Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Emosi Kafa


__ADS_3

Kafa terus saja mencari keberadaan Salma yang entah ada di mana, hingga sebuah ide untuk melihat cctv di mana tadi istrinya itu berada dan untungnya pegawai tokoh itu mengizinkan Kafa untuk melihat ke mana Salma pergi.


Dalam cctv terlihat jelas saat Salma menjatuhkan semua belanjaannya dengan tatapan lurus tepat ke arah di mana tadi Kafa duduk bersama dengan Intan.


"Sial!!!" ujar Kafa yang mengerti jika saat ini Salma sedang salah faham padanya, tanpa basa basi Kafa langsung berlari mencari baju yang tadi sempat di jatuhkan oleh Salma dan untung saja baju itu masih berada di tempatnya.


Dengan gerakan cepat Kafa membayar seluruh baju yang tadi sempat di ambil oleh Salma dan kembali berjalan keluar dari tokoh bertanya ke sana ke mari mencari keberadaan Salma tapi apa yang Kafa dapatkan? dia tidak mendapatkan apapun selain kehampaan, semuanya sia-sia Salma tidak ada di Mall itu, Kafa mencari Salma di setiap sudut Mall dari lantai bawah sampai lantai paling atas, tetap saja Salma tidak ada.


"Kaku ke mana Sayang? jangan siksa aku seperti ini, apa yang kamu lihat tak seperti apa yang kamu duga, sungguh aku tidak pernah berniat menyakiti hatimu," gumam Kafa yang kini merasa jika dunianya runtuh.


Kafa yang putus asa memutuskan untuk pulang meski hatinya masih tidak tenang, dia harus menunggu dua puluh empat jam lagi jika harus melapor ke polisi, sedang Kafa yang kelelahan karena memutasi seluruh sudut Mall untuk mencari Salma akhirnya memutuskan untuk pulang dan berharap Salma akan tetap baik-baik saja di manapun dia berada.


Kafa berjalan dengan langkah yang begitu berat, bayangan Salma yang tadi terlihat jelas di cctv terus saja menghantuinya, betapa jahatnya dirinya saat ini, meski Kafa tidak melakukan apapun tetap saja Salma pergi karena dirinya.


Perlahan Kafa membuka pintu melepas sepatu snikers yang sejak tasi melekat di kakinya dan meletakkannya di tempat sepatu kemudian menggantinya dengan sandal yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.


Kafa berjalan sambil menunduk menuju kasur, sungguh rasanya dia tak mampu melakukan apapun selain merebahkan di tinta di atas kasur, tenaganya benar-benar terkuras, berlari ke sana ke mari mencari keberadaan Salma yang sampai saat ini tak di temukan.

__ADS_1


Kafa yang kini terlihat seperti mayat hidup merasakan sesuatu yang aneh, guling yang ada di hadapannya terlihat jauh lebih besar dan lebar membuat Kafa penasaran.


Tanpa menunggu lama Kafa membuka selimut yang ada di hadapannya dan senyum Kafa langsung melebar saat dia lihat guling yang tadi ingin dia peluk ternyata Salma yang tengah terlelap dalam tidurnya.


"Salma!!" teriak Kafa girang saat melihat Salma yang dia cari sejak tadi ternyata ada di dalam kamar dan sedang berkelana dalam dunia mimpi yang Kafa harap akan indah.


Sedang Salma yang tengah terlelap langsung terbangun karena terkejut mendengar teriakan Kafa yang melengking memekakan telinga.


Salma langsung membuka mata saat melihat Saat mendengar teriakan suara Kafa, tapi secepat kilat Salma langsung berdiri dan segera turun dari kasur menuju sambil membawa bantal beserta guling yang tadi dia gunakan dan membawanya keluar dari kamar menuju ruang tamu yang hanya di sekat dengan kaca.


Tadi Salma sempat kesulitan untuk masuk ke dalam kamar karena dia tidak membawa kunci ataupun akses untuk masuk ke dalam kamar, untung saja tadi dia memberikan nomor telfonnya pada Riki, jadi dia bisa meminta kunci duplikat kamar itu pada Riki yang notabennya pemilik hotel itu.


