Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Millikku juga milikmu


__ADS_3

"Baju ini bagus, apa kamu suka?" tanya Kafa setelah sampai di depan tokoh yang menyediakan banyak baju pantai yang terkesan terbuka. Kafa mengambilkan satu baju tak berlengan yang memiliki ukuran cukup pendek.


"Bagus banget Mas, apa lagi kalu di pakai di tepi pantai di bawah terik matahari, aku yakin semua mata akan tertuju padaku," sahut Salma dengan senyum jahil sambil mengangkat kedua alisnya seolah menantang Kafa.


"Enak saja, di pakai di tepi pantai, baju ini khusus dan kamu hanya bisa memakainya di dalam kamar," tegas Kafa.


"Emang kenapa kalau di pakai di tepi pantai? bukankah ada banyak gadis yang memakainya di tepi pantai?" Salma mulai berdebat.


"Kamu bukan bahan tontonan, dan tak ada seorangpun yang boleh melihatmu memakai baju kurang bahan seperti ini selain aku!" tegas Kafa tanpa bisa di bantah.


Salma hanya tersenyum mendengar setiap larangan yang biasanya menjengkelkan, tapi kali ini larangan Kafa terdengar begitu manis di telinga Salma.


"Tidak usah senyum-senyum gak jelas gitu!" Kafa kembali memberi larangan pada Salma yang hanya menggeleng kepala melihat sikap Kafa.


Sedang Kafa memilih baju yang bisa di bilang kurang bahan untuk Salma. " Baju ini khusus di pakai di kamar, tidak di luar kamar." Tegas Kafa tanpa bantahan.


"Baiklah, aku akan memakai baju ini jika di dalam kamar saja," jawab Salmma yang tak ingin berdebat lagi, Salma merasa cukup bosan mendengar Kafa terus-terusan memberi larangan yang sebenarnya tidak mungkin di lakukan oleh Salma, mana mungkin Salma memakai baju kekurangan bahan itu di luar rumah, jangankan di luar rumah, Salma tidak akan berani memakai baju itu di dalam rumah kecuali di dalam kamar dan kamar mandi, Salma sudah mengerti batasan dirinya sebagai seorang muslim.


"Maaf Mas Kafa, aku sudah lelah, bagaimana kalau kita pulang saja?" usul Salma sambil menunjukkan wajah yang terlihatelah.


Tawar Salma yang membuat Kafa bingung, dia mengerutkan dahi bingung dengan Salma yang tiba-tiba beralasan lelah.

__ADS_1


"Ayo pulang!" Kafa sempat berfikir yang buruk karena Salma yang tiba-tiba minta pulang, tapi setelah Salma tahu jika dirinya dan Salma sudah melakukan banyak hal di pantai itu, sejak itu Kafa sadar kalau wajar jika Salma merasa lelah, Kafa sama sekali tidak merasa lelah karena perasaan cinta yang teramat besar yang kini sedang merekah membuat Kafa melupakan segala rasa lelahnya.


"Maaf ya Mas," tutur Salma dengan ekspresi wajah penuh penyesalan, Salma tahu jika Kafa sama sekali tidak merasa lelah dan terlihat masih ingin berkeliling menikmati suasana pantai.


"Sudah, jangan meminta maaf! aku tidak apa-apa, lagi pula kita sudah cukup lama ada di sini," sahut Kafa yang tak ingin membuat Salma sedih ataupun memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi.


Salma tersenyum lembut menanggapi perkataan Kafa yang terdengar begitu perhatian padanya, sungguh saat ini Salma merasa begitu bahagia mendengar semuanya.


"Bagaimana dengan Mbok Sumik dan yang lain Mas? apa mereka tidak merasa terganggu karena permintaanku yang tiba-tiba ini?" tanya Salma yang mengingat jika dirinya pergi ke pantai dengan Mbok Sumik dan yang lain.


