Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Apa kamu cemburu dengannya?


__ADS_3

Salma dan Ghozi berjalan beriringan menuju warung masakan padang yang ada di tepi jalan.


"Masuklah!" titah Ghozi.


"Kamu mau ke mana?" tanya Salma saat dia melihat Ghozi hendak pergi ke arah yang berbeda.


"Aku mau ke toilet." Jawab Ghozi.


Sejak di perjalanan tadi Ghozi berfikir bagaimana caranya dia bisa membantu Salma dan Kafa agar keduanya bisa kembali baikan dan menyelesaikan masalah yang terjadi agar tidak berlarut-larut.


"Kamu serius? kamu gak lagi bohongi aku, Kan?" tanya Salma yang terlihat ragu dengan apa yang akan di lakukan Ghozi, Salma khawatir jika dirinya akan di tinggal pergi dan tidak kembali.


"Aku tidak akan meninggalkanmu sendiri di sini Salma, tenang saja!" jawab Ghozi mencoba meyakinkan Salma yang terlihat ragu dan takut di tinggal Ghozi.


"Aku pegang ucapanmu," ucap Salma mencoba meyakinkan diri jika apa yang di katakan Ghozi memang benar.


"Masuklah dulu! ini dompet dan ponselku sebagai jaminan." Ghozi memberikan dompet dan ponselnya pada Salma.


"Tidak perlu, aku percaya padamu," tolak Salma, sangat tidak mungkin Salma menerima dompet dan ponsel Ghozi begitu saja, bagaimanapun Ghozi dia tidak mungkin mengingkari janjinya, Salma hanya khawatir jika Ghozi meninggalkannya di sana karena Salma tidak membawa uang sepeserpun saat ini, tasnya tadi di tinggal di cafe Mall dan entah di bawa atau tidak sama Kafa, Salma tak memikirkan apapun selain mengikuti ajakan Ghozi yang memang bisa membuatnya jauh lebih tenang.


"Masuklah dulu! dan pesan apapun yang kamu inginkan, dua menit lagi aku menyusul, jangan lupa pesankan juga untukku!" Ghozi berpesan dan Salma hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolaknya.

__ADS_1


Salma berjalan masuk ke dalam warung dan memilih tempat yang dia sukai, sedang Ghozi berjalan menghampiri mobil Kafa yang baru saja sampai di parkiran.


"Kenapa kamu ke sini?" tanya Kafa sesaat setelah Ghozi sudah sampai di dekatnya.


"Semua ini permintaan Neng Salma Mas Kafa, tadi dia berubah fikiran, katanya dia ingin makan nasi padang, jadi aku terpaksa mengajaknya ke sini tanpa bicara dulu padamu," jelas Gjozi yabg tidak ingin Kafa salah faham padanya.


"Baiklah, aku terima alasanmu, sekarang di mana Salma?" Kafa tak lagi ingin bertele-tele, dia langsung bertanya pada intinya.


"Dia ada di dalam, aku tadi berpamitan pergi sebentar ada sesuatu yang harus aku selesaikan," jawab Ghozi.


"Dan kamu meninggalkannya sendirian di sana, kau ini bagaimana? Salma itu tidak membawa dompet ataupun ponsel, tadi dia meninggalkan semua barangnya di cafe." Kafa terlihat emosi mendengar penjelasan Kafa.


"Pantas saja tadi dia terlihat begitu khawatir kalau aku akan meninggalkannya," lirih Ghozi.


"Jangan marah dulu Mas Kafa, aku punya alasan kuat meninggalkan Salma sendiri dan alasanku ini bertujuan membantumu bukan menyakitimu," ucap Ghozi, dia tersenyum senang melihat emosi Kafa yang menunjukkan betapa perhatiannya dia pada Salma, Kafa memang bukan laki-laki romantis, dia masih perlu belajar untuk menjadi pribadi yang romantis dan bisa membuat Salma senang.


"Katakan alasanmu! aku muak melihat senyumanmu," sahut Kafa yang membuat senyum Ghozi semakin melebar.


