
Menjelang tengah hari, hujan deras yang mengguyur kota Pakuwon Palah mereda. Panji Watugunung segera memerintahkan Ki Saketi dan bagian perbekalan untuk bersiap pulang ke Seloageng.
Dewi Srimpi dan para selir sudah mengemas barang mereka.
"Semuanya sudah siap Denmas, tinggal menunggu dari selir Denmas"
, ujar Dewi Srimpi sambil mengikat buntalan kain berisi pakaian.
"Kakang Watugunung, ayo berangkat", Ratna Pitaloka datang ke kamar dan menenteng perlengkapan nya. Sekar Mayang menyusul kemudian.
Panji Watugunung bergegas keluar kamar di ikuti 2 selir dan seorang pelayan nya. Mereka melangkah menuju bangsal paseban Pakuwon Palah. Di Alun alun Pakuwon, seluruh anggota pasukan Garuda Panjalu sudah menanti pimpinan mereka.
"Ki Kuwu Wardaya, aku mengucapkan terima kasih banyak atas bantuannya, mohon maaf jika selama disini kami merepotkan", ujar Panji Watugunung dengan sopan.
"Kami yang berterima kasih kepada Gusti Panji Watugunung, yang memberi kesempatan kepada putra saya Rajegwesi untuk mengabdi kepada Daha", Akuwu Wardaya membungkuk hormat.
"Tidak perlu begitu. Kita semua mengabdi pada Dahanapura.
Aku mohon pamit Ki Kuwu", Panji Watugunung segera melangkah menuju alun alun Pakuwon Palah di ikuti kedua selir dan 1 pelayan nya.
Akuwu Wardaya membungkuk hormat saat Panji Watugunung mengangguk dari atas kudanya. Panji Watugunung segera menarik kekang kudanya melesat meninggalkan istana Pakuwon Palah diikuti oleh seluruh anggota pasukan Garuda Panjalu.
Sepasang mata berkilat memandang kearah perginya Panji Watugunung.
"Panji Watugunung, penghinaan ini pasti akan aku balas".
Pasukan Garuda Panjalu melesat cepat menuju ke barat, melewati wanua wanua kecil di barat kota Pakuwon Palah. Cuaca yang masih lembab akibat hujan sepanjang pagi.
Menjelang sore, mereka sudah sampai di batas kota kadipaten Seloageng. Pasukan Garuda Panjalu terus memacu kudanya menuju istana kadipaten Seloageng.
Sesampainya di gerbang Istana Seloageng, Panji Watugunung dan pasukannya berhenti. Para prajurit penjaga segera membuka pintu gerbang istana. Panji Watugunung segera menepuk punggung kudanya, berjalan pelan menuju keputran Seloageng di ikuti 2 selir dan 1 pelayan nya. Sedangkan Ki Saketi memimpin pasukan Garuda Panjalu beristirahat di bangsal keprajuritan di belakang keputran Seloageng.
Panji Watugunung segera bergegas membersihkan diri. Usai itu, dia meminta Sekar Mayang dan Ratna Pitaloka untuk mengabari Dewi Anggarawati tentang kedatangan nya. Panji Watugunung sendiri berangkat menuju istana kadipaten Seloageng menghadap Tejo Sumirat.
"Sembah bakti saya Kanjeng Adipati", ujar Panji Watugunung begitu bertemu dengan Adipati Seloageng itu.
"Sembah bakti mu aku terima Bocah bagus.
Sudah kau selesaikan semua tugasmu??", tanya Tejo Sumirat sambil tersenyum penuh arti.
"Sudah Kanjeng Adipati, terimakasih sudah mengirim akuwu baru sesuai permintaan saya", ujar Panji Watugunung.
"Aku yang seharusnya berterima kasih kepada mu bocah bagus, kalau kau tidak menyangka basah Madangkungan, mana mungkin aku punya alasan untuk melengserkan nya?
Sekarang kau beristirahat dulu. Pekan depan kau resmi menjadi menantu ku. Aku sudah menyiapkan perayaan besar mulai besok", ujar Adipati Tejo Sumirat bersemangat.
"Terimakasih atas semuanya Gusti Adipati. Ada satu hal yang saya minta dari Gusti Adipati. Saya mohon Gusti Adipati mengabulkan nya", pinta Panji Watugunung.
"Apa itu bocah bagus? Katakan saja", Tejo Sumirat penasaran.
