
"Astaghfirullah, Kafa kesiangan Ummi," Kafa sontak membuka mata setelah mendengar penjelasan sang Ummi.
"Apa Salma juga masih tidur?" tanya Ummi yang tak melihat Salma.
"Iya, Ummi, mungkin dia terlalu lelah makanya masih tidur," jawab Kafa.
Jawaban Kafa membuat Ummi tersenyum senang, saat ini beliau berfikiran jika Kafa dan Salma kelelahan setelah menghabiskan malam pertama mereka.
"Aku sholat dulu Ummi." Pamit Kafa hendak menutup pintu kamar, Tapi Ummi mencegahnya.
"Ajak Salma jamaah bersamamu! setelah itu ajak dia ke ruang makan kita makan bersama." Titah Ummi yang diangguki oleh Kafa.
"Baik, Ummi," jawab Kafa yang langsung masuk ke dalam kamar dan berniat membangunkan Salma yang terlihat masih tidur dengan nyenyaknya.
__ADS_1
"Salma, bangun!" titah Kafa sambil menggoyangkan lengan Salma dengan gerakan pelan. Salma yang sejak dulu memang sulit untuk di bangunkan sama sekali tak bergeming, bahkan dia terlihat masih nyenyak dalam tidurnya.
Kafa kembali di buat tidak fokus dengan wajah Salma yang seperti bayi, dia tidur dengan nyenyak bagai bayi yang baru saja lahir.
"Astaghfirullah, sadar Kafa!" gumam Kafa setelah sadar dengan apa yang dia lakukan.
"Salma!! sudah pagi, cepat bangun sebelum waktu sholat subuh habis," kini suara Kafa sedikit mengeras karena Salma tak kunjung bangun.
"Aku masih ngantuk Intan, kamu duluan saja!" sahut Salma dengan mata yang masih menutup dan enggan terbuka.
"Aku SUAMIMU bukan Intan sahabatmu itu," tegas Kafa membuat Salma sadar jika saat ini dirinya sedang berada di kamar Kafa dan sudah menikah dengannya sedang Kafa langsung melangkah pergi meninggalkan Salma menuju kamar mandi setelah Salma membuka mata.
"Astaghfirullah, maaf, aku lupa," ucap Salma yang tak lagi di pedulikan oleh Kafa.
__ADS_1
'Pagi-pagi udah dapat perlakuan sedingin ini, huft nasib punya suami cuek dan tidak mencintaiku, ahhh seandainya saja aku menikah dengan Ghozi, mungkin saat ini aku pasti akan mendapatkan perhatian dan kasih sayang darinya," lirih Salma.
Salma menatap kosong ke arah jendela yang ternyata sudah di buka oleh Kafa, meskipun masih ada selambu tipis berwarna putih yang menutupinya tapi angin dan hawa sejuk pagi hari masih bisa di rasakan. Tanpa Salma sadari Kafa sudah keluar dari kamar mandi.
"Pagi-pagi udah ngelamun, istri macam apa dia? harusnya dia nyiapin baju ganti untukku bukannya melamun seperti sekarang," gumam Kafa seraya menggelengkan kepala melihat apa yang sedang di lakukan Salma.
Tanpa di duga Kafa langsung melempar handuk kecil yang sejak tadi ada di lehernya tepat ke arah wajah Salma.
"Astaghfirullah, Mas Ka~" suara Salma terhenti saat dia melihat Kafa berdiri tegak tak jauh dari tempat Salma duduk dengan boxer yang dia pakai tanpa baju, Kafa terlihat begitu segar dan tampan, tubuhnya masih tersisa tetes demi tetes air dan baunya juga sangat harum semerbak vanila sungguh Kafa terlihat begitu menggoda iman, di tambah bentuk tubuh dengan model perut seperti roti sobek semakin membuat fikiran Salma melayang jauh ke atas awan.
"Khem," Kafa berdehem mencoba menyadarkan Salma yang masih setia menatapnya dengan tatapan tidak biasa.
"Jangan menatapku terlalu lama jika tidak kamu akan tahu akibatnya," sambubg Kafa berjalan santai menuju almari mengambil baju kokoh untuk dia pakai. Sedang Salma langsung turun dari kasur berjalan cepat menuju kamar mandi menghindari Kafa karena malu.
__ADS_1