"Kamu tenang saja! urusan mereka serahkan saja padaku!" jawab Kafa yang sukses membuat Salma mengerti jika suaminya itu bukanlah orang biasa dan dia bisa melalukan apapun yang dia inginkan kapan saja dan di mana saja.


"Mas, aku haus, sebelum kita pulang bagaimana kalau kita minum es kelapa muda?" usul Salma yang khawatir mengingat Mbok Sumik dan yang lain pasti akan terburu-buru jika Kafa memberi mereka perintah untuk pulang saat ini juga.


"Apapun yang kau minta Sayang," jawab Kafa dengan senyum indah di bibirnya.


"Terima kasih Sayang," ujar Salma yang membuat Kafa langsung terkejut sambil membelalakkan mata.


"Katakan sekali lagi! aku ingin mendengarnya!" titah Kada dengan senyum lebar yang terlihat jelas di wajah Kafa.


"Tidak ada siaran ulang Mas Kafa, semua hanya terucap satu kali," ujar Salma yang sebenarnya merasa malu dengan panggilan yanf si gerikan oleh Salma.

__ADS_1


"Aku akan buat kamu mengulangi apa yang kamu katakan tadi," Kafa mengatakan semuanya dengan penuh keyakinan.


"Coba saja kalau bisa!" tantang Salmayang membuat Kafa semakin semangat untuk mewujudkan apa yang dia rasakan.


"Tunggu saja! aku akan melakukannya nanti," Kafa memastikan apa yang telah dia ucapakan, Kafa yakin Salma pasti akan memanggilnya Sayang setiap hari jika dia bisa meluluhkan hati Salma yang di yakini memang lembut dan mudah untuk di luluhkan.


"Kamu mau beli es kelapa muda yang di sajikan di gelas atau es kelapa muda yang di sajikan langsung di kelapanya?" tawar Kafa yang sukses membuat Salma berfikir, apa yang di tawarkanKafa sama-sama membuat Salma tergiur karenanya.


"Aku ikut Mas Kafa saja, aku pesan es kelapa hijau yang sama seperti es kelapa hijau pesanan Mas Kafa saja," Salama yang bingung lebih memilih menyerahkan apa yang Kafa pilih dari pada harus pusing memilih mana yang jauh lebih enak, padahal keduanya sama-sama enak.


"Baiklah, tunggu di sini biar aku membelikannya untukmu!" titah Kafa sambil membuka bagasi mobil dan membiarkan Salma duduk di sana.


"Aku duduk di bawah saja Mas, lebih baik Mas menutup kembali pintu bagasi itu. " Salma tak ingin duduk di bagasi mobil yang terasa aneh baginya karena duduk di bagasi itu hal pertama yang di lakukan oleh Salma.


"Ngapain duduk di bawah?" tanya Kafa menatap aneh ke arah Salma yang meminta duduk di bawah padahal saat ini ada tempatyang jauh lebih nyaman dari pada di bawah yang pasti bisa membuat baju Salma kotor.


"Aku tidak ingin mengotori mobilmu Mas," alasan yang di katakan oleh Salma sukses membuat Kafa tersenyum karenanya, Kafa masih bisa membersihkan mobilnya di rumah nanti setelah mereka pulang sekalipun jika Kafa tidak bisa membersihkannya sendiri, dia masihbisa menyuruh orang lain untuk membersihkannya.


"Ini mobilku, dan apa yang menjadi milikku sudah menjadi milikmu sejak aku mengucapkan ijab kabul di depan penghulu dan saksi, jadi jangan pernah merasa jika apa yang ku miliki ini hanya milikku seorang." Kafa mengingatkan Salma tentang statusnya saat ini, sebenarnya Kafa kurang nyaman jika harus menjelaskan semuanya sendiri.


"Apa kamu mengerti maksudku Salma?" tanya Kafa yang merasa aneh dengan Salma yang hanya diam tanpa membalas ucapan yang menurut Kafa membutuhkan jawaban.

__ADS_1


__ADS_2