
"Tentu saja, aku akan bersiap untuk pergi," jawab Salma berdiri sambil meraih gelas susu yang ada di sampingnya, kemudian meminum dengan posisi berdiri.
"Salma! jangan minum sambil berdiri!" larang Kafa.
"Maaf, aku kelepasan," sahut Salma sambil nyengir kuda, entah mengapa Salma seolah melupakan perdebatan yang baru saja terjadi, dengan wajah senang Salma berjalan pelan masuk ke dalam kamar dan mulai bersiap.
"Apa masih sakit?" tanya Kafa menatap sendu ke arah Salma.
"Sedikit," jawab Salma.
"Kalau masih sakit lebih baik minggu depan saja bagaimana?" Kafa yang tak ingin Salma merasa kesakitan mengusulkan agar acara care free day di tunda minggu depan agar Salma bisa istirahat.
'Kata anak-anak di pondok, suami suka minta nambah dan akan minta terus kalau kita ada di rumah dan tidak punya kegiatan,' batin Salma.
Salma masih ingat cerita yang dia dengar dari teman-temannya di pesantren, teman Salma yang sudah menikah pernah bercerita sewaktu berkunjung ke pesantren, dia bercerita kalau pengantin baru suami akan meminta haknya lebih dari sekali, bahkan bisa melakukannya berkali-kali dalam sehari, karena itulah Salma mengajak Kafa pergi ke care free day agar Kafa tak meminta haknya lagi hari ini, setidaknya sampai rasa perih yang di rasakan Salma benar-benar hilang, atau paling tidak nanti malam Kafa baru bisa memintanya lagi.
"Salma!" Kafa kembali memanggil Salma yang hanya diam tanpa bicara dan tak kunjung menjawab usulan darinya.
"Eh, iya, maaf," jawab Salma.
"Maaf kenapa? aku hanya bertanya bagaimana? apa kamu setuju kalau acara ke car free day di tunda? minggu depan kita baru ke sana." Kafa mengulangi pertanyaannya.
"Tidak usah Mas, aku masih kuat dan menurutku tidak akan jadi masalah jika hanya jalan-jalan saja," jawab Salma yang tak ingin berdiam diri di rumah dan menjadi santapan empuk Kafa.
"Baiklah, kalau begitu kamu siap-siap! biar aku turun dan memberi tahu Mbok Sumik juga Ghozi kalau aku akan pergi," titah Kafa.
__ADS_1
"Apa Mbok Sumik dan Ghozi ikut?" tanya Kafa.
"Aku akan menyuruh mereka mencari makanan di warung terdekat," Kafa menjelaskan niatnya.
"Jangan! lebih baik mereka kita ajak ke car free day bersama saja Mas," usul Salma yang ingin pergi bersama Ghozi dan Mbok Sumik biar terasa begitu ramai dan lengkap.
"Apa kamu yakin mau mengajak mereka? apa gak akan ganggu?" Kafa mencoba meyakinkan apa yang Salma minta pasalnya saat ini sebenarnya Kafa ingin pergi hanya berdua dengan Salma tanpa Ghozi dan Mbok Sumik yang pasti akan mengganggu kemesraan keduanya.
"Aku sedang ingin pergi bersama Mas," ujar Salma.
"Kalau kamu memang ingin pergi bersama aku akan mengabulkannya, kalau begitu siap-siaplah aku akna ajak Ghozi dan Mbok Sumik bareng kita." Kafa tak ingin menjadi manusia egois, dia akan mementingkan keinginan Salma dari pada keinginannya sendiri.
Dengan hati di penuhi rasa senang Salma berjalan masuk ke dalam tempat penyimpanan pakaian kemudian memilih baju yang menurutnya cocok dan berganti baju di kamar mandi, setelah smua selesai Salma memoles sedikit wajahnya agar terlihat lebih segar.
Sedang Kafa berjalan ke lantai bawah memberitahukan Ghozi dan Mbok Sumik untuk bersiap-siap juga karena saat ini Salma dan Kafa ingin mengajak keduanya jalan-jalan.
