Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Ummi memanggil


__ADS_3

"Aku siap jemput Kafa Ummi, biar nanti aku yang menjemputnya." Jawab Ghozi dengan ekspresi wajah yang ikut bahagia.


"Alhamdulillah, Ummi senang dengernya," ujar Ummi dengan senyum yang melebar dan mata berbinar terlihat bahagia.


Sejak mendapat kabar jika Kafa akan pulang Ummi terlihat lebih banyak tersenyum dan bahagia, wajahnya terus berbinar dan terlihat semakin cantik juga muda karenanya.


Keesokan harinya ....


Hari ini adalah hari jum'at, hari di mana para santri akan mendapat libur dari semua kegiatan dari pagi sampai sore, tapi tidak untuk Salma dan Tari yang harus berjaga di kantin lebih lama karena para santri yang biasanya selalu makan di pagi hari dan tepat waktu, khusus di hari jum'at para santri makan di jam-jam yang berbeda, dan hal itu membuat Salma juga Tari harus stand by di kantin untuk melayani para santri.


"Mbak Salma, Mbak Tari!" panggil seorang santri yang baru datang dan masuk ke dalam kantin.


"Iya, ada apa Mbak?" sahut Salma yang sejak tadi duduk terdiam menunggu santri datang dan makan.


"Di panggil Ummi di ndalem," jawab Sang santri.


"Kalau kita ke sana siapa yang akan menjaga di kantin?" sahut Tari berdiri menoleh ke arah Santri itu.

__ADS_1


"Hari ini saya yang akan membantu Mbok Yem, Mbak Salma dan Mbak Tari di suruh menemui Ummi di ndalem!" jawab Santri itu.


"Syukurlah, alhamdulillah, jum'at ini kita bisa libur," ucap Tari tanpa filter.


"Hus! kau ini suka ngomong sembarangan, saring dulu Tari!" sahut Salma sambil menggelengkan kepala heran melihat sikap Tari yang masih saja sama dan tak berubah meski sudah cukup lama berada di pesantren dan mendapat ilmu cukup banyak dari Ghozi yang harusnya bisa merubah sikapnya yang terbiasa ceplas ceplos.


"Sorry Salma, aku udah begini sejak lahir, selama aku tak merugikan orang lain kenapa aku harus merubahnya? lebih baik seperti ini dari pada pura-pura baik dan bertutur kata lembut tapi hatinya busuk penuh rasa benci dan dendam," Tari mengungkapkan apa yang menurutnya baik dan apa yang menurutnya buruk.


"Terserah kamu saja, yang pasti hati-hati kalau bicara!" Salma yang mengerti sifat asli Taru tak berniat untuk terus berdebat karena perdebatan.


"Tenang saja, aku tahu mana yang bisa dan tidak bisa di ungkapkan di depan umum, jadi kamu tenang saja!" bela Tari.


"Ayo!" sahut Tari berjalan menyusul Salma yang lebih dulu pergi.


"Pelan say! kita gak lagi lomba jalan cepat, jadi jalannya santai aja." Tegur Tari yang kini masih tertinggal meski sudah mempercepat langkahnya.


Salma yang mendengar ucapan Tari tak menyahuti hanya memperpelan langkahnya agar Tari bisa berjalan di sampingnya.

__ADS_1


"Kira-kira Ummi kenapa manggil kita ya?" tanya Tari.


"Aku gak tahu Tari, kan sejak tadi aku bersamamu dan tidak bertemu dengan Ummi." Jawab Salma.


"Aku bilang kira-kira Salma, perkiraan kamu aja, aku juga tahu kali kalau sejak tadi kamu bareng sama aku," sahut Tari.


"Sekalipun kira-kira aku juga gak tahu Tari," ucap Salma.


"Padahal Ummi tahu dengan pasti jika kita pasti sibuk di hari jum'at, tapi Ummi tetap manggil kita, aku yakin jika ada sesuatu yang terjadi," ungkap Tari


-


-


-


-

__ADS_1


Kakak-kakak maaf 2 hari ini updatenya sedikit, author sedang tidak enak badan. 🤒🤒🤒🤒🤒


mohon do'anya biar cepat sembuh dan kembali update dengan jumlah kata yang lebih banyak.


__ADS_2