
'Ceklek
Suara pintu kamar perlahan terbuka, nampaklah Kafa dengan wajah lelahnya berdiri di tengah pintu, menatap heran ke arah Salma yang ternyata masih lelap dalam tidurnya.
"Astaghfirullah, kenala istriku jadi suka tidur seperti ini?" gumam Kafa menatap heran ke arah Salma.
"Sayang, ini sudah siang, apa kamu tidak mau bangun dan ikut Ummi menyusul Abah ke stasiun?" bisik Kafa tepat di telinga Salma.
Perlahan Salma membuka mata, melihat kehadiran Kafa membuat Salma merasa senang, entah mengapa dalam hatinya terbesit rasa ingin memeluk Kafa dengan erat dan penuh cinta, tanpa ada kata Salma yang baru membuka mata langsung beranjak dan duduk di pangkuan Kafa sambil meningkatkan kedua tangannya di perut Kafa, saat ini Salma terlihat seperti kucing kecil lucu yang sedang bermakna pada majikannya, tak hanya duduk di pangkuan Kafa sambil memeluknya dengan erat, Kafa juga mengusap-usapkan kepalanya di dada Kafa sambil menikmati aroma tubuh Kafa yang entah sejak kapan membuatnya kecanduan.
"Sayang, are you okey?" tanya Kafa yang justru merasa aneh dengan perubahan sikap Salma yang tak pernah dia duga.
Kafa bertanya sambil terus menatap heran ke arah Salma yang kini sedang meringkuk di pangkuannya, rasa heran Kafa masih belum bisa terobati begiti saja.
"Aku masih sehat Sayang," sahut Salma semakin membuat Kafa keheranan, sejak kapan Salma memanggilnya Sayang? dia yang biasanya lebih suka memanggil Mas kini tiba-tiba memanggil sayang tanpa sebab.
Suasana sejenak hening sampai suara protes Salma terdengar mengusik telinga Kafa yang sedang mencoba mendengar suara Salma.
"Kenapa kamu tidak membalas pelukanku?" tanya Salma dengan ekspresi wajah penuh rasa heran yang tak kunjung usai.
"Mas Kafa tidak suka ya kalau aku bersikap manja seperti saat ini?" tanya Tari dengan ekspresi wajah penuh rasa kecewa dia menatap ke arah Kafa yang tak henti-hentinya merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh Salma.
"Bukan begitu Sayang, Mas suka kok, apa lagi jila mendengarnya memanggil Mas dengan sebutan Sayang, Mas semakin senang dan bahagia, saat ini Mas hanya merasa heran denganmu, kenapa kamu tiba2 memanggil Sayang? dan sikapmu jadi manja seperti ini," tanya Kafa sambil mengungkapkan semua rasa heran yang hinggap dalam dirinya.
__ADS_1
"Aku juga bingung Mas, aku tidak bisa menjelaskan apapun saat ini, yang aku tahu aku hanya ingin memelukku erat seperti saat ini," jujur Salma.
Melihat kehadiran Kafa tadi membuat jiwa manja dalam diri Salma tiba-tiba muncul dan memberontak, Salma tak bisa menahan diri untuk tetap diam tanpa melakukan apapun.
Kafa hanya tersenyum kemudian membalas pelukan Salma dan memeluknya penuh cinta.
"Tapi jika Mas Kafa tidak menyukai sikapmu ini, aku akan turun dan menahan diri agar lain kali aku tidak memeluk Mas Kafa sembarangan," ujar Salma dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
"Jangan! tetaplah seperti ini! aku senang dengan sikapmu ini," sahut Kafa yang terdengar tidak rela jika Salma berubah.
Mendengar jawaban Kafa membuat Salma semakin semangat dan mempererat pelukannya, apa yang di lakukan Salma sukses membuat adik kecil Kafa yang sejak tadi tertidur pulas kini terbangun, Kafa yang selalu tak bisa menahan diri memulai aksinya.
