
"kalian dari mana?" tanya Ummi.
"Umi,"sahut salma.
"Salma tiba-tiba ingin Mama makan nasi pecel dengan lauk ayam bakar," umi terdapat di jawab Kafa.
"Kalian beli nasi pecel ayam bakar tidak ingat sama Ummi?" Ummi kembali bertanya.
"Tentu saja kami ingat Ummi, ini nasi pecel untuk Ummi dan yang lain."jawab Salma sambil mengulurkan satu kantong plastik ukuran sedang yang berisi nasi pecel ayam bakar khusus untuk Ummi dan yang lain.
"Kebetulan sekali ummi dan Tari tidak masak hari ini, masuklah sebentar lagi kita akan berangkat mobilnya juga sudah di siapkan oleh Ghozi." Ajak Ummi.
Salma dan Kafa mengikuti langkah umi masuk ke dalam rumah mengikuti langkah Ummi yang melangkah lebih dulu masuk ke dalam rumah.
"Salma lebih baik kamu istirahat saja dulu! Ummi dan abah mau sarapan setelah itu memanggilmu jika semua sudah siap dan kita akan pergi ke dokter," tutur Ummi
"Baik, umi,"jawab Salma.
"Kalau begitu aku bisa pergi dulu. Sepuluh menit lagi aku akan kembali ke kamar, tidurlah dulu nanti aku akan kembali," sahut Kafa seraya mengusap lembut kepala Salma yang tertutup rapat oleh kerudung.
Salma hanya tersenyum mendengar ucapan Kafa, lalu dia melenggang pergi masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, karena apa yang dikatakan Kafa memang benar, saat ini Salma merasa sedikit lelah dan ingin merebahkan diri di atas kasur untuk sejenak, meski terasa aneh salma berusaha menghilangkannya, Salma memang merasakan banyak perubahan bukan cuma Kafa yang merasakannya, bahkan salma pun merasakan perubahan dalam dirinya yang entah disebabkan oleh apa, Salma hanya berharap jika apa yang terjadi pada dirinya bukan hal yang buruk melainkan hal yang baik sesuai dengan apa yang diduga oleh dirinya dan yang lain.
Sepuluh menit berlalu sesuai dengan apa yang dikatakan Kafa, dia benar-benar kembali.
"Bagaimana keadaanmu, sayang?" tanya Kafa sesaat setelah dia masuk ke dalam kamar.
"Aku baik-baik saja, Mas," jawab Salma.
"Umi dan yang lain sudah siap Sayang, ayo kita berangkat!" ajak Kafa.
Salma tersenyum ke arah Kafa kemudian melangkah mengikuti langkah kaki Kafa berjalan keluar dari kamar menuju mobil di mana Ummi dan yang lain sedang menunggunya.
Perjalanan dari pesantren menuju rumah sakit cukup memakan waktu, Salma yang sejati terlihat bersemangat kini mulai tertidur terletak dalam pelukan Kafa yang duduk di sampingnya sedang bumi dan apa berada di depan, kali ini Salma dan Kafa pergi bersama Ummi dan Abah juga Ghozi yang menyetir mobil, sedang Kafa dan Salma duduk di jok bagian belakang.
__ADS_1
"Bagaimana Sayang? Apa yang kamu rasakan? Apa ada sesuatu yang berubah atau kamu terasa sakit?" tanya Kafa.
"tidak ada, aku tidak merasakan apa-apa, hanya saja aku merasa sedikit lemas dan sering mengantuk," jawab Salma sambil menyandarkan tubuhnya dibawa kakak yang duduk di sebelahnya.
"Apa kamu sekarang merasa ngantuk?" tanya Kafa.
"Iya, aku sekarang merasa sedikit mengantuk," Salma kembali menjawab pertanyaan Kafa dengan senyum yang terlihat menggemaskan di mata Kafa.
"Baiklah kalau gitu kamu tidur saja di bahuku atau kamu tidur di sini?" tawar Kafa sambil mengusap bahu memberi tanda jika Salma bisa beristirahat di sana.
Tanpa menjawab pertanyaan ataupun perkataan Kaffa,
Salma merupakan dirinya bahu Kafa yang duduk di sampingnya.