"Mohon bantuannya Gusti Adipati untuk prajurit Garuda Panjalu dari pakuwon Randu yang tewas di Bedander tempo hari, keluarga nya mendapat bantuan dari pemerintah kadipaten Seloageng", Panji Watugunung menghormat.
"Hahahaha, benar benar bagus. Tak salah pilihan ku hahahaha..
Kau masih sempat memikirkan anak buah mu meski kau akan menikah. Bagus aku suka dengan sikap mu.
Kau tenang saja bocah bagus, ku pastikan bahwa ada bantuan dari kadipaten Seloageng untuk keluarga nya", Tejo Sumirat tertawa terbahak-bahak mendengar permintaan calon mantu nya, sekaligus bangga.
"Kalau begitu saya mohon diri dulu Gusti Adipati", ujar Panji Watugunung sambil memberi hormat kepada Adipati Seloageng.
Tejo Sumirat segera mengangkat tangan kanannya pertanda dia berkenan.
Panji Watugunung bergegas kembali ke keputran Seloageng.
__ADS_1
Sementara itu, di keputren Seloageng, begitu mendengar berita calon suami nya pulang, Dewi Anggarawati tersenyum bahagia.
"Dia baik baik saja kan Kangmbok Mayang?", tanya Anggarawati bersemangat.
"Tentu saja, putri manja. Aku dan Kangmbok Pitaloka siang malam melindungi nya", Sekar Mayang tersenyum simpul melirik ke arah Ratna Pitaloka.
Ratna Pitaloka yang jengah dengan ulah Sekar Mayang segera berkata, "Kau tenang saja Anggarawati. Setelah upacara pernikahan, selama sepekan kami tidak akan menggangu acara kemesraan mu".
Dewi Anggarawati memerah wajahnya, mendengar ucapan Ratna Pitaloka. Hatinya berbunga-bunga. Dia sebenarnya ingin segera bertemu dengan Panji Watugunung, tapi karena masih menjalani pingitan, dia harus menahan perasaan nya.
Keesokan harinya,
Suasana perayaan meriah di adakan di istana Kadipaten Seloageng. Sesuai titah sang Adipati Seloageng, selama sepekan penuh perayaan untuk pernikahan putri bungsu Adipati Seloageng, Dewi Anggarawati dan putra Bupati Gelang-gelang, Panji Watugunung di laksanakan.
Lampu sentir dan hiasan janur kuning melengkung menghiasi setiap sudut istana.
Di gapura istana di pasang tarub besar untuk menyambut kedatangan rombongan tamu dari luar kadipaten. Bahkan sang raja Samarawijaya mengutus Mapatih Jayakerti untuk hadir ke acara seraya membawa hadiah dari Daha.
Berbagai kesenian rakyat di kadipaten Seloageng di undang untuk memeriahkan suasana. Rakyat kota Kadipaten Seloageng begitu gembira dan menikmati perayaan itu.
Di dalam istana sendiri, semua punggawa kadipaten Seloageng membantu pelaksanaan acara. Sedangkan para anggota pasukan Garuda Panjalu di tugaskan membantu pengamanan kegiatan perayaan.
Para Akuwu di wilayah Seloageng turut hadir di dalam perayaan besar ini. Sindupati Akuwu Bedander yang baru dan mertua nya Rakai Kulawu Akuwu Ganter hadir pada pertama perayaan.
Argamanik dari Pakuwon Sata dan Daranjana dari Pakuwon Pucang, hadir pada hari kedua. Pada hari perayaan ketiga Wardaya dari Pakuwon Palah dan Mpu Kebi dari Pakuwon Randu. Tunggul Sani dari Pakuwon Buntar dan Gurdapati dari Pakuwon Kancar hadir pada hari perayaan ke empat.
Di hari perayaan terakhir Setubanda dari Pakuwon Kapi dan Mpu Lodra dari Tawang menghadiri acara. Keesokan harinya, semua pembesar istana kadipaten Seloageng hadir untuk acara pernikahan Dewi Anggarawati dan Panji Watugunung. Patih Reksanata yang memimpin acara di bantu Tumenggung Gati dan Demung Rangga.
Upacara pernikahan berlangsung dengan lancar dan tenang. Aroma setanggi dan asap kemenyan memenuhi bangsal paseban Kadipaten Seloageng yang sudah dihias janur kuning dan bunga-bungaan. Panji Watugunung yang berdandan bangsawan benar benar kelihatan seperti raja. Dewi Anggarawati pun sama.
