
Kafa terus melajukan mobilnya hingga terlihat sebuah bangunan besar dan menjulang tinggi terlihat dari kejauhan bertuliskan MAT****I.
"Apa ini Mall yang Mas Kafa maksud?" tanya Salma dengan ekspresi wajah yang di penuhi rasa penasaran.
"Iya, apa kamu pernah ke sini sebelumnya?" jawab Kafa sembari melempar pertanyaan kepada Salma.
"Belum, tapi aku pernah mendengar cerita tentang Mall ini," sahut Salma.
"Apa yang kau tahu tentang Mall?" tanya Kafa yang kini justru penasaran dengan Salma, sejauh mana dia tahu tentang dunia luar.
"Yang aku tahu Mall itu tempat orang berjualan baju, bener begotu Kan?" jawab Salma.
"Terus selain baju jual apa lagi?" Kafa kembali bertanya.
"Gak tahu, emang di Mall ada yang lain selain jualan baju?" Salma terlihat penasaran setelah mendengar pertanyaan Kafa.
'Apa dia benar-benar berfikir kalau di Mall cuma ada baju yang di jual?' batin Kafa.
Kafa merasa tak percaya jika Salma benar-benar tak tahu apa saja yang ada di Mall.
"Aku akan tunjukkan apa saja yang ada di sana, ingat tetaplah berjalan di sampingku jangan jauh-jauh!" pesan Kafa, mendengar pengakuan Salma yang tidak pernah pergi ke Mall membuat Kafa khawatir jika Salma berjalan terlalu jauh dia akan hilang atau tersesat.
Salma hanya menganggukkan kepala menanggapi ucapan Kafa.
"Masya Allah, ramai sekali," ucap Salma setelah masuk ke dalam Mall.
Kafa terus berjalan berniat mencarikan gelang emas putih untuk Salma, dia ingin tahu bagaimana reaksi Salma saat dirinya membelikan hadiah perhiasan.
"Oh, ternyata di Mall bukan cuma jual baju aja, ternyata masih ada banyak hal lain yang di jual di sini," lirih Salma yang masih bisa di dengar oleh Kafa, Salma begitu heran melihat betapa banyaknya tokoh yang berjajar rapi di dalam Mall.
"Kita mau cari apa ke sini Mas Kafa?" tanya Salma yang penasaran dengan langkah Kafa yang entah menuju ke mana.
__ADS_1
"Menurutmu kita enaknya nyari apaan ya?" bukannya menjawab Kafa justru balik bertanya pada Kafa.
"Entahlah, aku juga tidak menginginkan apapun saat ini," jawab Salma yang membuat Kafa heran, bagaimana mungkin seorang gadis masih bisa mengatakan dirinya tidak ingin apapun saat berada di tengah-tengah pusat perbelanjaan.
Tanpa di ketahui keduanya, Ghozi terus melangkah mengikuti setiap langkah Salma dan Kafa, dia mengambil jalan aman tanpa ada yang tahu, bagi Ghozi perubahan sikap Kafa saat ini perlu di laporkan kepada Ummi, agar tugasnya menjadi lebih ringan dan dia bisa cepat kembali ke pesantren dengan misi baru, yaitu mencari jodoh.
Ghozi berencana mencari jodoh dan gadis terbaik menurutnya untuk di jadikan istri, menurutnya itu pilihan terbaik dari pada harus menikah dengan seseorang yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri.
"Sejauh ini keadaan aman terkendali, aku akan terus memantau keadaan Salma sampai pulang nanti," lirih Ghozi yang hanya mampu di dengar olehnya sendiri.
Jika Ghozi tengah serius menjaga jarak aman agar tidak di ketahui kini berjalan menuju tokoh perhiasan.
"Kita mau ngapai ke sini Mas Kafa?" tanya Salma sambil memperhatikan sekelilingnya yang terlihat begitu banyak orang dan perhiasan yang rata-rata berkilau juga memiliki model sangat bagus.
