun Pelemah Tenaga dari Dewi Angin-angin.


Dewi Srimpi yang ingin cepat menyudahi pertarungan dengan Dewi Ular Hijau, segera melesat cepat dengan Ajian Langkah Kelabang Sewu nya.


Pedang Kelabang Sewu nya menebas perut Dewi Ular Hijau yang terkejut melihat perubahan kecepatan Dewi Srimpi.


Petinggi Perguruan Lembah Angin itu mencoba untuk menghindari sabetan pedang dengan melompat tinggi ke udara, namun dia lupa bahwa saat di udara dia adalah mangsa empuk untuk jarum beracun Dewi Srimpi.


Sringggg sringgg sring!!


Tiga jarum kecil berwarna merah hitam melesat cepat menuju Dewi Ular Hijau. Perempuan itu langsung mengayunkan pedangnya untuk menangkis jarum.


Trak takkk!!


Dua jarum berhasil di tepis tapi sebuah jarum lolos dan menancap tepak di urat nadi leher Dewi Ular Hijau.


Creeppp


Aarrgghhh


"Kau..Kauuu...", tunjuk Dewi Ular Hijau yang kemudian roboh dengan leher menghitam akibat daya Racun Kelabang Neraka. Dia tewas dengan mulut berbusa dan mata terbelalak lebar menahan sakit.


Di sisi lain, Panji Watugunung terus menggempur pertahanan Janamerta alias si Pedang Iblis dengan jurus Pedang Tanpa Bentuk nya.


Berulang kali Janamerta harus berguling ke tanah menghindari sabetan Pedang Naga Api yang dipadukan dengan Jurus Pedang Tanpa Bentuk.


'Tebasan Pedang Dewa...


Chiiiaaaattttt'


Angin panas menyengat seperti api menerabas cepat kearah Janamerta yang berupaya keras untuk menghindari serangan.


Janamerta yang baru saja menghindari sabetan angin panas Pedang Naga Api, terkejut bukan main karena tiba tiba Panji Watugunung sudah ada di depan nya sambil mengayunkan Pedang Naga Api nya.


Sreeetttttt


Sebisa mungkin, Janamerta alias si Pedang Iblis menangkis sabetan pedang Panji Watugunung dengan Pedang Tulang Iblis nya.


Tranggg


Blammmm!!!


Janamerta terpental jauh ke belakang. Panji Watugunung terus memburunya dengan tangan kiri yang sudah berwarna biru terang dari Ajian Brajamusti.


Melihat nyawanya terancam, Janamerta menyambar tubuh pendekar dari Macan Pasuruhan yang ada di dekat nya sebagai tameng serangan Panji Watugunung.


Dhuarrrr


Dada pendekar naas dari Macan Pasuruhan itu langsung hancur berantakan akibat hantaman Ajian Brajamusti.


Janamerta yang melihat itu, berusaha menjauh dari Panji Watugunung. Ada perasaan takut menyelimuti hatinya setelah melihat kedahsyatan serangan Panji Watugunung.


Janamerta alias si Pedang Iblis melirik ke arah Iblis Abu-abu yang sudah menjadi mayat. Terbersit dalam benak nya untuk melarikan diri dari tempat itu, karena melihat keadaan mulai tidak menguntungkan bagi pihak nya.


Panji Watugunung yang waspada, dengan Ajian Halimun nya tiba tiba sudah muncul di hadapan Janamerta yang sudah ancang-ancang untuk kabur.


"Mau kemana kau?


Hari ini kau tinggalkan nyawamu disini", ucap Panji Watugunung yang segera menyabetkan Pedang Naga Api nya.


Kemunculan tiba-tiba Panji Watugunung membuat Janamerta alias si Pedang Iblis gelagapan, apalagi tebasan Pedang Naga Api mengancam nyawa nya.


Sekuat tenaga Janamerta berusaha menahan tebasan pedang Panji Watugunung, namun dia tidak sadar bahwa itu hanya pengalih perhatian.


Tangan kiri Watugunung yang sudah di liputi sinar putih kebiruan dari Ajian Guntur Saketi langsung menghantam perut Janamerta.

__ADS_1


Jlarrrrrr!!!


Arrrghh


Janamerta meraung keras saat Ajian Guntur Saketi membuat perut nya bolong tembus punggung. Janamerta roboh dengan bersimbah darah. Dia tewas seketika.


Panji Watugunung segera memungut Pedang Tulang Iblis yang tergeletak di samping mayat Janamerta. Pria itu kemudian mengambil sarung pedang di pinggang mayat Janamerta, kemudian menyarungkan pedang pusaka itu.


Melihat Janamerta dan Julungpujud tewas, Dewi Angin-angin dan Dewi Ular Putih yang masih bertahan saling berpandangan sejenak lalu mereka melompat kabur dari arena pertarungan di susul murid murid Perguruan Lembah Angin yang tersisa.


