
"Ini kopinya Mas," Salma memberikan secangkir kopi pada Kafa dan meletakkannya di atas meja lengkap dengan camilan yang tertata rapi di atas piring
"Terima kasih," ucap Kafa dengan senyum manis yang terlihat begitu indah.
'Tumben pagi-pagi udah senyum? aneh,' batin Salma, bukannya senang mendapatkan senyum seorang Kafa di pagi hari Salma justru merasa aneh dengan senyuman yang di tunjukkan oleh Kafa.
Tanpa membalas ucapan ataupun senyuman Kafa, Salma melangkah meninggalkan kamar sambil mengedikkan bahu merasa aneh dengan senyum Kafa.
"Mbok Sumik!" panggil Salma sesaat setelah melihat Mbok Sumik berdiri di dapur dan terlihat sedang kebingungan.
"Iya, ada apa Neng?" sahut Mbok Sumik yang tadi sedang membungkuk di depan lemari es yang terbuka kini menegakkan tubuh menoleh ke arah Salma.
"Mas Kafa minta di buatkan jamur crispy, apa di dapur masih ada stok jamur dan bahan yang lain Mbok?" tanya Salma sebelum dia benar-benar memasak.
"Tunggu sebentar biar Mbok carikan!" jawab Mbok Sumik sambil berjongkok kembali mencari bahan yang bisa di gunakan oleh Salma.
"Maaf Neng, sepertinya bahan untuk membuat jamur crispynya habis, Mbok saja kebingungan sejak tadi mencari bahan yang bisa di masak, tapi di lemari es sudah tidak ada bahan untuk memasak," tutur Mbok Sumik.
"Tunggu di sini Mbok! biar Salma beri tahukan Mas Kafa dulu." Sahut Salma yang langsung berjalan keluar dari dapur dan kembali ke kamar untuk menemui Kafa dan memberitahukan apa yang tadi di katakan oleh Mbok Sumik.
"Baiklah Neng, Mbok tunggu di sini ya." Jawab Mbok Sumik yang di angguki oleh Salma sebagai tanda jika dia sudah setuju.
"Iya, Mbok," ucap Salma kemudian meninggalkan Mbok Sumik.
"Mas Kafa," panggil Salma dengan suara lembut, selembut sutera.
"Iya, kenapa Salma?" Sahut Kafa sambil menoleh mengalihkan pandangannya ke arah Salma berdiri.
"Bahan masakan di dapur sudah mulai habis," jawab Salma, tanpa di jelaskan Kafa sudah mengerti maksud dari ucapan Salma.
Sejenak Kafa terdiam, dia berfikir cara agar dirinya bisa dekat dengan Salma, hingga muncullah sebuah ide.
"Kamu ganti baju dan bersiaplah! kita akan berbelanja di swalayan." Ujar Kafa seraya mematikan laptop yang sejak tadi ada di depan meja kemudian menyimpannya di tempatnnya.
"Apa Mas Kafa juga mau ikut berbelanja?" tanya Salma saat melihat Kafa memilih baju di dalam lemari.
"Apa kamu bisa berangkat dan belanja sendiri tanpaku di kota sebesar ini?" Kafa melempar pertanyaan pada Salma yang menggeleng mengisyaratkan jika dirinya tidak bisa berbelanja sendiri tanpa bantuan Kafa.
__ADS_1
"Kalau sudah mengerti alasannya lebih baik kamu cepet-cepet ganti baju dan bersiap!" titah Kafa.
Salma langsung berjalan menuju ruang penyimpanan baju untuk mengganti baju yang pas agar dirinya terlihat sedikit lebih pantas di lihat orang.
Kafa kini berjalan menuju dapur untuk menemui Mbok Sumik yang terlihat mengelap meja tempat makan.
"Mbok!" panggil Kafa.
"Iya, Mas Kafa, ada apa?" sahut Mbok Sumik.
"Tulis semua kebutuhan yang habis di dapur dan cepat berikan padaku! aku tunggu Mbok Sumik di garasi." Jawab Kafa memberi perintah pada Mbok Sumik.
"Siap Mas Kafa," sahut Mbok Sumik dengan penuh semangat.
Kafa berjalan meninggalkan dapur menuju garasi memanasi mobil yang akan di pakai untuk berbelanja bersama Salma.
