Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Mencoba Gamis


__ADS_3

Ummi menelusuri mall dengan langkah ringan mencari gamis model terbaru dengan bahan paling bagus dan nyaman untuk di pakai yang pastinya memiliki harga yang cukup fantastis.


"Bagaimana dengan yang ini Kafa?" tanya Ummi seraya menunjukkan satu gamis berwarna biru muda yang terlihat begitu cantik dan anggun.


"Bagus, Ummi," ini sudah sekian kalinya Kafa menjawab hal yang sama sejak Ummi bertanya.


"Dari tadi kamu bilang bagus-bagus mulu, Ummi jadi bingung mau milih yang mana?" keluh Ummi yang tak bisa memutuskan karena setiap kali dia bertanya Kafa selalu menjawabnya dengan kalimat yang sama.


"Semua yang Ummi pilih memang bagus, jika Ummi bingung kenapa gak beli semuanya saja?" usul Kafa yang tak mau ambil pusing untuk memilih yang paling bagus di antara baju pilihan Ummi.


"Dia bukan Intan yang akan langsung menerima semuanya Kafa, satu baju saja belum tentu dia terima apalagi jika Ummi membelikan semuanya, pasti langsung di tolak," ujar Ummi yang sukses membuat Kafa diam seribu bahasa.


Sebenarnya Kafa tahu jika Intan memang gadis matre yang memandangsegalanya dengan harta, dan Kafa juga yakin jika Intan mau menjadi kekasihnya karena dia memiliki cukup uang untuk memanjakannya, dan Kafa yakin jika Intan pasti akan langsung meninggalkannya saat dia tahu kalau Kafa tak memiliki harta yang cukup untuk dirinya.


Ummi yang tak lagi ingin meminta pendapat pada Kafa langsung memilih satu gamis berwarna cream yang terlihat begitu lembut, dan membuat Ummi yakin jika Salma akan lebih terlihat anggun dengan gamis berwarna cream. Ummi juga membelikan satu baju kokoh berwarna senada untuk Kafa.


"Ayo pulang!" ajak Ummi setelah Kafa membayar seluruh belanjaan Ummi.


Mobil kembali melaju kembali pulang ke pesantren karena Ummi ingin segera memberikan gamis yang tadi di belinya pada Salma.


"Ghozi!" panggil Ummi sesaat setelah sampai si halaman rumahnya.


"Ada apa Ummi?" sahut Ghozi berjalan mendekat ke arah Ummi setelah mengunci pintu mobil yang tadi di pakai.


"Ini untukmu! di pakai ya," Ummi memberikan satu setel baju kokoh berwarna putih ke arah Ghozi.


"Ini untuk apa Ummi?" tanya Ghozi yang bingung melihat Ummi memberikan satu setel baju kokoh untuknya.


"Baju baru untukmu Ghozi, Ummi tadi membelikan baju untuk Kafa dan Ummi ingin membelikannya untukmu juga." Jawab Ummi.

__ADS_1


"Terima kasih Ummi," ujar Ghozi mengambil baju kokoh yang yang di berikan oleh Ummi.


"Sama-sama, jangan lupa di pakai!" pesan Ummi sebelum meninggalkan Ghozi yang masih setia berdiri di tempatnya.


"Siap, Ummi," jawab Ghozi.


Ummi berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah lebar, dia ingin segera menemui Salma dan memintanya mencoba gamis yang telah dia beli tadi, sedang Kafa harus pergi mengecek keuangan di tokoh pusat. Sejak Kafa lulus SMA dia sudah di beri tanggung jawab mengelolah beberapa tokoh besar milik sang Abah, dan selama Kafa pergi dia hanya mengecek keuangan secara online melalui pegawai kepercayaannya, tapi kali ini dia datang langsung ke tokoh untuk memastikan segalanya.


"Mbak Mila!" panggil Ummi setelah sampai di teras ruang tamu khusus wali santri perempuan yang langsung menghadap ke arah pondok putri, sekaligus menjadi akses utama bagi semua santri dan wali santri jika ingin bertemu dengan Ummi.


"Iya, Ummi, ada apa?" sahut Mila berjalan mendekat ke arah Ummi untuk menemuinya.