Mobil terus melaju hingga sampai di pelataran rumah sakit. Kak sayang sejak tadi sibuk memperhatikan dan mencoba melihat perubahan dalam diri Salma kini mengalihkan pandangannya di mana gedung rumah sakit berdiri dengan kokoh.
"Bangunlah, Sayang! Kita sudah sampai," ucap Kafa seraya mengusap lembut bau Salma yang tertidur di sampingnya.
"Apa sekarang kita sudah sampai di rumah sakit?" Tanya Salma dengan ekspresi sedikit bingung dia menatap sekelilingnya.
"Iya, kita sudah sampai di rumah sakit bangunlah!" ujar Kafa.
Salma tak lagi menjawab ucapan kafa dia beranjak dari tempat duduknya keluar dari mobil mengikuti langkah Ummi dan Abah yang lebih dulu berjalan di depannya.
"Kemarilah, sayang!" pinta Ummi.
Salma yang mendengar permintaan Ummi berjalan mendekat ke arahnya dengan langkah pelan dan pasti, Salma membalas pelukan yang ada di Ummi yang memeluk bahunya menandakan jika Ummi memiliki sejuta kasih sayang yang saat ini ingin dia curahkan.
"Pelan-pelan saja kalau berjalan, salma!" ujar Ummi sambil terus menuntun Salma menuju ruang kandungan.
"Permisi Dok," sapa Ummi sesaat setelah Ummi dan Kafa masuk ke dalam ruangan.
"Iya, silahkan masuk!" sahut Dokter wanita yang terlihat begitu cantik dan anggun dengan kulit seputih salju dan sehalus sutera.
__ADS_1
Salma dan Ummi berjalan masuk ke dalam ruangan dan duduk tepat dihadapan sang dokter yang tersenyum ramah ke arahnya.
"Apa ada yang bisa saya bantu, Bu?" tanya sang dokter yang terlihat masih tersenyum ke arah Salma dan Ummi.
" Begini, Dok," jawab Ummi menebarkan posisi duduknya agar dia bisa mengatakan semuanya dengan keadaan yang jauh lebih tenang.
Ummi memberi jeda pada ucapannya kemudian menghirup udara dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Ini, Dok, saya mau memeriksakan puteri saya, karena akhir-akhir ini dia sering muntah-muntah dan badannya lemas, saya bermaksud memeriksakannya apa dia hamil atau hanya masuk angin biasa?" Ummi mengatakan tujuan dirinya datang.
"Apa sebelum ke sini puteri Ibu sudah mengetes kehamilannya dengan alat tes kehamilan?" Dokter itu kembali bertanya.
"Astaghfirullah, saya tidak berfikir sampai di situ Dok," sahut Ummi, sejak awal Ummi tidak berfikir sampai di situ, fikiran Ummi langsung mengira jika Salma hamil tanpa membuktikannya dengan alat kehamilan, semua itu terjadi karena Ummi terlalu bahagia.
"Tidak apa-apa, biar saya lihat dulu." Ujar Sang Dokter ramah.
Tok ... tok ... tok ...
"Permisi, Dok," ujar Kafa yang baru saja sampai, tadi dia kehilangan jejak Ummi dan Salma, jadi Kafa harus mencari ruang kandungan sendiri.
"Iya, siapa?" sahut Sang Dokter.
"Mas Kafa," panggil Salma saat melihat Kafa baru saja masuk ke dalam ruangan.
" Apa Ibu mengenalnya?" tanya Sang Dokter saat dia mendengar Salma memanggil Kafa.
"Iya, Dok, dia suami saya," jawab Salma.
"Silahkan masuk!" sahut sang Dokter mempersilahkan Kafa ikut masuk ke dalam ruangan untuk melihat proses pemeriksaan yang di lakukan oleh Salma.
Kafa berjalan masuk mendekat ke arah Salma dan menemaninya berjalan menuju brangkat yang di sediakan khusus untuk proses usg yang di lakukan oleh sang Dokter.
Jantung Salma berdebar begitu kencang saat sang Dokter memberikan jel sebelum meletakkan alat usg yang dia pegang.
__ADS_1