Perlahan tapi pasti Kafa menggerakkan tangan menjelajah ke setiap tempat yang kini sudah menjadi tempat favoritnya, tangan yang sejak tadi hanya diam kini mulai bermain di gunung kembar, tempat paling dia suka.
Tok ... tok ... tok ....
"Kafa!" suara Ummi terdengar begitu jelas di telinga Salma dan Kafa yang langsung menghentikan aktifitas keduanya.
"Ummi," lirih keduanya dengan gerakan bibir bersamaan.
Salma yang sejak tadi duduk di pangkuan Kafa langsung turun beralih duduk di kasur sambil merapikan baju yang sudah acak-acakan akibat ulah Kafa, sedang Kafa menetralkan nafas yang memburu kemudian berjalan ke arah pintu untuk membukakan Ummi yang sedang menunggu keduanya di balik pintu.
"Iya, ada apa, Ummi?" pertanyaan konyol yang membuat Ummi sedikit mengerti dengan kegiatan Kafa di dalam rumah hingga dia lupa niat awal dirinya pergi ke kamar.
__ADS_1
"Ummi tunggu kamu dan Salma di mobil, jangan terlalu lama! kasihan Abah jika dia harus menunggu terlalu lama," ujar Ummi.
Kafa hanya bisa menggaruk kepala belakangnya menahan rasa malu karena dia lupa dengan niat awalnya yang berniat membangunkan Salma dan mengajaknya ikut menyusul Abah di stasiun.
Abah sedang melakukan perjalanan ceramah ke kota seberang, travel yang menjemputnya membuat janji di stasiun, Abah terpaksa meminta di jemput karena Ghozi pergi ke kota sedang sopir pribadinya sedang izin karena puterinya sakit, Abah terpaksa meminta di jemput di stasiun dan pulang juga di antar sampai di stasiun karena dia tidak ingin merepotkan orang lain, apa lagi saat ini santrinya sedang menjalankan ujian akhir yang memang begitu penting untuk kelulusan ataupun kenaikan kelas mereka.
"Baik, Ummi," jawab Kafa.
"Kenapa Mas?" tanya Salma saat melihat Kafa menutup pintu setelah melihat Ummi pergi dari depan pintu.
"Mas lupa kalau tadi ke sini berniat membangunkamu dan berniat mengajakmu pergi menjemput Abah di stasiun, Ummi datang mengingatkan, mungkin karena aku terlalu lama di sini dan belum kembali sedang Abah sudah perjalanan pulang," Kafa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Maaf, Mas, semua gara-gara aku," Salma meminta maaf karena dia merasa jika dirinyalah penyebab Kafa sampai lupa dengan apa yang harusnya dia lakukan tadi, Salma menunduk sambil meneteskan air mata, merasa sangat bersalah dengan apa ayang terjadi.
"Sudah, jangan menangis! kamu tidak salah Sayang, Mas malah senang dengan apa yang kamu lakukan barusan," Kafa mencoba menenangkan Salma yang kini justru menangis sesenggukan.
Sungguh sikap sElama terasa begitu aneh membuat Kafa bingung harus bagaimana.
"Sekarang lebih baik kita siap-siap, kamu mandi saja dulu! biar Mas yang siapkan baju gantinya," ujar Kafa yang tak ingin melihat istrinya terus-terusan merasa bersedih dan menangis seperti saat ini.
Salma yang mendapat perintah dari Kafa langsung berjalan ke kamar mandi setelah mengusap air matanya.
"Kenapa Salma semakin aneh ya?" gumam Kafa yang hanya bisa dia dengar sendiri saat melihat Salma sang istri sudah masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
'Apa benar Salma hamil? kata teman-temanmu yang sudah menikah, orang hamil itu mudah bersedih dan mudah senang kadang kala juga bersikap manja tanpa sebab,' kali ini batin Kafa yang berkomentar.