Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Rasa Senang Ummi


__ADS_3

Meski hatinya masih jengkel tapi Salma tetap melakukan apa yang Kafa pinta tanpa banyak bicara ataupun mengeluh, karena baginya percuma mengeluh tidak akan ada yang bisa merubah sikap Kafa padanya, hanya untaian do'a yang dia panjatkan dengan harapan akan terkabul dan Kafa akan berubah.


Salma berjalan menuju dapur untuk membuatkan nasi goreng yang di minta oleh Kafa.


"Loh kamu mau buat apa Salma?" tanya Ummi saat melihat Salma membawa nasi dan meracik bumbu nasi goreng.


"Mas Kafa minta buatin nasi goreng lagi Ummi. Tapi yang sekarang gak pakek udang katanya," jawab Salma sambil menghaluskan bumbu yang sudah siap di atas cobek.


"Bukannya tadi kamu sudah membawakan Kafa makan Salma?" Ummi kembali bertanya.


"Iya, Ummi, tadi Salma sudah bawakan makanan untuk Mas Kafa, tapi orangnya malah nanya siapa yang masak setelah aku jawab Mbok Bat, Mas Kafa malah memintaku memasakkan nasi goreng untuknya." Salma menjelaskan ala yang terjadi.


"Terus makanan yang kamu bawa ke mana?" Ummi semakin merasa penasaran dengan kelanjutan cerita Salma.


"Awalnya Mas Kafa menyuruhku memakannya. Tapi sekarang ada di kamar Mas Kafa karena dia menyuruhku menaruh makanan itu di atas meja." Tutur Salma.


Mendengar cerita Salma membuat Ummi senang dan bahagia, senyumnya begitu lebar menandakan betapa dia bahagia saat ini, apa yang terjadi saat ini menunjukkan jika Kafa memang sedang tertarik pada Salma.


'Pelan tapi pasti, rencana perjodohanku akan membuahkan hasil, Kafa akan menerima kehadiran Salma.' Batin Ummi mulai menilai.


"Ummi kenapa senyum-senyum seperti itu?" tanya Salma menatap aneh ke arah Ummi yang kini terlihat tersenyum bahagia.


"Ummi hanya senang dengan perkembangan hubunganmu dan Kafa," jawab Ummi seraya mengusap kepala Salma mencoba menyalurkan rasa sayang yang ada di hati Ummi, apa yang di inginkan akan segera menjadi nyata,ingin rasanya Ummi segera menghalalkan keduanya jika saja Kafa menyetujuinya.


"Ummi," lirih Salma saat tangan Ummi tak kunjung pergi dari kepala Salma yang masih tertutup oleh kerudung, sedang Salma harus segera membuat nasi goreng sebelum Kafa marah karena Salma terlalu lama membuatnya.

__ADS_1


"Ummi!" Salma sedikit memperkeras suaranya saat memanggil Ummi yang sejak tadi hanya diam tidak merespon.


"Eh, i~iya kenapa Salma?" sahut Ummi yang terlihat jelas sedang melamun.


"Salma mau masak Ummi, kasihan Mas Kafa kalau nunggu terlalu lama," jawab Salma berbohong, dia tidak mungkin mengatakan jika Kafa akan marah kalau dia terlalu lama, semua kebohongan itu dia lakukan agar Ummi tidak berfikir buruk dan membiarkan Ummi berfikir jika saat ini Kafa bersikap baik padanya.


"Astaghfirullah, maaf Nak, saking senengnya Ummi sampai lupa kalau kamu harus segera masak untuk Kafa, masaklah!" ujar Ummi menyingkirkan tangan yang sejak tadi ada di kepalanya dan memberi senyum manis ke arah Salma agar dia bersemangat dan memasak dengan penuh cinta.


