Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Pengakuan Intan


__ADS_3

Usai memberi hukuman pada kedua gadis yang pernah membuatnya malu di hadapan Ghozi sewaktu di cafe, kini Kafa berjalan masuk ke dalam rumah untuk beristirahat di dalam kamar.


"Kafa!" panggil Ummi saat melihat sang Putera baru saja masuk lewat pintu belakang.


"Iya, Ummi, ada apa?" sahut Kafa berjalan mendekat ke arah Ummi.


"Duduklah di sini! Ummi ingin bicara," titah Ummi sambil menepuk sisi sofa sebelah kanan.


Tanpa banyak bertanya ataupun menjawab pertanyaan Ummi, Kafa langsung duduk tepat di mana Ummi menepuk sofanya tadi.


"Ada apa, Ummi?" tanya Kafa setelah duduk di samping sang Ummi.


"Katakan dengan jujur! siapa gadis yang datang tadi?" sebuah pertanyaan yang tak pernah di harapkan keluar dari bibir sang Ummi kini akhirnya keluar jugan.


Bukannya menjawab Kafa terlihat diam seperti orang yang sedang berfikir keras, hal itu sukses membuat Ummi semakin curiga.


"Katakan Kafa! jangan pernah bohongi ataupun membiarkan Ummi tahu sendiri siapa gadis yang datang itu!" ancam Ummi dengan segala keberanian dan tekad yang kuat Ummi memberi ultimatum pada Kafa, meski Ummi tahu jika Kafa pasti akan memberontak seperti sebelum-sebelumnya.


"Maaf, Ummi, Kafa tidak bisa menjawabnya sekarang," Kafa tak menjawab pertanyaan Ummi dia malah meminta maaf.


Kafa memang brutal dan susah di atur, terkadang dia juga arogan, tapi Kafa tak pernah bisa berbicara kasar atau melawan Ummi saat berhadapan langsung dengannya. Setelah meminta maaf, Kafa lebih memilih pergi meninggalkan Ummi masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.


"Untuk saat ini aku selamat, entah esok akan seperti apa?" gumam Kafa sambil membayangkan apa yang akan terjadi di hari esok.


"Ummi pasti akan mencaritahu sendiri nanti, siapa Intan sebenarnya? ini semua gara-gara Intan," sambung Kafa yang kini menyandarkan punggungnya di balik pintu sambil menengadah memejamkan mata memikirkan apa yang akan terjadi nanti.


Dan benar saja dengan apa yang di perkirakan oleh Kafa, Ummi langsung berjalan menuju kamar Intan untuk menemui gadis itu dan menanyakan langsung apa hubungan dirinya dengan sang Putera.


Tok ... tok ... tok ....


"Assalamualaikum," ucap Ummi dengan nada sopan, bagaimanapun keberadaan Intan di sini adalah tamu dan sebagai tuan rumah yang baik Ummi harus tetap memperlakukan tamunya dengan baik pula.

__ADS_1


"Waalaikum salam," sahut Intan berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah Ummi.


'Ceklek'


"Ummi, ada apa?" Intan yang merasa aneh dengan kedatangan Ummi ke kamarnya langsung bertanya.


"Apa Ummi boleh masuk?" tanya Ummi yang masih berdiri di depan pintu kamar karena Intan juga masih berdiri di tengah jalan tanpa mempersilahkan Ummi masuk.


"Tentu saja, silahkan masuk Ummi!" pinta Intan sambil menggeser tubuhnya agar Ummi bisa masuk ke dalam kamar.


"Duduklah di sini! ada beberapa hal yang ingin Ummi tanyakan," titah Ummi sambil menepuk sisi kasur di sampingnya.


"Ummi ingin tanya apa?" Intan semakin heran dan kini malah bertambah bingung dengan apa yang di katakan oleh Ummi.


"Kamu kenal Kafa di mana, Nak?" tanya Ummi dengan nada lembut selembut sutera agar Intan tak tersinggung dengan pertanyaan yang di ajukannya.


"Aku kenal Kafa sudah cukup lama Ummi, kira-kira satu setengah tahun lebih di rumah Salman sepupuku," jawab Intan jujur.