"Bagaimana model gelang ini? bagus bukan?" Kafa kembali bertanya sambil mengambil satu buah gelang yang terlihat begitu indah.
"Iñi indah sekali Mas Kafa," sahut Salma menatap kagum Kafa yang sedang asyik menatap ke arah gelang yang saat ini sedang di bawa.
"Ini gelang model terbaru, dan Masnya sangat pintar memilih," puji pegawai tokoh.
"Ukurannya juga sangat pas di tanganmu, coba pakai!" titah Kafa, dia tidak menggubris perkataan pegawai tokoh, dia malah meminta Salma untuk memakai gelang yang tadi dia pilih.
Salma yang mendapat perintah dari Kafa langsung memakai gelang yang tadi telah di pilih Kafa.
"Cocok," lirih Kafa saat melihat gelang indah itu melingkar di lengan kiri Salma.
Tanpa banyak basa basi Kafa langsung membayar gelang yang di pilih tanpa melihat harganya.
"Tunggu!" pinta Kafa yang hendak mengeluarkan uang dari dompetnya.
"Ada apa?" tanya Kafa bingung dengan Salma yang tiba-tiba mencegahnya.
__ADS_1
Salma mendekat dan berbisik tepat di telinga Kafa, apa yang di lakukan Salma sukses membuat bulu kuduk Kafa merinding, sesuatu yang tengah tidur pulas kini tiba-tiba berdiri tegak dan begitu keras.
"Apa ini tidak terlalu mahal, jangan beli ini beli yang lain saja!" bisik Salma dengan suara lurih yang hanya bisa di dengar oleh Kafa dan dirinya.
"Khem," sekuat tenaga Kafa mencoba menahan diri untuk tidak menerkam Salma yang berdiri di sampingnya.
"Diamlah! kamu hanya peelu memakainya jadi, jangan banyak protes!" sahut Kafa yang merasa aneh dengan Salma, coba saja kalau yang ada di posisi Salma saat ini adalah Intan, dia pasti akan jingkrak-jingkrak kegirangan karena Kafa telah memberinya hadiah.
"Aku hanya tidak ingin menyusahkannya, kenapa dia jadi marah begitu?" lirih Salma yang hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.
Tatapan tajam tanda tidak suka atas sikap yang di tunjukkan oleh Kafa juga terlihat dari sudut tokoh, Ghozi menatap geram melihat Kafa yang berkata kasar pada Salma yang dia tahu seorang gadis yang bersikap lembut.
'Dasar arogan, ngomong sama istri sendiri aja gak bisa halus, entar aku ambil baru tahu rasa kamu,' batin Ghozi.
"Astaghfirullah," sambungnya menyadari apa yang dia katakan bukanlah hal yang baik.
Kafa kembali mengajak Salma pergi dari tokoh itu menuju tokoh baju yang berada tidak jauh dari sana.
"Kita mau ngapain ke tokoh baju?" tanya Salma sambil menghentikan langkahnya dan menarik lengan Kafa yang berada di depannya.
"Beli baju, memangnya kamu gak mau beli baju?" jawab Kafa.
"Tidak, bajuku masih banyak dan masih bagus-bagus, aku tidak ingin beli lagi," jawab Salma.
"Kenapa kamu tidak ingin membelinya lagi? bukankah seorang gadis pasti menyukai baju baru?" tanya Kafa menatap heran ke arah Kafa.
"Aku memang suka baju baru, tapi kalau aku sedang membutuhkannya, saat ini baju baruku sudah banyak, baju yang di belikan Mas Kafa waktu nikah kemarin belum aku pakai, kalau beli lagi untuk apa, lagi pula punya banyak baju sampai gak ke pake sholat berat tanggungannya di akhirat nanti, dan aku tidak mau itu," Salma menjelaskan alasan dirinya yang tak ingin membelikan baju sekarang.
"Kalau tidak beli baju kita mau beli apa?" tanya Kafa bingung harus ngapain, ke Mall tidak shopping mau ngapain.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?" usul Salma.
__ADS_1