Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Pertemuan Salma Dan Kafa


__ADS_3

"Oh dari calon mertua," lirih Tari yang hanya bisa di dengar oleh keduanya. Salma hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Tari.


"Lah kamu mau ke mana?" sambung Tari saat melihat Salma merapikan kerudung dan memakai parfum dengan tas selempang kecil yang menggelantung indah di lengannya.


"Aku gak tahu, tadi Ummi nyuruh aku pakai baju ini dan datang ke rumahnya, katanya sih mau di ajak makan malam gitu," jawab Salma.


"Wahh enak donk, jangan lupa bungkusin buat aku ya!" pesan Tari yang justru membuat Salma heran.


"Iya nanti kalau Ummi yang bungkusin, tapi kalau enggak ya terima nasib aja kalau bukan rezekimu," ujar Salma enteng.


"Ishhh, mana mungkin Ummi mau bungkusin kalau kamu gak minta Salma," cicit Tari.


"Sudah, kamu berdo'a saja! kali aja Ummi tiba-tiba inget sama kamu terus bungkusin tanpa perlu aku minta," Salma menepuk pundak Tari kemudian pergi meninggalkan kamar menuju rumah Ummo sesuai dengan janji yang tadi siang telah di sepakati.


"Ya sudah, hati-hati di jalan!" pesan Tari yang langsung di angguki oleh Salma.


Hari ini Ummi berencana mempertemukan Salma dan Kafa di sebuah restauran yang cukup terkenal di dekat pesantren, sebuah restauran yang menyediakan beberapa jenis makanan yang di bakar. Kafa sudah berangkat lebih dulu bersama Abah, sedang Ummi akan berangkat bersama Salma di antar oleh Ghozi dengan mobil yang berbeda, Ummi sengaja berangkat terpisah agar menjadi kejutan bagi Kafa.


"Assalamualaikum," ucap Salma saat sampai di rumah Ummi.


"Waalaikum salam, masya allah, kamu cantik sekali, Nak," spontan Ummi yang melihat Salma memakai gamis pemberiannya di padukan dengan kerudung yang senada.


"Terima kasih, Ummi," sahut Salma sambil tersenyum menanggapi pujian yang di layangkan oleh Ummi.


"Kamu sudah siap, Kan?" tanya Ummi sambil berjalan mendekat kemudian menggandeng Salma setelah dia mengangguk sebagai jawaban.


"Ayo berangkat!" ajak Ummi memberi isyarat agar Salma mengikuti langkahnya.


"Apa mobilnya sudah siap Ghozi?" tanya Ummi berhasil mengalihkan pandangan Ghozi yang sedang fokus mengecek mobil.

__ADS_1


"Ghozi!" Ummi kembali memanggil Ghozi yang terlihat diam mematung menatap Salma yang kini tertunduk karena di tatap oleh Ghozi.


"Eh, iy~iya Ummi, kenapa?" sahut Ghozi dengan nada gugup yang terlihat jelas dri ekspresi dan nada bicaranya.


"Apa mobilnya sudah siap?" Ummi kembali mengulangi pertanyaannya.


"Alhamdulillah, sudah Ummi," jawab Ghozi seraya menundukkan kepala karena malu telah ketahuan menatap Salma.


"Apa kamu juga sudah berpesan pad santriwan lain untuk berjaga di area pesantren?" Ummi kembali memastikan jika pesantren akan tetap aman saat beliau dan keluarga pergi.


"Ghozi sudah menyuruh para seksi keamanan untuk berjaga dan dua santriwan akan berada di teras Ummi sampai nanti Ummi dan keluarga pulang," jawab Ghozi.


"Apa kamu juga sudah menuiapkan makanan untuk mereka?" Ummi terus saja bertanya karena dia tak ingin pergi sengan sebuah beban, dia ingin makan dan membahas perjodohan dengan tenang nanti.


"Ghozi juga sudah memberitahu Mbok Bat untuk menyiapkan kopi dan beberapa cemilan juga nasi dan lauk jika mereka meminta agar mereka lebih bersemangat dan tidak mengantuk saat berjaga," jelas Ghozi yang sudah menyelesaikan semua tugas yang di berikan Ummi sejak sore tadi.


"Alhamdulillah, terima kasih Ghozi," ucap Ummi.


