Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Kegalauan Kafa


__ADS_3

"Kamu mikirin pernikahan yang di majukan sama Ummi ya?" tanya Salma dengan ekspresi wajah serius nya menatap lekat ke arah Salma yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Iya, Tari," kali ini Salma ingin membagi kegelisahannya dengan Tari yang Salma yakini kali ini bisa menenangkan juga menjaga rahasia hatinya.


'Apa mungkin sekarang saatnya aku kasih tahu Salma tentang foto-foto Kafa dan mantannya masih tersimpan rapi di sana.


"Tari!" panggil Salma sambil menggoyang pelan lengan Tari yang terlihat tengah melamun di sampingnya.


"Eh, iya, kenapa Salma?" sahut Tari, di wajahnya terlihat jelas jika dia sedang terkejut.


"Kok malah ngelamun sih, ada apa?" tanya Salma mengungkapkan kegelisahannya.


"Gak ada apa-apa, aku cuma lagi mikir aja gimana hidupku setelah kamu menikah ya?" jawab Tari yang sukses membuat Salma merasa sedih, bagaimanapun juga Tari sudah bersama dengannya selama ini sejak sang nenek meninggal dunia.


"Apa aku batalkan saja perjodohan ini ya?" lirih Salma sambil menerawang lurus ke depan membayangkan dirinya yang membatalkan perjodohan dengan Kafa.


"Eh, jangan!!" spontan Tari yang merasa jika membatalkan perjodohan bukanlah hal yang baik dan Tari tidak ingin Salma membatalkan perjodohannya hanya karena ucapan dirinya.


"Terus aku harus bagaimana, Tari?" sebuah pertanyaan yang sukses membuat Tari semakin bingung harus menjawab apa, pasalnya dia tidak punya jawaban untuk pertanyaan Tari saat ini.


Tari sejenak terdiam memikirkan jawaban apa yang akan dia berikan, hingga satu ide muncul di kepalanya.


"Kamu harus bersabar dan terus berdo'a tanpa mengenal putus asa, aku yakin dengan kekuatan sebuah do'a, percayalah kamu akan bisa melewati dan menjalani semuanya," ujar Tari memberi kekuatan pada Salma yang saat ini terlihat bingung dan bimbang.


"Kamu benar, tapi sampai kapan aku akan bersabar tari?" Salma kembali bertanya membuat Tari gemas dengan pertanyaan yang di ungkapkannya.


"Bagaimana bisa kamu bilang sampai kapan Salma? bukankah kamu belum menjalaninya? kenapa sekarang kamu malah tanya sampai kapan?" sarkas Tari yang merasa jika Salma terlalu berlebihan.

__ADS_1


"Kamu bener lagi, ahh sudahlah, lama-lama aku pusing mikirin hal yang belum terjadi, lebih baik aku istirahat saja," ujar Salma yang kini mengubah posisinya yang semula duduk tegak dengan satu bantal di pangkuannya sebagai penyangga kini merubah posisinya, Salma kini merebahkan diri menikmati kasur plus bantal empuk yang ada, fasilitas yang ada di kamar Salma sungguh sangat berbeda dengan kamar yang biasa jadi Salma merasa berada di kamar sendiri bukan di rumah sakit.


Salma akhirnya beristirahat menuju dunia mimpi yang mungkin jauh lebih indah, begitu pula dengan Tari yang merasa lelah setelah menunggu Salma kini melangkah menuju kasur tempatnya beristirahat.


~


Kafa yang merasa sudah terlalu lama berada di taman rumah sakit kini berjalan menuju kamar Salma dengan tujuan membicarakan masalah Intan yang kini sedang mengganggu fikirannya.


'Ceklek'


"Lah kenapa pada tidur semua? sepertinya waktunya masih belum tepat jika aku mengatakannya sekarang" gumam Kafa saat melihat Tari dan Salma terlelap di tempat mereka masing-masing. Kafa akhirnya memutuskan untuk mencari warung kopi di luar rumah sakit untuk merilekskan fikirannya dan kembali merasa tenang setelahnya.


Cukup lama Salma dan Tari tertidur menikmati mimpi indah yang membuat mereka merasa jauh lebih segar setelah bangun, sedang Kafa kini tengah tertidur pulas di dalam mobil yang menyala karena Kafa sedang menyalakan Ac untuk mendinginkan mobil, semua itu di lakukan Kafa karena rasa lelah semalam dia tidak bisa tidur dengan tenang gara-gara para nyamuk dan pasukannya yang silih berganti mencicipi darah segar milik Kafa, dan saat ini masih siang akan terlihat aneh dan memalukan jika Kafa tidur di bangku di mana dia menunggu Salma.


"Alhamdulillah, aku merasa jauh lebih segar sekarang Salma, aku mau mandi dulu. Bagaimana denganmu Salma? apa tidak apa-apa jika aku tinggal dulu?" tanya Tari sebelum pergi meninggalkan Salma.


"Oke, aku mandi dulu." Pamit Tari melangkah dengan langkah riang masuk ke dalam kamar mandi sedang Salma masih asyik duduk menatap jendela yang kini di hiasai langit biru yang terlihat begitu indah.


Tari tidak membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan mandinya, setelah selesai kini Tari kembali duduk di tempat yang tadi dia tempati.


'Ceklek'


Suara pintu yang terbuka cukup membuat keduanya mengalihkan pandangan ke arah pintu di mana Kafa berada.


"Apa aku mengganggu kalian?" tanya Kafa dengan ekspresi tak enak hati karena saat ini dia merasa jika dia datang di waktu yang tidak tepat.


"Tidak, masuklah!" jawab Salma.

__ADS_1


"Khem," Kafa menetralkan perasaannya yang saat ini sedang campur aduk, otaknya sedang berfikir keras merangkai kata untuk di sampaikan ke kedua gadis yang ada di hadapannya itu.


"Mas Kafa!" panggil Salma saat melihat Kafa hanya diam dan berdiri di hadapannya.


"Iya, ada apa?" sahut Kafa.


"Apa aku boleh pulang sekarang?" Salma menjawab pertanyaan Kafa dengan sebuah pertanyaan.


"Tunggu dokter dulu! nanti biar aku yang akan menanyakan apakah kamu boleh pulang atau tidak." Jawaban yang tidak memuaskan terdengar dari bibir Salma.


Salma hanya bisa menunduk menikmati setiap rasa sakit yang tiba- tiba muncul dalam hatinya karena jawaban yang di berikan oleh Kafa.


"Sudah jangan sedih begitu! kamu mirip anak TK kalau lagi merajuk sepertu itu," ledek Tari yang juga membuat Salma mengangkat wajah kemudian tersenyum ke arah Tari.


"Itu jaub lebih baik," sambung Tari, sedang Salma hanya tersenyum ke arah Tari.


-


-


-


-


-


Kakak2 maaf aku jarang update ataupun tidak bisa bls komen kalian, maaf author sering tidak enak badan yang membuat otak author tidak bisa di ajak berfikir, tapia author senang sekali karena masih ada yang nungguin kelanjutan cerita ini, makanya author selalu nyempetin atau maksain diri biar bisa update tiap hari.

__ADS_1


__ADS_2