
"Bagaimana, Dok? apa isteri saya memang hamil? atau hanya masuk angin biasa?" tanya Kafa memperhatikan layar monitor yang menunjukkan warna hitam putih yang Kafa sendiri tidak tahu artinya apa.
"Sabar, biar saya lihat dulu." Sahut sang Dokter yang memang baru saja menempelkan alat USG di perut Salma.
"Alhamdulillah, selamat ya Nyonya, Tuan," ujar Sang Dokter yang justru membuat Salma dan Kafa terkejut mendengar ucapan Sang Dokter.
"Selamat bagaimana maksudnya, Dok?" tanya kafa yang tidak mengerti dengan arti selamat yang diberikan oleh sang Dokter.
"Bapak dan Ibu benar, Ibu Salma sedang mengandung dan usia kandungannya tepat 3 Minggu hari ini," jawab dokter dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Kafa terdiam menatap lurus ke arah depan, rasanya campur aduk ada rasa bahagia, sedih, senang dan Kafa benar-benar bingung dengan apa yang disampaikan oleh sang dokter bahagia atau bingung seperti saat ini.
"Nyonya Salma!" tegur sang dokter saat melihat Salma terdiam, mematung menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.
"Sayang!" melihat sang dokter menegur Salma membuat Kafa reflek menoleh ke arah Salma yang memang sedang melamun dan mencoba menyadarkannya.
"I~iya Mas, ada apa?" sahut Salma gugup, dia masih terlihat bingung seolah tak percaya dengan apa yang telah terjadi.
__ADS_1
"Kenapa kamu melamun?" tanya kafa.
"Aku tidak melamun, Mas," sangkal Salma.
"Jika kamu tidak melamun, kenapa kamu hanya diam dan bengong seperti itu? "Kafa kembali bertanya.
"Tidak ada, aku hanya merasa terkejut dengan apa yang baru saja aku dengar, Mas," Jawab Salma dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
"Apa kamu bahagia mendengar kabar ini, sayang?" tanya Kafa.
"Tentu saja, siapa yang tidak bahagia mendengar berita jika dia akan menjadi seorang ibu?" ujar Salma yang kini terlihat bahagia dengan apa yang terjadi.
"Kehamilan nyonya salma, sangat lemah, saya harap Tuan bisa menjaganya dan besar harapan saya jika nyonya Salma beristirahat total untuk beberapa minggu ini," tutur sang Dokter.
"Baik, Dok, saya akan menjaganya dengan sangat baik dan saya bisa pastikan jika saat ini Salma tidak akan pernah melakukan pekerjaan apapun selain beristirahat di rumah," sanggup Kafa.
"Bayi Tuan Kafa memang sehat meski kandungannya lemah, jadi saya akan memberikan resep dan vitamin yang Tuan Kafa bisa tebus nanti," sang Dokter kembali mengingatkan kafa.
__ADS_1
Sang dokter mempersilahkan kakak dan sama kembali duduk sedang umi hanya memperhatikan dari tempat duduknya.
"Bagaimana keadaannya, Nak?" Ummi langsung bertanya sesaat setelah Salma turun dari berankar dan berjalan pelan menuju kursi di mana dia duduk tadi dengan Kafa yang menuntun Salma dari samping.
"Hati-hati!" Kafa mencoba mengingatkan Salma yang duduk seenaknya. Sedang Salma hanya tersenyum ke arah Kafa dan duduk secara perlahan sesuai dengan peringatan yang dikatakan oleh Kafa.
Sang Dokter menjelaskan segala sesuatu yang perlu di perhatikan oleh Kafa dan Salma, begitu pula dengan makanan yang bisa atau tidak bisa di makan oleh Salma.
"Terima kasih, atas semua yang dokter beri tahukan," ucap Ummi dengansenyum ramah menenangkan jiwa siapapun yang melihatnya.
"Bulan depan tepat di tanggal yang sama, Nyonya Salma bisa kembali ke sini untuk memeriksakan keadaan janinnya." Ujar Sang Dokter dengan senyum yang tak kalah ramah dengan senyum yang di berikan oleh Ummi.
"Baik, Dok," sahut Salma dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Sungguh Salma merasa sangat bahagia sekaligus merasa takjub, dia tidak menyangka kalau dirinya akan hamil secepat ini, meski begitu rasa syukur tak pernah pergi dari dirinya.
"Hati-hati! jangan terlalu cepat! pesankan sedikit langkahmu!" Kafa terus saja bersikap over terhadap Salma.
__ADS_1
"Mas, aku sedang hamil bukan orang penyakitan yang harus kamu jaga seextrim ini," ujar Salma yang mulai merasa jengah dengan sikap Kafa yang cenderung mengekang setiap gerakan Salma.
"Bukankah kamu dengar sendiri jika saat ini kamu tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat karena kandunganmu lemah," sergah Kafa memberi alasan pada Salma atas perubahan sikap yang di lakukan Kafa.