Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Salma Pulang


__ADS_3

"Ummi tenang dulu, Salma tidak apa-apa, hanya saja aku ingin dia dirawat di rumah biar aku dan Ummi lebih mudah menjaganya, kalau terus di rumah sakit kasihan Tari juga, dia tidak bisa pulang." Jawab kafa yang terdengar enggan mengatakan jika kepulangan Salma kali ini atas permintaan Salma sendiri.


"Kamu benar juga Kafa, kalau begitu lebih baik kamu bawa Salma pulang dan minta Dokter Harun untuk merawatnya di rumah," ujar Ummi yang juga setuju dengan rencana Kafa.


"Dokter Harun tidak bisa stand by di rumah Ummi, dia harus bekerja di rumah sakit ini, tapi Dokter Harun mencarikan perawat untuk menemani dan merawat Salma, dia akan datang sekali dalam sehari untuk memastikan keadaan Salma di rumah," helas Kafa yang sangat di mengerti oleh Ummi, Dokter Harun memang harus stand by di rumah sakit, ada banyak orang yang pasti membutuhkan kehadirannya di sana.


"Aku mengerti hal itu, apa kamu sudah mengurus semua administrasinya?" tanya Ummi yang sangat mengerti dengan prosedur rumah sakit.


"Alhamdulillah sudah Ummi, sekarang tinggal menunggu Salma yang sedang bersiap untuk pulang," jawab Kafa dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, kalau begitu Ummi akan bersiap-siap untuk membersihkan kamar agar Salma bisa langsung istirahat setelah sampai di rumah," sahut Ummi kemudian menutup sambungan telfonnya.


Kafa kembali berjalan menuju kamar di mana Salma di rawat, terlihat Salma sudah berkemas dan siap untuk pulang.


"Apa kamu suster yang nanti akan menjaga Salma?" tanya Kafa pada seorang wanita yang terlihat sedikit lebih tua darinya berdiri tepat di samping Salma.


"Iya, Tuan, perkenalkan nama saya Sarah, dan saya yang akan merawat Nona Salma selama berada di rumah," jawab Sarah dengan penuh rasa hormat yang di tunjukkan pada Kafa.


"Baik, Tuan," jawab Sarah tegas tapi di iringi senyum manis yang muncul di bibirnya.

__ADS_1


Melihat sikap Sarah yang begitu patuh juga ramah cukup membuat Salma dan Tari saling memandang, mereka terlihat heran dan keheranan mereka termasuk wajar karena menurut pengalaman mereka dulu sangat berbeda, dulu waktu salah satu dari mereka masuk rumah sakit dan menggunakan kartu pengobatan gratis program dari pemerintah sangat jarang di temui suster yang sigap, tegas dan ramah seperti mereka, kebanyakan dari para petugas yang di temui terkesan cuek dan santai saat mereka memanggil dan meminta bantuan.


"Amazing, ini yang namanya kekuatan dari uang, maka jangan pernah bilang mati gak bawa uang! karena kita juga butuh uang untuk sembuh dan biaya kematian," bisik Tari tepat di telinga Salma.


"Hust!" tegur Salma.


"The magic of money," bukannya diam Tari malah kembali berkata meskipun lirih tapi cukup mengganggu pendengaran Salma.


"Diam Tari!" titah Salma yang langsung di angguk'i oleh Tari.

__ADS_1


Keempatnya kini berjalan menuju tempat parkir di mana mobil Kafa sudah terparkir cantik siap untuk mengantar mereka pulang, Kafa memilih untuk menggunakan mobil pribadi karena Dokter Harun mengizinkan dan tidak banyak barang yang di bawa oleh Sarah sang perawat.


"Masuklah!" titah Kafa seraya membuka pintu mobil Alphard yang sekarang ada di hadapan mereka, mobil yang cukup membuat Tari dan Salma dag dig dug untuk menaikinya.


__ADS_2