
"Mas Kafa!" panggil Salma lirih.
Saat ini Salma sedang kebingungan karena tidak bisa mengganti pakaian. Sejak semalam dia hanya memakai baju milik Kafa.
"Apa?" sahut Kafa hanya menengoknya sekilas.
"Aku gak punya baju ganti, dan aku bingung mau pakai baju apa?" jawab Salma dengan wajah memelas yang tampak dari balik pintu sedangkan badannya masih setia berada di dalam kamar mandi.
Tanpa menjawab perkataan Salma, Kafa langsung berjalan menuju almari mengambil satu kaos berukuran sama kemudian memberikannya pada Salma.
"Pakai ini!" titah Kafa seraya memberikan kaos yang tadi dia bawa.
"Kaos ini lagi?" sahut Salma dengan raut wajah kecewa.
"Pakai saja apa yang ada!" timpal Kafa dengan ekspresi wajah cuek yang terlihat jelas di wajahnya.
"terpaksa," lirih Salma kembali masuk ke dalam kamar mandi memakai kaos yang telah Kafa berikan.
"Kenapa Mas Kafa belum sholat juga?" tanya Salma sesaat setelah Salma keluar dari kamar mandi dan melihat Kafa duduk di tepi ranjang dengan sajadah di tangannya.
__ADS_1
"Aku menunggumu, kenapa lama sekali di kamar mandi?" jawab Kafa berdiri menata tempat untuknya sholat.
"Mukenahnya di mana Mas Kafa?" tanya Salma dengan ekspresi wajah polos.
"Di lemari, ambil saja!" jawab Kafa.
Salma langsung berjalan lebih cepat menuju almari mengambil mukenah dan sajadah yang sudah di siapkan oleh Ummi dua hari sebelum hari pernikahan.
Hari ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya, biasanya Kafa akan menjadi imam bagi para santri tapi kali ini dia menjadi imam bagi Salma yang sudah sah menjadi istrinya.
"Mukenah ini milik siapa, Mas?" tanya Salma pada Kafa sesaat setelah selesai sholat.
"Kapan aku membelinya? dan kenapa bisa ada di lemari baju Mas Kafa?" tanya Salma dengan ekspresi wajah aneh yang tergambar jelas di wajahnya.
"Ummi yang menyiapkan mukenah itu untukmu," Kafa kembali menjawab keraguan yang di ucapkan oleh Salma.
Salma hanya menganggukkan kepala tanda jika dia faham dengan apa yang di jelaskan oleh Kafa.
"Mas Kafa mau ke mana?" tanya Salma saat melihat Kafa hendak pergi dari kamar, sedang Salma saat ini masih sibuk merapikan tempat mereka tidur.
__ADS_1
Kafa tak merespon pertanyaan Salma, dia hanya menengok sekilas kemudian kembali berjalan keluar dari kamar.
"Dasar aneh," gerutu Salma merasa aneh dengan sikap yang di tunjukkan oleh Kafa yang terkadang begitu perhatian dan kadang bersikap dingin seperti saat ini.
Jika Salma di sibukkan dengan acara bersih-bersihnya, maka sangat berbeda dengan Kafa yangkini berjalan menuju pondok putri mencari keberadaan Tari yang tak terlihat sejak dia keluar dari kamar. Padahal Kafa sudah muter-muter area ndalem tapi tetap saja Tari tidak terlihat.
"Mbak Mila!" panggil Kafa.
"Iya, Mas Kafa, ada yang bisa Mila bantu?" sahut Mila yang kebetulan lewat di depan Kafa yang. sedang berdiri di teras Ndalem khusus untuk tamu dari pondok puteri.
"Tolong panggilkan Tari!" pinta Kafa.
"Baik, Mas Kafa," jawab Mila menyanggupi permintaan Kafa.
"Tunggu Mila!" Kafa kembali mencegah Mila yang terlihat melangkah sedikit menjauh darinya.
"Iya, Mas Kafa," Mila berbalik dan berjalan beberapa langkah mendekat ke arah Kafa.
"Sampaikan pada Tari jika aku menunggunya di sini dan bawakan aku sebagian baju Salma juga!" Kafa menyelesaikan permintaannya yang tadi belum selesai.
__ADS_1