"Mbak, tolong panggilkan Salma!" pinta Ummi.


"Baik, Ummi," jawab Mila.


Melihat Míla berjalan meninggalkannya menuju asrama Ummi langsung pergi masuk ke dalam rumah untuk menyiapkan gamis yang akan di berikan pada Salma dan beberapa barang juga makanan yang dia beli untuk Salma dan Tari, kedua gadis istimewa yang kini sudah Ummi anggap seperti puterinya sendiri.


Tak butuh waktu lama untuk menunggu Salma yang Ummi panggil tadi, "Assalamualaikum, Ummi!" suara Salma terdengar memanggil Ummi yang langsung berdiri berjalan menghampiri Salma.


"Waalaikum salam, masuklah!" titah Ummi sambil merangkul pundak Salma, wajah Ummi terlihat begitu bersinar dengan semangat dan kebahagiaan yang terpancar.


"Ummi manggil Salma?" tanya Salma setelah sampai di ruang keluarga.


"Iya, duduk sini!" titah Ummi yang langsung di turuti oleh Salma.


"Lihatlah gamis ini! menurutmu bagaimana?" Ummi meminta pendapat Salma tentang gamis yang dia beli di mall sambil menunjukkannya ke arah Salma.


"Masya allah bagus dan indah sekali bajunya Ummi," jawab Salma menatap kagum ke arah gamis yang di tunjukkan oleh Ummi.

__ADS_1


"Apa kamu suka?" Ummi kembali bertanya.


"Siapa yang tidak suka dengan gamis sebagus ini Ummi? semua gadis pasti menyukainya," jawab Salma dengan tatapan yang masih tertuju ke arah gamis yang dia pegang saat ini.


"Cobalah!" titah Ummi.


Salma yang mendengar perintah Ummi langsung terkejut, pandangan yang tadi tertuju pada gamis kini beralih menatap Ummi dengan tatapan heran.


"Kenapa aku di suruh mencoba gamis ini Ummi?" pertanyaan yang sungguh membuat Ummi geli, Salma terlihat begitu polos saat ini.


"Salma, apa kamu lupa dengan permintaan yang pernah Ummi minta padamu?" tanya Ummi mencoba mengingatkan Salma dengan permintaan yang pernah Ummi ungkapkan pada Salma.


"Maaf, Ummi, permintaan yang mana?" tanya Salma, jujyr saja ada banyak permintaan yang sudah di terima oleh Salma, bahkan keberadaannya di sini saat ini juga karena permintaan Ummi.


"Soal perjodohanmu dengan putera Ummi," jelas Ummi.


Salma langsung diam mematung setelah mendengar penjelasan Ummi tentang permintaan yang Ummi minta, jika Salma boleh memilih, dia akan memilih untuk membatalkan perjodohan itu dan menerima pinangan Ghozi yang menurutnya jauh lebih baik, tapi Salma tak mampu untuk mengatakannya, dia tak ingin menyakuti hati Ummi yang begitu lembut.


"Salma!" Ummo mengejutkan Salma yang tak menjawab ataupun merespon dirinya.


"Eh, iy~iya, Ummi," spontan Salma saat namanya di panggil.


"Kamu kenapa? apa yang kamu fikirkan?" tanya Ummi dengan nada penuh kekhawatiran.


"Salma tidak memikirkan apapun Ummi, tadi Salma hanya sedang mengagumi gamis ini," jawab Salma, Ummi tak percaya begitu saja dengan alasan Salma tapi Ummi tak busa memaksa Salma untuk jujur, dia memilih diam dan membiarkannya begitu saja, yang terpenting saat ini bagi Ummi adalah Salma tidak membatalkan niatnya untuk menjadi menantu Ummi.


"Jika kamu kagum dengan gamis itu, maka kamu harus mencobanya! sekarang ganti bajumu dan pakai gamis itu!" titah Ummi.


"Baik, Ummi," jawab Salma langsung berjalan menuju kamar mandi untuk mengganti baju dengan gamis yang di belikan oleh Ummi, meski kali ini langkah Salma terasa begitu berat, tapi dia harus tetap bertahan karena apa yang telah terucap tak mungkin bisa di ambil kembali.

__ADS_1


__ADS_2