"Dasar buaya buntung, sudah dapatkan mahkotaki sekarang dia berkhianat, kalau memang tidak menyukaiku harusnya dia tidak mengambil harta paling berharga yang aku punya," gerutu Salma yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


Kafa yang melihat Salma berpindah memilih membiarkannya Kafa berfikir jika saat ini Salma butuh waktu sendiri dan dia tidak ingin mengganggunya, Kafa lebih memilih untuk beristirahat setelah berlari-lari berkeliling Mall dan kelelahan karena mencari sang istri yang justru tertidur pulas di dalam kamar.


Malam penuh drama terlewati dengan penuh rasa lelah, selain lelah hati keduanya juga merasakan lelah raga, bertengkar memang bukan hal yang baik tapi pertengkaran dalam rumah tangga juga tidak bisa di salahkan, ada kalanya pertengkaran itu terkadang semakin mempererat hubungan keduanya meski tak jarang pertengkaran itu berujung dwngan sebuah perpisahan.

__ADS_1


Pagi cerah kini mulai muncul, Salma masih tetap sama seperti semalam, dia diam seribu bahasa dan terus saja menghindar dari Kafa, bahkan Salma menolak mentah-mentah ajakan Kafa untuk melaksanakan sholat subuh bersama, meski Kafa tahu apa yang di lakukan Salma itu bukanlah hal yang baik, tapi Kafa tidak bisa memarahi ataupun menegur Salma, bukan karena Kafa takut tapi dia yang mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Salma istrinya itu memilih untuk membiarkannya mengekspresikan rasa sakit hati yang timbul karena salah paham pada Kafa.


"Sampai kapan kamu akan seperti ini Sayang?" tanya Kafa yang kini ikut duduk di hadapan Salma yang duduk di sofa ruang tamu di mana tadi malam Salma tidur.


"Aku ingin pulang ke pesantren sekarang." Jawaban yang tak pernah di harapkan oleh Kafa.


"Jika kamu ke pesantren sekarang, bagaimana dengan tantangan yang harus kamu menangkan Sayang?" sahut Kafa yang terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Salma, Kafa berfikir Salma hanya marah biasa, Kafa tidak menyangka kemarahan Salma sampai membuat dirinya ingin pergi.


"Untuk apa aku memenangkan tantangan yang sebenarnya tidak ada artinya, kamu akan tetap bersama dengan Intan sekalipun tantangan itu aku menangkan, ingat baik-baik Mas! Aku bukan siti hajar yang rela untuk di madu dan aku bukan wanita yang kuat menahan sakit hati karena melihat suaminya bersama dengan wanita lain, jika Mas Kafa ingin bersama dengan Intan, aku mempersilahkan tapi jika itu pilihanku, maka lepaskan aku!" tegas Salma.


Apa yang di katakan Salma menyulut emosi Kada, bagaimana bisa Salma mengatakan hal itu hanya karena melihat Intan bersender di bahunya, harusnya Salma mencari tahu lebih dulu apa yang sebenarnya terjadi, bukan malah mengambil keputusan seperti ini.


Apa artinya Kafa baginya dan sebesar inikah perasaan Salma padanya?


"Selamanya aku tidak akan melepaskanmu Salma! Ingatlah aku ini suamimu dan kamu istriku hal ini akan tetap terjadi hingga ajal yang akan memisahkan kita," gertak Kafa yang mulai tersulut emosi setelah mendengar jawaban Salma.


"Harusnya kamu temui aku dan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi! bukan malah pergi dan berasumsi yang tidak benar seperti ini, sampai saat ini aku masih berusaha untuk menjauhkan Intan dari kehidupan kita Salma, dan kamu harus tahu itu!" sambung Kafa dengan emosi yang meletup-letup dia berucap, emosi Kafa benar-benar tidak bisa dia tahan lagi, mendengar kata perpisahan dati Salma seperti petit yang menyambar di siang hari, Kafa sungguh tak bisa menerimanya, karena cinta Kafa pada Salma sudah melekat dan tumbuh subur dalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2