Saat pemberkatan air suci dari Mpu Soma dari pertapaan Ranja, suasana khidmat terasa di bangsal paseban Kadipaten Seloageng.
Nararya Candradewi meneteskan air mata bahagia, begitu juga Adipati Seloageng.
Putri kita sudah menikah sekarang", ucap Nararya Candradewi dengan haru.
"Iya Yayi, padahal baru kemarin kita menggendong nya, bermain dengan nya, sekarang dia sudah menjadi seorang istri", Tejo Sumirat terharu. Wajah lelaki paruh baya penguasa Seloageng yang biasanya di isi tawa, terlihat kuyu karna air mata kebahagiaan.
Wajah cantik Anggarawati berseri seri, sesekali melirik wajah pria tampan yang ada di sampingnya. Panji Watugunung pun sesekali melirik wajah istri nya, saat pandangan mereka bertemu, rona merah menghiasi wajah mereka berdua.
Saat mereka duduk bersanding di pelaminan, senyum bahagia terpancar dari wajah semua orang di paseban Kadipaten Seloageng.
Para penari dan gamelan dengan nada lembut mengalun merdu menambah suasana sakral.
Senyum bahagia tak lepas dari mereka berdua.
Menjelang senja, Panji Watugunung dan Dewi Anggarawati mundur dari pelaminan. Mereka di iringi Ratna Pitaloka, Sekar Mayang dan Dewi Srimpi serta dayang istana kadipaten menuju ke kamar Panji Watugunung yang sudah di hiasi sedemikan rupa. Sementara di luar, suasana meriah masih terus berlanjut.
Usai mandi dan berganti baju, Panji Watugunung dan Dewi Anggarawati duduk di serambi keputran Seloageng di temani Ratna Pitaloka, Sekar Mayang dan Dewi Srimpi.
"Putri Manja, selama sepekan sesuai janji ku,aku tidak akan menggangu mu bersama Kakang Watugunung", ujar Sekar Mayang.
"Iya, anggap saja hadiah pernikahan dari kami berdua", timpal Ratna Pitaloka.
Dewi Anggarawati tersenyum tipis.
"Kangmbok Pitaloka dan Kangmbok Mayang sekongkol ya? Aku loh paham, jangan membodohi aku. Ini kan memang jatah ku bersama Kakang Watugunung. Kemarin waktu ke Bedander kalian kan selalu bersama Kakang Watugunung, kalian pikir aku bodoh ya? Hehehehe"..
Sekar Mayang dan Ratna Pitaloka tertawa kecil.
Dewi Srimpi tersenyum dari balik cadar hitam nya.
'Ternyata mereka bisa rukun juga'
__ADS_1
Malam semakin larut. Panji Watugunung dan Dewi Anggarawati bergegas menuju kamar pengantin mereka. Diatas ranjang, Dewi Anggarawati menyandarkan kepalanya di dada suaminya.
"Kakang, sekarang Anggarawati milik kakang seutuhnya", Dewi Anggarawati tersenyum malu-malu
"Memang kemarin bukan ya Dinda Anggarawati?", goda Panji Watugunung.
"Ah kakang, bukan begitu maksud ku. Ihh Kakang Watugunung gak peka", Dewi Anggarawati pura pura merajuk.
Panji Watugunung segera merengkuh tubuh istrinya.
"Sudah waktunya Dinda"
Dewi Anggarawati mendongak menatap wajah suaminya. Dia tidak paham maksud Panji Watugunung.
"Waktu nya apa kakang?", tanya Anggarawati sedikit mengernyitkan keningnya.
Panji Watugunung tersenyum lebar kemudian berbisik mesra di telinga istri nya.
"Belah duren"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Duh bikin author iri aja πππ
Simak terus kelanjutan ceritanya guys
Btw, kemarin ada yang protes kenapa tidak segera to the point aja ceritanya
Gini ya readers yang budiman, ini cerita perjalanan ya? Kalau panjang novel nya berarti memang perjalanan.
Kalau mau pendek ya baca cerpen aja biar cepat selesai ππ
Author mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini.πππ
Mohon maaf jika cerita nya tidak sesuai dengan harapan readers semua.
Salamπππ
__ADS_1