"Ayo berangkat!" Ummi kembali merangkul lengan Salma membuat Ghozi bingung sekaligus curiga saat melihat perhatian Ummi pada Salma.


'Apa dugaanku benar jika Kafa akan di jodohkan dengan Salma, jika benar maka aku harus mengalah dan mulai mengubur semua harapan juga impian yang pernah ada,' batin Ghozi.


"Ghozi!" Ummi sedikit heran melihat sikap Ghozi saat ini, dia terlihat sering melamun tidak seperti biasanya yang selalu fokus dan cekatan.


"Ehi i~iya, sebentar Ummi," sahut Ghozi menutup kap mobil kemudian masuk ke dalam mobil dan mulai menjalankannya membelah jalanan menuju restauran yang sudah di beritahukan oleh Ummi sebelumnya.


'Bukankah ini restauran mahal yang sering aku dengar?' batin Salma menatap ke sekeliling restauran yang dulu hanya bisa di lihat dari jauh tanpa ada niat untuk masuk ke dalam karena harga setiap makanan yang ada di dalamnya terkenal sangat mahal.


Salma melangkah masuk mengikuti langkah Ummi menuju sebuah meja yang pasti sudah di pesan oleh Ummi dan keluarga. Jantung Salma berdetak begitu kencang seperti kuda yang mau perang, semua yang di rasakan Salma bukan karena dia jatuh hati pada Kafa, tapi Salma merasa takut, dia takut jika Kafa marah dan menolaknya mengingat kejadian buruk saat mereka bertemu.

__ADS_1


"Loh, Kafanya ke mana Abah?" tanya Ummi dengan tatapan heran saat melihat Kafa yang harusnya sudah ada di samping Abah kini malah tidak ada.


"Kafa baru saja ke toilet. Sebentar lagi juga balik," jawab Abah.


"Oh, Abah sama Kafa sudah pesan makanan apa belum?" tanya Ummi.


"Belum, kami baru saja sampai belum sempat pesan," jelas Abah.


Ummi langsung mengangkat tangan memanggil pelayan restauran setelah mendengar penjelasan Abah yang mengatakan jika mereka belum pesan apapun.


"Abah mau makan apa?" tanya Ummi.


"Samakan saja sama pesanan Ummi." Jawab Abah yang kini terlihat menatap serius ke arah ponselnya.


"Ayam bakar dua, satu gurami bakar, dan kamu mau makan apa Salma?" tanya Ummi seraya memperlihatkan deretan menu dengan deretan harga yang ada di sampingnya, harga yang cukup fantastis bagi Salma.


"Salma terserah Ummi saja," jawab Salma penuh rasa sungkan dan sedikit terkejut melihat deretan angka yang tertera di samping menu yang tersedia.


"Kamu harus memilih mana yang kamu suka, nanti kalau Ummi yang memilih malah gak sesuai kesukaan kamu," ujar Ummi.


"Salma bukan tipe pemilih Ummi jadi terserah Ummi mau pesankan yang mana," jujur Salma.


"Baiklah satu bebek bakar sama Ayam bakar lagi satu, minumnya jus alpukat satu dan lemon tea tiga!" titah Ummi yang langsung di tanggapi oleh sang pelayan dengan anggukan dan senyuman.


"Silahkan di tunggu!" ujar sang pelayan tersenyum manis ke arah Ummi dan yang lain kemudian melenggang pergi meninggalkan meja yang di tempati oleh Ummi dan keluarga.


Tak berselang lama Kafa berjalan menghampiri Umi dan yang lain, netra matanya tertuju pada seorang gadis yang memakai gamis cream pilihan sang Ummi kemarin, rasa penasaran kini mulai hinggap di hatinya karena sang gadis duduk membelakanginya.


Ummi yang melihat Kafa keluar dari arah toilet langsung tersenyum sambil melambaikan tangan memberi isyarat agar Kafa segera mendekat. Dengan langkah lebar Kafa berjalan mendekat dan melihat siapa gadis yang di ceritakan oleh Ummi dan betapa terkejutnya dia saat tahu jika gadis itu adalah Salma.

__ADS_1


'Apa? Salma?' batin Kafa menjerit terkejut melihat Salma yang memakai gamis cream itu.


__ADS_2