Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Perasaan Intan


__ADS_3

Sejenak Intan terdiam, Apa yang dia katakan memang benar adanya, bukan hanya Salma mungkin jika Intan berada di posisi Salma pasti akan merasakan apa yang di rasakan oleh Salma.


"Hasilnya seri, kamu boleh minta apapun darimu, Intan, tapi aku tidak akan pernah bisa kembali apa lagi menikahinya, karena saat ini aku sudah punya bidadari di rumahku, dan aku tidak akan pernah melepaskannya," Kafa yang melihat Intan tak kunjung mau mengalah memilih untuk menghampirinya dari pada membiarkan ketegangan terus terjadi di antara keduanya.


"Apa maksudmu, Kafa?" sahut Salman yang sejak tadi mendengar percakapan Salma dan Intan, sejak awal Salman penasaran dengan apa yang terjadi, mulai dari perubahan sikap Kafa hingga tangis Intan yang pernah dia dengar, di tambah pertandingan yang melibatkan gadis berhijab yang sejak awal sudah lengket dengan Kafa, bukan hanya itu, Kafa yang biasanya selalu dingin dengan seorang gadis terlihat begitu perhatian juga penuh kasih sayang yang di tunjukkan pada Salma tanpa ada rasa canggung dan gengsi sedikitpun.


"Salman, sorry, aku belum sempat memperkenalkan seseorang yang paling berarti dalam hidupku, aku juga minta maaf karena tak sempat mengundangnya waktu itu," jawab Kafa hendak menjelaskan segalanya, tapi ucapan Kafa terhenti karena Intan memotong pembicaraan Kafa.


"Dia selingkuh Kak," potong Intan yang cukup membuat Salman terkejut karenanya.


"Selingkuh bagaimana maksudmu? apa kamu mendoakan Intan?" Salman mulai mengintrogasi Kafa yang justru terlihat santai, tak ada rasa takut yang tersirat di wajahnya saat ini.


"Dia istriku, dan aku tidak pernah berkhianat pada siapapun, apa lagi sampai selingkuh dari Intan," Kafa mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Salman.


"Aku masih kurang faham dengan apa yang kamu maksud, bukankah saat ini Intan masih menjadi kekasihmu?" Salman terus saja mengintrogasi Kafa.


"Tapi kenapa kamu malah menikah dengan gadis ini?" sambung Salman yang terlihat belum puas dengan cerita Kafa barusan.


"Sebenarnya, saat aku kembali ke pesantren waktu itu, Ummi menjodohkanku dengan Salma, gadis yang saat ini sudah menjadi istriku, dan Intan sudah tahu sejak awal jika aku sudah menikah, aku juga sudah menjelaskan padanya jika hubungan di antara kuta tak bisa di lanjutkan, tapi Intan tidak busa menerima keputusan yang memang sebenarnya tidak adil untuk nya, tapi aku tak bisa melawan takdir, awalnya aku memang tidak mencintainya, tapi sekarang cinta sudah tumbuh di hati kami dan aku juga sudah menjelaskan itu pada Intan," Kafa mulu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

__ADS_1


"Dan sampai saat ini Intan masih belum menerimanya, Intan menantang Salma untuk bertanding, sebagai gantinya Intan akan pergi dan melupakanku jika Salma bisa menang, tapi jika tidak dia meminta agar aku mau menjadikannya yang kedua," sambung Kafa yang kembali menjelaskan apa yang terjadi.


Salman melebarkan mata terkejut mendengar penjelasan Kafa, dia cukup malu karenanya, sepupu yang dia anggap sudah seperti adiknya sendiri itu, bagaimana mungkin Intan bisa seberani itu, dan bagaimana dia bisa merendahkan diri hanya demi cinta yang entah itu bisa membuat nya bahagia atau tidak, yang jelas saat ini Salman merasa malu atas apa yang sudah di lakukan oleh Intan.


"Biar aku yang mengurusnya. Lebih baik kamu pulang dan beristirahat, aku mewakili Intan memohon maaf padamu dan keluargamu, terutama pada istrimu, jangan fikirkan Intan lagi! karena aku bisa menjamin jika Intan tidak akan pernah mengganggumu lagi," Salman terlihat begitu tegas dan tak terbantahkan.


"Terima kasih atas pengertiannya, Salman," ujar Kafa penuh rasa syukur.


"Maaf ya, Nak," sahut Ummi yang mulai mengerti dengan keadaan yang terjadi.


"Sudah, tidak apa-apa, ini salah adikku tante, tidak perlu merasa tidak enak, justru seharusnya aku yang meminta maaf pada Ummi karena kesalahan adikku ini," jawab Salman yang merasa jika semua yang terjadi merupakan kesalahan saudaranya.


"Tentu saja, ayo pulang!" jawab Salma yang kini merasa begitu lega dengan apa yang terjadi.


Semua anggota keluarga pergi meninggalkan tempat balapan dengan perasaan yang di penuhi rasa bahagia, meski Salma tidak menang tapi setidaknya masalah yang sejak awal memberatkan Salma dan Kafa kini sudah usai.


"Akhirnya selesai juga, sekarang tinggal Tari dan Ghozi yang belum menemukan jodohny, bagaimana kalau Ummi yang menjodohkan kamu dan Ghozi," usul Ummi yang cukup membuat Ghozi dan Tari terkejut karenanya, tapi keduanya hanya diam tanpa bisa menjawab ataupun melawan, Ummi akan semakin menjadi-jadi jika Ghozi dan Tari merespon ucapan Ummi.


"Ummi tunggu!" cegah Kafa saat melihat sang Ummi hendak masuk ke dalam mobil setelah Ghozi membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


"Ada apa, Kafa?" sahut Ummi mengurungkan niatnya yang ingin masuk ke dalam mobil.


"Bagaiman kalau setelah ini kita mampir ke warung ayam bakar langganan Kafa?"tawar Kafa dengan ekspresi penuh harap agar sang Ummi dan yang lain mau menerima tawarannya.


"Tentu saja mau, lagi pula sejak tadi Ummi juga sudah lapar tapi enggan untuk berbicara," jawab Ummi dengan wajah polos yang terkadang sampai membuat gemas orang-orang yang ada di sekitarnya.


"Ghozi ikuti aku! Kita makan dulu sebelum pulang," titah Kafa.


"Beres," sahut Ghozi yang menyanggupi titah Kafa.


Mobil melaju melewati jalan yang terlihat sangat sepi dan longgar.


"Seharusnya tadi Salma ikut di sini, kasihan jika dia harus ikut dengan Kafa, dia pasti kedinginan saat ini," ujar Ummi sambil terus menatap Kafa yang melajukan sepeda bapaknya tepat di depan mobil yang di tumpangi oleh Ummi.


"Tidak apa-apa Ummi, sekali-sekali Salma kedinginan, tapi Tari tidak yakin jika Salma kedinginan," sahut Tari yang merasa di ajak berbicara oleh Ghozi.


"Kenapa bisa begitu, pergi malam-malam seperti ini di bonceng pacar adalah hal biasa yang banyak di lakukan oleh pasangan muda-mudi saat ini, lihatlah Salma Ummi,! dia terlihat begitu mesra dengan Kafa, dan aku yakin mereka pasti merasa senang karenanya," Tari mencoba meyakinkan Ummi jika apa yang dia katakan benar adanya.


Ummi tersenyum saat melihat kemesraan Salma dan Kafa setelah faham dengan apa yang di maksud oleh Tari.

__ADS_1


__ADS_2