"Aku punya rencana, bagaimana kalau Mas Kafa sekarang masuk ke dalam warung? berpura-puralah kalau Mas Kafa tidak tahu Salma ada di dalam, ajak Salma bicara dan bicarakan semua dengan baik-baik, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi, jika Mas Kafa ingin berpoligamipun katakan sejujurnya!" Ghozi mengatakan yang sebenarnya, tadinya Ghozi sangat kesal melihat Kafa di hampiri gadis yang mengaku sebagai kekasihnya, tapi setelah Ghpzi mengetahuijika Kafa lebih memilih mengejar Salma itu berarti Kafa tidak sedang berselingkuh, pasti ada hal lain yang membuat Kafa harus menghadapi semuanya, Ghozi sangat hafal dengan sifat Kafa dan dia yakin kalau Kafa pasti bisa memberikan keputusan yang bijak.


"Aku bukan laki-laki serakah yang akan memiliki istri lebih dari satu, satu saja masih belum bisa aku atasi apa lagi dua, bisa cepat tua aku ngurusi keduanya," jawab Kafa.

__ADS_1


"Ha ha ha ha, aku kira kamu akan ikuti jejak ustad atau kiyai lain yang terkadang memiliki istri lebih dari satu," ucap Ghozi yang membuat Kafa kembali menajamkan matanya.


"Sudah, sudah jangan menakutiku dengan tatapan tajam itu! aku sama sekali tidak takut dengan tatapanmu itu, lebih baik sekarang Mas Kafa susul Salma dan jelaskan segalanya sebelum aku masuk ke sana dan mengganggu kalian!" pinta Ghozi yang terlihat tulus membantu Kafa berbaikan dengan Salma.


Tanpa menanggapi ucapan Ghozi, Kafa langsung masuk ke dalam warung dengan niat ingin menghampiri Salma yang terlihat duduk sendiri menunggu makanan yang sudah dia pesan sebelumnya, dengan hati yang ragu dan bimbang Kafa berjalan mendekat ke arah Salma yang duduk membelakanginya, meski Kafa tidak melihat wajahnya tapi dia sudah tahu jika yang duduk di hadapannya itu Salma.


"Khem," dehem Kafa saat sudah berada di dekat tempat Salma duduk.


Mendengar suara yang sangat dia hafal membuat Salma terkejut, dia langsung menoleh ke asal suara dan memastikan apa yang dia kira itu benar atau salah.


'Mas Kafa, ngapain dia di sini? bukankah tadi dia sedang bersama kekasihnya,' batin Salma menatap heran ke arah Kafa sambil mengerutkan dahi tanda jika Salma sedang bingung dengan keberadaan Kafa di belakangnya.


Tanpa ada kata ataupun di suruh Kafa langsung duduk di samping Salma duduk, dan Salma hanya diam tanpa reaksi melihat Kafa yang langsung duduk di sampingnya tanpa permisi, entah mengapa di dalam hati Salma terbesit setitik rasa senang saat Kafa ada di sampingnya yang berarti Kafa meninggalkan kekasihnya dan lebih memilih mengejar dirinya.


"Apa yang kamu ĺakukan di sini? sendirian pula, di mana Ghozi? apa dia meninggalkanmu?" tanya Kafa dengan ekspresi khawatir yang sengaja di tunjukkan agar Salma tahu jika saat ini Kafa memang sedang menghawatirkannya, meskipun Kafa khawatir akan hal lain tapi tatap saja dia ingin Salma ragu kalau dirinya kini mulai peduli padanya.


"Kenapa Mas Kafa ke sini, dan di mana kekasih tercinta Mas Kafa yang tadi datang?" bukannya menjawab Salma malah melontarkan pertanyaan pemicu pertengkaran keduanya


"Apa kamu cemburu dengannya?" tanya Kafa sambil menatap lekat ke arah Salma.


"Katakan Salma, apa kamu cemburu padanya?" Kafa yang tidak mendapat jawaban kembali mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


Salma tetap diam seribu bahasa, dia tidak tahu harus menjawab apa karena sebenarnya dia sendiri tidak tahu apa dia cemburu atau cuma merasa tidak di hargai sebagai istri, Salma benar-benar tidak tahu jawabannya.


__ADS_2