Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Kesiangan


__ADS_3

Suasana berubah menjadi hening setelah Salma mengatakan jika harta itu hanyalah titipan, Kafa terdiam dan fokus memakan nasi rawon yang tadi di bawakan Ummi hingga tandas tak tersisa, begitu pula dengan Salma yang juga menghabiskan seluruh nasi di piringnya. Salma dan Kafa memang belum sempat makan malam tadi, keduanya terlalu sibuk menyalami para tamu yang hadir, tamu Ummi dan Abah memang sangat banyak saking banyaknya sampai Kafa dan Salma tak lagi memiliki waktu hanya untuk mengisi perut yang kala lapar.


"Kamu mau ke mana?" tanya Kafa saat melihat Salma mengangkat nampan yang berisi bekas makan di atas nakas.


"Aku mau beresin bekas makan ini terus nyuci piring." Jawab Salma.


"Dengan baju seperti itu?" Kafa kembali bertanya seolah menyadarkan Salma jika saat ini Salma tengah memakai baju yang kurang pantas di pakai keluar dari kamar.


"Eh a~" suara Salma tergantung tak lagi bisa di selesaikan setelah dia sadar dan memperhatikan pakaian yang sedang dia pakai.


"Biar aku yang membereskannya." Kafa mengambil alih nampan yang ada di tangan Salma kemudian melenggang pergi meninggalkan Salma yang masih setia berdiri mematung di tempatnya.


"Mbak Mila!" panggil Kafa.


"Iya, ada apa Mas Kafa?" sahut Mila yang kebetulan tadi sedang lewat di depan pintu kamar Kafa.

__ADS_1


"Tolong bersihkan bekas makan ini," pinta Kafa dengan nada penuh kesopanan, Kafa memang selalu bersikap sopan pada orang yang menurutnya perlu mendapat pengghormatan, tapi Kafa akam bersikap sedikit kasar tanpa ada rasa sopan pada orang yang bersikap kurang baik padanya.


"Baik, Mas Kafa," jawab Mila dengan penuh rasa hormat mengambil nampan yabg di sodorkan padanya kemudian melenggang pergi meninggalkan Kafa menuju dapur.


"Huft," Kafa menghela nafas mengingat jika saat ini dia telah menikah, sebagai seorang muslim yang sangat mengerti akan ilmu agama, Kafa berada dalam kebimbangan, akankah dia mampu memenuhi nafkah batin yang sudah menjadi kewajibannya, jika hanya nafkah lahir Kafa sangat percaya diri mampu memenuhi semua kebutuhan Salma yang memiliki kepribadian sederhana sangat jauh berbeda dengan Intan yang memiliki gaya hidup royal.


Perlahan tapi pasti Kafa berbalik dan menutup pintu sambil menunduk mengumpulkan keberanian untuk membicarakan hal yang intim bersama sang istri yang tak lain adalah Salma.


"Sal~" suara Kafa kembali menggantung di udara saat dia mendongak dan mendapati Salma terlelap dalam tidurnya.


'Aku harus pura-pura tidur biar Kafa tidak meminta haknya sekarang,' batin Salma yang kini berusaha keras mencoba tertidur meski sebenarnya dia belum bisa tidur.


Berbeda dengan Salma yang setia dengan kepura-puraannya kinu Kafa justru terlihat bingung mau melakukan apa, meskipun sebenarnya Kafa merasa begitu lelah tapi matanya enggan tertutup, dengan langkah gontai Kafa berjalan meraih laptop di atas nakas di samping tempatnya tidur kemudian berjalan dan duduk di sofa panjang yang berada tepat di bawah tempat tidur.


Kafa terus fokus menatap laptop memeriksa setiap laporan yang di kirim anak buahnya hingga selesai, tapi anehnya Kafa tetap tidak bisa tidur hingga dia memutuskan untuk mendengarkan lagu dan memaksakan diri memejamkan mata hingga tanpa sadar Kafa terlelap dengan music yang masih menyala.

__ADS_1


Malam semakin larut dengan rembulan yang bersinar begitu terang malalm ini, langit terlihat begitu cerah menambah pesona sang rembulan yang sedang bersinar. Waktu tetus bergulir Rembulan yang tadinya bersinar kini perlahan kembali ke peraduan. Meninggalkan langit yang mulai sedikit terang karena posisi sang bulan akan di gantikan oleh sang mentari pagi, kicauan burung terdengar begitu nyaring.


Tok ... tok ... tok ....


"Kafa! bangun, Nak!" suara Ummi terdengar menggelegar di balik pintu, ini sudah ke tiga kalinya Ummi memanggil dan mencoba membangunkan sang putera yang tidak kunjung menyahuti panggilannya sejak tadi.


"Hm, tunggu!" sahut Kafa dengan nada malas, semalam dia tidak bisa tidur entah jam berapa Kafa terlelap dia sama sekali tudak tahu, yang Kafa tahu saat ini dirinya sangat mengantuk, rasanya dia baru tidur beberapa menit yang lalu, Kafa terpaksa bangun dan berjalan gontai mendekat ke arah pintu karena terkejut dengan suara Ummi yang cukup menggelegar.


"Ada apa?" tanya Kafa sambil menguap dan sejenak menutup mata sebentar menahan rasa kantuk yang kian menyiksanya.


"Bangun, Kafa!" sahut Ummi.


"Ummi nyuruh Kafa bangun malam-malam begini ada apa?" tanya Kafa samnil mata yang masih tertutup rapat.


"Kafa, buka mata! ini sudah jam lima lebih, kamu mau sholat jam berapa?" sahut Ummi menyadarkan Kafa jika dirinya salah sangka.

__ADS_1


__ADS_2