"Jangan berfikir macam-macam! aku akan mengajakmu ke car free day di taman kota. Aku mengajakmu juga" Jelas Kafa.
"Kalau Salma yang ikutan ngajak aku akan langsung berangkat." Jawab Ghozi berjalan masuk ke dalam kamar untuk bersiap-siap sesuai dengan apa yang Kafa katakan.
"Dasar pengagum binik orang," lirih Kafa seraya menggeleng pelan kepalanya melihat apa yang di lakukan oleh Ghozi.
Kafa sudah memberitahukan Mbok Sumik dan Ghozi, kini giliran dia melihat keadaan Salma, apa dia sudah siap untuk berangkat atau belum.
'Ceklek'
__ADS_1
Pintu kamar terbuka dengan pelan, hal pertama yang di lihat Kafa adalah kaca besar yang dulu di pakai dirinya tiap kali akan pergi, kini kaca itu selalu di pakai Salma sama seperti perkiraan Kafa sebelumnya.
"Masya allah," lirih Kafa saat melihat Salma begitu cantik dengan baju berwarna biru langit dan tas selempang kecil berwarna hitam, bibir Salma terlihat pink merona dengan alis yang sedikit tebal berwarna coklat dan bulu mata Salma terlihat lebih panjang juga lentik dari biasanya, di tambah cwmelak berwarna hitam yang terlihat semakin membuat wajah Salma cantik sempurna.
"Khem," Kafa mencoba memberitahu Salma jika dirinya sudah ada di kamar dan sedang memperhatikan apa yang sedang Salma lakukan.
"Eh, Mas Kafa, ada apa?" tanya Salma seraya berbalik melihat ke arah Kafa yang sedang menatap penampilan Salma dari bawah sampai ke atas.
Setelah memperhatikan penampilan Salma, Kafa langsung berjalan masuk ke dalam ruangan tempat penyimpanan pakaian, apa yang dilakukan Kafa membuat Salma bingung.
"Kenapa Mas Kafa malah masuk ke dalam ruang pakaian?" lirih Salma bertanya pada dirinya sendiri sambil menatap kepergian Kafa hingga dia hilang di balik tembok.
"Ah, mungkin Mas Kafa mau ganti baju," Salma kembali berasumsi dan mencoba berfikir positif tentang Kafa.
Kafa cukup lama berada di dalam ruangan tempat penyimpanan pakaian, hingga dia keluar dari ruangan itu dengan satu kain hitam yang entah apa itu, sedang Salma khusuk menatap layar ponselnya mencoba mencari tahu tentang event car free day yang akan dia datangi.
Kafa berjalan mendekat ke arah Salma tanpa di sadari siapapun termasuk Salma sendiri, tanpa aba-aba Kafa langsung memakaikan penutup wajah dan memasangkannya ke wajah Salma.
"Apa ini Mas?" tanya Salma merasa aneh dengan kelakuan Kafa yang tiba-tiba memakaikan cadar di wajahnya.
"Pakai ini jika kamu ingin pergi ke car free day sekarang!" titah Kafa tegas tak terbantahkan.
"Loh, kenapa aku harus pakai ini, Mas?" tanya Salma sedikit mengutarakan keanehan yang mengganjal di fikirannya.
"Kamu harus pakai cadar ini karena kamu berdandan begitu cantiknya," jawab Kafa santai.
__ADS_1
"Aku hanya memoles sedikit wajahku, kenapa aku harus pakai cadar ini Mas?" Salma mulai protes dengan apa yang di lakukan oleh Kafa.
"Kamu seharusnya tahu kalau seorang wanita yang sudah bersuami itu tidak baik memakai riasan wajah ataupun parfum saat keluar dari rumah, seorang wanita beristri itu lebih baik berias ketika hendak menyambut suami yang pulang kerja begitupun dengan minyak wangi," Kafa menjelaskan alasan dirinya memakaikan cadar pada Salma.