
"Tari!" panggil Ummi dengan nada khawatir yang masih terdengar jelas di telinga semua santri yang ada di kamar saat ini.
"Iya, Ummi, ada apa?" sahut Tari.
"Siapkan semua baju Salma! kita ke rumah sakit sekarang!" jawab ummi sambil memberi perintah.
"Baik, Ummi," jawab Salma.
Bagaimana mungkin Tari bisa menolak perintah Ummi di saat Salma sedang sakit seperti sekarang, meski Tari tahu dengan pasti jika Salma sebenarnya kurang menyukai bau rumah sakit, tapi Tari harus tetap membawanya ke rumah sakit demi kesehatan Salma.
Dengan cekatan Tafi mengambil beberapa baju ganti dan keperluan di rumah sakit untuk Salma dan dirinya kemudian kembali berjalan mendekat ke arah Ummi.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Ummi saat melihat Tari sudah mendekat ke arahnya dengan satu tas cukup besar di tangannya.
"Alhamdulillah, sudah Ummi," jawab Tari seraya memberi isyarat ke arah tas yang kini sudah bertengger indah di punggung Tari, dia memang sengaja memakai tas punggung agar dia jauh lebih mudah untuk bergerak.
Suara deru mobil Kafa samar-samar terdengar di telinga, pelan tapi pasti Ummi mendengarnya.
"Mungkin Kafa sudah sampai, ayo bawa Salma ke dalam mobil. Mbak-mbak yang lain tolong bantuannya bawa Salma ke dalam mobil." Pinta Ummi yang langsung di turuti oleh semua orang yang ada di sana.
"Kafa, buka pintunya!" titah Ummi.
"Baik, Ummi," jawab Kafa yang langsung membuka pintu mobil untuk Salma dan Tari.
__ADS_1
Salma terlihat begitu lemas tak berdaya di bopong oleh Ratna dan Tari yang berada di sisi kanan dan kiri membantu Salma untuk berjalan dan berdiri tegak. Wajah Salma yang biasanya berseri kini terlihat begitu pucat pasi, tergambar jelas rasa lelah di sana.
Kafa hanya melihat sekilas kemudian kembali melajukan mobilnya keluar pesantren menuju rumah sakit terdekat.
"Sus tolong!" pinta Kafa saat Salma baru saja turun dari mobil.
"Baik, Pak," jawab seorang suster yang kebetulan sedang berjaga di ruang IGD.
"Silahkan isi data diri pasien, dan pilih kamar kelas berapa?" seorang suster datang dengan beberapa berkas yang harus di isi oleh Ummi.
"Sebentar ya Sus, saya akan suruh putera saya mengisinya," jawab Salma.
Ummi yang kurang memahami tentang pemilihan kamar dan lain sebagainya lebih memilih mencari Kafa dari pada mengisi sendiri, dia khawatir jika nanti salah mengisi data.
"Iya, Ummi, ada apa?" sahut Kafa berjalan menghampiri Ummi yang kini berjalan mendekat ke. arahnya.
"Ummi di suruh ngisi berkas-berkas ini dan Ummi takut salah ngisi, jadi Ummi kasih ke kamu aja," jawab Ummi seraya memberikan kertas yang dia pegang saat ini.
Kafa yang mendengar penuturan Ummi langsung mengambil alih berkas yang ada di tangan Ummi.
"Ayo masuk Ummi!" ajak Kafa berjalan masuk ke dalam rumah sakit menuju resepsionis untuk meminjam bolpen dan mengisi data yang di perlukan.
"Ini dokumennya sus, saya minta lakukan yang terbaik untuk pasien!" pinta Kafa seraya memberikan berkas yang telah dia isi.
__ADS_1
"Kamar VVIP?" tanya sang Suster.
"Iya, kenapa? apa ada masalah?" bukannya menjawab Kafa malah balik bertanya.
"Tidak, baiklah saya akan siapkan semuanya. " Jawab sanh suster.
Kafa hanya diam dengan tatapan mengintimidasi ke arah Suster dan sukses membuat sang Suster terlihat gerogi dan takut karenanya.
"Ummi tenang saja, Salma akan baik-baik saja kita tunggu dokter akan menempatkannya di mana," ujar Kafa sambil memeluk lengan Ummi untuk ikut bersamanya duduk di ruang tunggu di mana Tari duduk sejak tadi.
-
-
-
-
Kakak2 maaf ya updatenya sedikit, author sedang sakit mohon do'anya ya biar cepat sembuh. dan maaf author tidak bisa balas komentar kakak satu persatu. anak author rewel beberapa hari ini jadi author masih belum bisa balas.
terima kasih untuk segala dukungannya author sangat bahagia dengan komen dan kesetiaan kakak2 buat nunggu dan baca cerita ini.
Dan selamat menunaikan ibadah puasa semoga puasanya lancar ....😍😍😘😘
__ADS_1