"Ummi mau tanya apa, tanyakan saja! Intan akan menjawab semuanya dengan jujur dan cepat," ujar Intan penuh semangat.


"Sebenarnya tujuan Intan ke sini untuk apa?" tanya Ummi dengan hati-hati agar tak menyinggung perasaan Intan.


"Intan ke sini ingin menemui Kafa Ummi. Kemarin waktu Kafa pergi dia tidak bilang padaku, lagi pula aku juga ingin kenal lebih dekat dengan keluarga Kafa," jawab Intan.


"Kenal lebih dekat bagaimana maksudmu?" Ummi semakin curiga jika Kafa dan Intan memiliki hubungan spesial, bukan sekedar teman.


"Intan ingin Ummi memberi restu padaku dan Kafa," ujar Intan.


"Apa? restu?" Ummi begitu terkejut setelah mendengar penuturan Intan jika dirinya meminta restu.


"Iya, Ummi, apa Intan salah bicara?" melihat ekspresi yang di tunjukkan oleh Ummi membuat Intan bingung sekaligus heran, dia langsung bertanya pada Ummi.

__ADS_1


"Tidak, Ummi harus segera pergi. Ada sesuatu yang harus Ummi kerjakan, assalamualaikum," Ummi yang merasa kecewa langsung berpamitan untuk pergi keluar dari kamar Intan.


Dengan langkah penuh rasa kecewa Ummi berjalan masuk ke dalam rumah untuk memastikan langsung apa yang di katakan oleh Intan.


"Kafa!" panggil Ummi dengan nafas yang memburu.


Tok ... tok ... tok ....


"Kafa! buka pintunya, Nak!" Ummi kembali memanggil Kafa.


"Em, sebentar Ummi," sahut Kafa dengan mata terpejam, dia baru saja memejamkan mata dan bersiap menuju alam mimpi. Tapi suara Ummi terdengar menggelegar membuat tidurnya terusik.


"Ada apa, Ummi?" tanya Kafa yang terlihat masih belum sadar sepenuhnya, dia berdiri sambil mengusap kasar wajahnya agar bisa segera sadar.


"Cuci wajahmu dulu! Ummi mau bicara." Titah Ummi seraya menahan emosi yang terasa sudah naik ke ubun-ubun.


"Memangnya Ummi mau bicara apa? kenapa Kafa di suruh ke kamar mandi segala?" bukannya langsung berangkat ke kamar mandi, Kafa malah balik bertanya.


"Cuci muka dulu! baru Ummi katakan apa yang ingin Ummi bicarakan." Ummi tetap bersikeras menyuruh Kafa untuk pergi mencuci wajahnya.


Mendengar perintah Ummi yang tak terbantahkan membuat Kafa menyerah untuk mendebatnya, tanpa banyak bicara lagi Kafa berjalan menuju kamar mandi seperti yang di perintahkan oleh Ummi. Sedang Ummi memilih duduk di atas kasur sambil terus berusaha meredam emosi yang telah memuncak.


Dua menit berlalu, Kafa membutuhkan waktu dua menit untuk membersihkan wajahnya dan mengembalikan seluruh kesadaran yang di milikinya.


"Ada apa, Ummi?" tanya Kafa setelah keluar dari kamar mandi dan berjalan mendekat ke arah Ummi.


"Duduk sini!" titah Ummi.


Tanpa banyak bicara atau memprotes lagi, Kafa langsung duduk tepat di samping Ummi menatap heran ke arahnya. Saat ini Ummi terlihat begitu serius dan emosi, Kafa sangat hafal dengan ekspresi wajah sang Ummi saat memiliki masalah dengannya, hati Kafa terus bertanya kali ini kesalahan apa yang telah dia perbuat.


"Kamu tahu kenapa Ummi datang dan memintamu mencuci muka sebelum Ummi bicara?" pertanyaan konyol keluar dari bibir Ummi, bagaimana tidak konyol, Ummi bertanya seolah Kafa telah mengerti apa yang akan di bicarakan oleh Ummi.

__ADS_1


"Tidak, Ummi, memangnya ada apa Ummi?" jawab Kafa sambil bertanya kembali apa yang membuat Ummi datang dan berbicara demikian.


__ADS_2