"Ghozi!" panggil Salma saat melihat Ghozi sedang duduk menikmati sinar mentari yang baru muncul dan terasa begitu hangat dengan warna jingga yng ikut menghiasi pagi.
"Eh Neng Salma, ada apa?" sahut Ghozi sambil menoleh ke arah Salma yang berdiri tak jauh dari tempatnya duduk.
"Kamu lagi ngapain di sini?" bukannya menhawab Salma balik bertanya.
"Kamu mau ke mana?" sambung Ghozi saat melihat Salma berbaju rapi dan bersiap untuk pergi.
"Mas Kafa mengajakku ke swalayan," jawab Salma.
"Tumben Mas Kafa mengajakmu ke swalayan pagi-pagi begini?" tanya Ghozi menatap aneh ke arah Salma yang justru terlihat tidak peduli dengan mengedikkan bahu acuh.
"Apa ada sesuatu yang ingin kamu beli? atau ada menu yang ingin kamu makan untuk sarapan pgi?" tawar Salma.
"Aku ingin makan soto ayam, apa kamu bisa memasaknya untukku?" Ghozi menjawab pertanyaan Salma dengan pertanyaan.
"Aku pasti akan memasakkannya untukmu nanti, apa masih ada lagi?" Salma kembali bertanya.
"Jangan lupa hubungi aku jika ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman! ingatlah aku ada di sini karena perintah Ummi yang ingin kamu tetap aman dan nyaman tinggal di kota ini." Ghozi mengingatkan Salma agar dia bisa lnagsung menghubungi Ghozi kapan pun tanpa ada rasa ragu ataupun sungkan.
"Siap pak penjaga," jawab Salma seraya mengangkat hormat pada Ghozi.
__ADS_1
Ghozi hanya tersenyum menanggapi ucapan Salma yang menurutnya cukup lucu.
"Neng Salma!" panggil Mbok Sumik.
Langkah Salma langsung terhenti saat mendengar namanya di panggil oleh Mbok Sumik.
"Ada apa Mbok?" tanya Salma seraya berbalik menatap ke arah Mbok Sumik yang berjalan mendekat ke arah Salma berdiri.
"Neng, Mbok titip catatan ini untuk Mas Kafa," jawab Mbok Sumik memberikan satu kertas yang penuh dengan tulisan Mbok Sumik yang terlihat cukup rapi dan bisa di baca.
"Apa ini bahan makanan yang harus di beli Mbok?" tanya Salma saat melihat tulisan Mbok Sumik.
"Iya, Neng," jawab Mbok Sumik sambil tersenyum lembut ke arah Salma.
"Salma berangkat dulu ya Mbok." Pamit Salma berjalan keluar dari dalam rumah menuju garasi untuk menemui Kafa.
"Mas Kafa!" panggil Salma.
Kafa yang sejak tadi serius mengelap mobil langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara lembut menyejukkan hati memanggil namanya.
"Apa?" sahut Kafa.
"Ini catatan dari Mbok Sumik," Salma mberikan satu kertas yang di titipkan Mbok Sumik padanya.
"Simpan saja! nanti kamu bisa membaca dan membeli barang yang di perlukan di swalayan," uhar Kafa menyudahi kegiatannya mengelap mobil.
"Masuklah!" sambung Kafa.
Salma berjalan masuk ke dalam mobil setelah mendengar perintah dari Kafa.
"Kamu mau ke mana?" cegah Kafa saat melihat Salma justru masuk ke dalam mobil dan hendak duduk di jok tengah.
"Mau duduk," jawab Salma.
"Aku bukan sopirmu, duduk di depan!" titah Kafa kemudian.
"Baiklah," Salma kembali keluar dari dalam mobil dan duduk di jok depan tepat di samping Kafa.
__ADS_1
"Lain kali kalau keluar hanya berdua denganku jangan duduk di jok belakang! aku bukan sopirmu kau harus selalu ingat itu," pesan Kafa yang langsung menginjak gas melajukan mobilnya keluar dari garasi.
Sepanjang perjalanan tak ada yang memulai percakapan, Kafa diam seribu bahasa menatap lurus ke depan, memperhatikan jalan, yang terdengar hanya lantunan lagu mellow yang sukses membuat mata Salma perlahan tersihir untuk terpejam, perlahan tapi pasti Salma mulai tertidur jauh berkelana ke alam mimpi.