Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Rencana Pernikahan Umik


__ADS_3

Cukup lama Ghozi berdiri di balik pintu, pandangannya tak pernah lepas dari arah gerbang besar di mana para tamu akan masuk area pesantren, selaras dengan pandangan mata jantungnya juga berdetak dengan kencangnya mengingat sebentar lagi dia bisa mengikat Tari dan mengklaim bahwa Tari akan menjadi calon istrinya.


Mobil yang di naiki Umik akhirnya datang juga, seutas senyum muncul dari bibir Ghozi yang kini sedang menatap Umik yang turun dari mobil.


"Umik," sapa Ghozi seraya berjalan cepat mendekat ke arah Umik dan langsung meraih tangannya kemudian mencium punggung tangan Umik yang kini tersenyum lebar ke arah Ghozi.


"Apa kamu bahagia sekarang, Nak?" tanya Umik setelah melihat senyum bahagia di wajah puteranya itu.


"Kenapa? apa Umik tidak menyukainya?" bukannya menjawab Ghozi malah balik bertanya, pertanyaan Umik di artikan sebagai sindiran di mana sebenarnya beliau tidak menyukai apa yang sedang terjadi, tapi beliau tetap melakukannya demi kebahagiaan Ghozi.


"Siapa bilang Umik tidak menyukainya? kalau Umik tidak suka, saat ini Umik tidak akan datang," jawab Umik sambil ikut menunjukkan senyum paling manis yang dia punya."Aku fikir Umik tanya seperti itu karena tidak menyukai semua ini," jujur Ghozi.


"Umik sangat menyukainya, apa lagi jika Umik bisa melihatmu tersenyum bahagia seperti saat ini. Umik sangat-sangat senang karenanya," ujar Umik yang cukup membuat Ghozi semakin bahagia mendengarnya.

__ADS_1


"Apa gadis pilihanku tepat Umik?" Ghozi mencoba meyakinkan diri dengan gadis yang dia pilih.


"Tepat dan Umik juga menyukainya, meskipun keluarga aslinya bukan orang yang bertanggung jawab; tapi setidaknya gadis itu tumbuh dengan sangat baik," Umik mengatakan apapun yang ada dalam fikirannya tanpa ada satu hal pun yang di tutupi, bagi Umik kejujuran adalah awal dari segala kebaikan yang akan datang.


Ghozi tak lagi menjawab ucapan Umik, dia memilih untuk mengajaknya masuk ke dalam rumah untuk menemui Ummi dan yang lain, yang sejak tadi sudah menunggunya.


"Alhamdulillah, Akhirnya Datang juga," lirih Ummi sesaat setelah melihat Ghozi dan Umik masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum," sapa Umik.


"Apa perjalanannya lancar?" Tanya Ummi.


"lancar, makanya kami sampai lebih awal," jawab Umik yang tak pernah berhenti menampakkan senyum bahagia yang terus menghiasi wajahnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kalau begitu masuklah dulu!" pinta Ummi seraya memberi isyarat agar Umik mengikuti langkahnya.


"Di mana Tari?" tanya Umik setelah dia tak melihat Sang menantu?


"Tari ada di kamar Umik, biasa lagi di dandanin sama menantuku," jawab Ummi sambil tersenyum ke arah Umik yang ikut tersenyum karenanya.


Umik tersenyum menanggapi ucapan Ummi.


"Ummi," panggil Umik dengan suara lirih.


"Iya, ada apa Umik?" sahut Ummi dengan jantung yang berdetak, dia khawatir jika Umik membatalkan ataupun memprotes sesuatu yang menurutnya kurang cocok di hatinya.


"Rencananya hari ini aku ingin Ghozi dan Tari menikah, walaupun hanya menikah secara sirri dulu, apa Ummi mengizinkan!" tanya Umik dengan ekspresi wajahnya penuh harap sekaligus penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Kenapa Umik ingin menikahkan mereka? apa ada masalah?" sahut Ummi.


"Tidak ada Ummi, aku hanya ingin mereka ikut pulang bersamaku hati ini, Ummi tenang saja! semua surat-surat yang di butuhkan sudah siap, kemarin santriku sempat meminta kelengkapan data milik Tari, jadi hari ini di ajukan dan rencananya lusa pernikahan sah nya di gelar, menurut Ummi bagaimana?" Umik menjelaskan semua rencana yang sudah dia susun.


__ADS_2