Salma memberikan senyum terbaiknya pada Ummi kemudian berjalan mendekat ke arah kompor setelah mengambil nasi dan menyiapkan bumbu yang akan dia pakai, Salma menghilangkan terasi yang terbuat dari udang dalam masakannya kali ini, setelah kejadian alergi yang di alami Kafa membuat Salma lebih berhati-hati agar tidak memakai bahan apapun yang berkaitan dengan udang.


Setelah semua siap Salma kini berjalan masuk ke dalam rumah untuk memberikan nasi goreng yang tadi telah dia masak, dan ternyata Kafa sudah menunggunya di ruang keluarga dengan satu porsi makanan yang tadi dia bawa kini sudah bertengger indah di atas meja.


"Ini nasi gorengnya." Salma memberikan satu porsi nasi goreng yang tadi dia bawa dan meletakkannya di atas meja.


"Aku mau lanjutin masak di dapur Mas Kafa," jawab Salma.


"Duduklah!" titah Kafa.


Salma yang mendengar perintah Kafa sejenak terdiam mematung dengan dahi mengkerut karena bingung dengan apa yang di perintahkan padanya.


"Duduk di mana Mas Kafa?" melihat Kafa yang ikut diam membuat Salma memberanikan diri untuk bertanya.


"Kamu bisa ambil kursi itu untuk duduk!" ujar Kafa.


Di susut ruangan memang ada satu kursi plastik yang memiliki tinggi yang sana dengan sofa, biasanya Ummi akan menggunakannya jika keluarga besarnya datang dan berkumpul di ruang keluarga, maka kursi plastik itu akan menjadi penolong untuk duduk.

__ADS_1


Salma yang mendapat perintah dari Kafa langsung menarik kursi yang di maksud oleh Kafa dan menaruhnya tepat di depan Kafa.


"Makanlah!" Kafa mendekatkan satu porsi makanan yang tadi dia bawa ke depan Salma.


"Tapi aku masih belim lapar Mas Kafa," Salma mencoba menolak perintah Kafa, pasalnya ada banyak orang yang hilir mudik melewati tempat mereka berada, da rasa sungkan dan tidak enak hati jika Salma makan berdua dengan Mafa saat ini.


"Memasak untuk acara sebanyak ini juga butuh tenaga yang ekstra, jadi makanlah! sebelum kamu kelaparan karena tidak sempat," ujar Kafa dengan ekspresi datar sambil memakan nasi goreng yang sudah di siapkan oleh Salma.


"Tapi di sini banyak orang yang lewat, aku merasa tidak enak jika harus makan berdua denganmu Mas Kafa," jujur Salma.


"Jangan hiraukan orang lain! selama kita tidak melakukan hal yang buruk atau melanggar norma atau ketentuan dalam agama, maka jangan pernah hiraukan ucapan orang lain, karena kita tidak akan pernah benar di mata orang lain, hanya mereka yang benar dan apa yang kita lakukan meski itu suatu kebaikan akan tetap salah di mata mereka," tutur Kafa.


Salma yang mendengar penuturan panjang Kafa langsung terdiam membisu, baru kali ini dia mendengar penuturan panjang dari Kafa dan baru pertama kali Salma mendengar Kafa berbicara dengan nada bijak dan lembut.


"Kenapa kamu diam?" tanya Kafa dengan suara sedikit keras agar Salma yang terlihat melamun bisa mendengarnya.


"Eh, tidak apa-apa," jawab Salma.


"Makanlah!" titah Kafa yang langsung di lakukan oleh Salma, apa yang di katakan Kafa memang benar adanya, kita tidak akan pernah benar di mata orang lain sekalipun kita melakukan hal baik.


Keduanya makan dalam diam tidak ada yang berbicara sampai suara Salma yang tersedak mengalihkan perhatian Kafa yang sedang menikmati nasi goreng yang ada di hadapannya.


"Minumlah!" Kafa menggeser teh yang masih terasa sedikit hangat agar lebih dekat dengan Salma dan dia bisa meminumnya.


"Terima kasih," jawab Salma kemudian meminum segelas teh yang di berikan oleh Kafa.

__ADS_1


__ADS_2