Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Salma Kelelahan


__ADS_3

"Aku ingin pulang bersama dengan Ummi, Mas, hidup jauh dari orang tua bukanlah pilihanku, di pesantren jauh lebih baik meski di sini ada banyak hal yang menyenangkan, tapi tetap saja hidup di pesantren jauh lebih bisa membuat hidupku lebih tenang," jawaban yang membuat Ummi tersenyum senang, dia memang tidak salah pilih menantu, Salma memang pantas untuk Kafa.


"Istriku lebih senang tinggal di pesantren, bagaimana denganmu? apa sekarang kamu mau ikut Ummi pulang?" Ummi masih mencoba meyakinkan dirinya, beliau belum puas jika tidak mendengar jawaban langsung dari bibir Kafa.


"Aku akan ikut Ummi pulang," jawab Kafa.


"Baiklah, kalau kalian berdua mau ikut Ummi, besok kita pulang kembali ke pesantren," ujar Ummi dengan senyum yang mengembang di bibirnya, besok dia akan berkumpul dengan keluarganya kembali, rasanya sudah sangat lama Ummi tidak bersama dengan Salma dan Kafa, pasalnya kedua putera dan puterinya itu langsung pergi ke kota setelah acara pernikahannya.


"Ummi tidak tanya Ghozi?" ucap Ghozi yang berniat menggoda Ummi.


"Ghozi tidak perlu di tanya, karena kamu pasti akan pulang kalau Kafa dan Salma pulang," jawab Ummi yang membuat tawa lucu terdengar di ruangan itu.


Rencana kepulangan Ummi dan yang lain benar-benar terjadi, setelah semalam Kafa dan Salma menyiapkan segala keperluan yang akan di bawa pulang, kini tiba saatnya keduanya berpisah deng Mbok Sumik yang sudah menemani dan menjadi orang tua pengganti bagi Kafa dan Salma setelah mereka berada di kota.


"Mbok Sumik, jaga diri baik-baik! Salma pasti akan merindukan Mbok Sumik dan masakan Mbok yang sangat enak itu," ujar Salma.


Saat ini Salma dan yang lain berada di teras rumah dan Mbok Sumik mengantar kepergian mereka dengan linangan air mata, dia akan sendiri lagi jika Kafa dan Salma meninggalkan rumah itu.


"Mbok juga akan merindukan Neng Salma, apa lagi setelah Neng Salma dan Mas Kafa pergi, rumah ini pasti akan sepi," sahut Mbok Sumik.


"Mbok Sumik tenang saja, aku akan meminta Arif datang dan menemani Mbok tinggal di sini," sela Kafa yang sejak lama sudah berencana menyuruh Arif untuk tinggal bersama Mbok Sumik.

__ADS_1


"Terima kasih Mas Kafa, Mbok akan merasa sangat senang jika ada temannya tinggal di sini," ujar Mbok Sumik dengan senyum yanf kini menghiasi wajahnya.


"Kami pamit pulang dulu ya Mbok, hati-hati di rumah, assalamualaikum," kali ini suara Ummi yang terdengar di ikuti oleh suara Ghozi dan Tari yang ikut berpamitan.


Ghozi bertugas menyetir mobil bergantian dengan Kafa yang duduk di sampingnya, sedang Salma dan Ummi menikmati perjalanan duduk di jok tengah dan Tari duduk di jok paling belakang sendiri, merenggangkan tubuhnya yang lelah dia tiduran di sana.


Perjalanan kali ini terasa jauh lebih menyenangkan, Ummi sangat bahagia bisa pulang bersama seluruh anggota keluarga, senyum Ummi tak pernah luntur hingga mobil sampai di pelataran pesantren.


"Alhamdulillah, akhirnya sampai juga," lirih Ummi setelah turun dari mobil.


Perjalanan yang cukup jauh menimbulkan rasa lelah yang kini hinggap dalam diri mereka, di tambah dengan suasana sepi pesantren karena sudah malam, menambah rasa kantuk yang semakin menjadi-jadi.


"Tari, kamu istirahat di kamar tamu sebelah kamarnya Ghozi saja, jangan tidur di asrama! takut ganggu santri yang lain," ujar Ummi yang di turuti oleh Tari.


Tari berjalan masuk ke dalam kamar di mana Ummi tadi memberitahunya, begitu juga dengan Ghozi yang langsung masuk ke dalam kamarnya setelah mengambil barang miliknya.


"Ummi, kami istirahat dulu." Pamit Kafa.


"Apa Ummi masih mau minum? biar Salma buatkan teh hangat atau wedang jahe jika Ummi mau," tawar Salma yang tak langsung mengikuti langkah Kafa yang lebih dulu masuk ke dalam kamar.


"Sudah, kamu susul Kafa saja! Ummi mau langsung istirahat di kamar, biarkan tasnya di ruang tamu, jangan di bawa! biarkan Ummi yang membawanya nanti," pesan Ummi.

__ADS_1


"Kalau begitu Salma pamit, Salma mau nyusul Mas Kafa," Salma juga ikut pamit meninggalkan Ummi yang kini ikut berjalan menuju kamarnya sendiri.


Malam melelahkan terlewati dengan penuh rasa bahagia, tinggal menunggu hari esok di mana Abah akan datang dan melengkapi keluarga Ummi.


"Tumben Mas Kafa langsung tidur?" gumam Salma saat melihat Kafa sudah terlelap di atas ranjang yang dulu pernah menjadi tempat terlarang untuk Salma.


Salma hanya melihat sekilas ke arah Kafa kemudian berlalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya.


Salma yang terbiasa mandi setelah bepergian tak bisa langsung tidur seperti yang di lakukan oleh Kafa, badannya yang lengket penuh keringat akan mengganggu tidurnya nanti, bukannya tertidur lelap, Salma akan tidur dengan keadaan gelisah.


Aroma sampo yang berpadu dengan aroma sabun yang selalu menggoda Indra penciuman itu kini menguat ke seluruh ruangan, Salma langsung mengantuk setelah menikmati aroma tersebut, tanpa menundanya lagi Salma langsung tidur menikmati setiap rasa lelah yang berpadu dengan aroma sampo dan sabun yang menenangkan jiwa.


Malam panjang telah usai, Salma yang semalam tidur paling akhir kini bangun paling akhir pula, Kafa yang merasa tidak tega melihat Salma yang terlelap tak membangunkannya, dia memilih pergi ke masjid lebih dulu dari pada membangunkan Salma.


"Sayang, bangun!" bisik Kafa tepat di telinga Salma.


"Lima menit lagi Mas, aku masih ngantuk," sahut Salma yang masih betah dengan mimpi yang berlangsung.


"Waktu sholat subuh akan habis jika kamu tidak segera bangun, Sayang," Kafa kembali berbisik dan Salma yang mendengar kata jitu itu langsung membuka mata lebar menyadari jika saat ini dia harus bangun apapun yang terjadi.


Tanpa menggubris keberadaan Kafa, Salma langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi kemudian langsung melaksanakan sholat subuh.

__ADS_1


Kafa hanya tersenyum Lucu melihat tingkah istrinya yang menurutnya sangat lucu itu. Tanpa di duga Salma kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang menikmati pagi yang terasa begitu melelahkan, rasa kantuk mengalahkan segalanya termasuk keberadaan Kafa yang sejak tadi duduk memperhatikan apapun yang di lakukan Salma.


'Lah, dia tidur lagi,' batin Kafa menatap heran ke arah Salma yang kini justru memejamkan mata terbuai dalam mimpi yang indah tanpa perduli keberadaan Kafa di sisinya saat ini.


__ADS_2