Mahasambu menggeram penuh kemarahan melihat ulah Perguruan Lembah Angin yang meninggalkan nya. Dia berusaha melarikan diri namun Ratna Pitaloka yang melihat gelagat mencurigakan Mahasambu, segera menebaskan Pedang Bulan Kembar nya kearah leher pemimpin Perguruan Teratai Jingga itu.


Mahasambu berupaya menangkis sabetan Pedang Bulan Kembar dari tangan kanan Ratna Pitaloka tapi sabetan Pedang Bulan Kembar di tangan kiri dia lupa.


Sraaaaakkkkkk


Mahasambu menjerit keras saat Pedang Bulan Kembar di tangan kiri merobek perut nya. Dengan cepat, Pedang Bulan Kembar kembali menebas leher Mahasambu yang sedang kesakitan akibat perutnya yang robek besar.


Crashhhh


Pemimpin Perguruan Teratai Jingga itu roboh dengan leher nyaris putus. Dia meregang nyawa sebentar kemudian diam tak bergerak lagi.


Dewi Srimpi segera bergegas menuju ke arah Mpu Sakri yang keracunan. Setelah melihat tanda-tanda nya, Dewi Srimpi segera mengambil botol keramik kecil yang ada di kantong bajunya dan mengambil sebutir pil berwarna hijau tua.


Dengan segera, Dewi Srimpi meminumkan pil itu pada Mpu Sakri setelah menotok beberapa jalan darah.


Mpu Narasima yang sudah kelelahan menyalurkan tenaga dalam, langsung digantikan perannya oleh Panji Watugunung yang baru mendekat.


Huooooogghhhh!


Mpu Sakri muntah darah merah kehitaman. Perlahan mimik muka Mpu Sakri memerah. Guru Panji Watugunung itu segera menata alur tenaga dalam nya usai Dewi Srimpi melepas totokan darah nya.


Terdengar sorak sorai para murid Padepokan Anggrek Perak dan murid Padepokan Padas Putih setelah pendekar terakhir dari Macan Pasuruhan tewas di tangan Anggrek Perak.


Semua orang menarik nafas lega.


Namun Wirotama yang datang mendekati Panji Watugunung memasang wajah sedih.


"Guru Wanabhaya sudah meninggal dunia Kakang Watugunung", ujar Wirotama dengan mata berkaca-kaca.


"Hidup mati seseorang itu sudah takdir Wirotama.. Kita tidak bisa menghindar dari maut saat waktu nya tiba", ujar Mpu Rungkat perlahan.


"Tapi kematian Kakang Wanabhaya, itu pertanda bahwa Padas Putih tidak bisa berada di tempat ini lagi. Tempat ini menyimpan kenangan bersama nya.


Kita harus memindahkan Padepokan Padas Putih segera", Mpu Narasima segera mengeluarkan usulan nya.


"Sebelum itu dibahas, sebaiknya kita menguburkan jenazah para saudara seperguruan kita yang gugur hari ini, Paman Guru..", Panji Watugunung segera angkat bicara dan ketiga guru Padepokan Padas Putih mengangguk tanda setuju.


Dari keseluruhan murid Padepokan Padas Putih, hanya tersisa 70 orang termasuk Rara Wilis. Abyasa dan lainnya tewas dalam upaya mempertahankan padepokan.


10 murid Padepokan Anggrek Bulan juga gugur hari itu.


Semua orang bekerja sama menggali lobang di halaman Padepokan Padas Putih untuk mengubur 230 saudara mereka yang meninggal. Sedangkan mayat mayat para penyerbu mereka bakar agar tidak menjadi sarang penyakit. Bau tidak sedap segera melingkupi seluruh tempat itu.


Malam itu, mereka beristirahat di Padepokan Padas Putih untuk terakhir kalinya.


Keesokan paginya, Panji Watugunung yang diapit Dewi Srimpi, Dewi Naganingrum, Ratna Pitaloka dan Sekar Mayang memimpin anggota Padepokan Padas Putih yang tersisa beserta murid Padepokan Anggrek Bulan meninggalkan tempat itu.


Mpu Sakri, Mpu Rungkat dan Mpu Narasima menatap sejenak ke arah markas Padepokan Padas Putih kemudian menggebrak kuda mereka mengikuti Panji Watugunung.


Tujuan mereka kembali ke Kayuwarajan Kadiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Ikuti terus kisah selanjutnya kak 😁


Yang suka silahkan tinggalkan jejak kalian dengan like 👍, vote ☝️, favorit ❤️ dan komentar 🗣️ nya agar author terus semangat menulis yah 😁

__ADS_1


Selamat membaca 😁😁🙏😁🙏😁😁


__ADS_2