Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Sah


__ADS_3

Mendengar ucapan Ghozi membuat Kafa langsung berdiri berjalan keluar dari kamar dengan Ghozi yang mengikuti langkahnya dari belakang, meski saat ini hati Ghozi terasa hancur sehancur-hancurnya, tapi dia tidak pernah menunjukkan pada siapapun.


Ghozi tampak begitu tegar dan gagah berani menemani Kafa yang akan mengucapkan ijab kabul di mana gadis yang akan menikah dengannya adalah gadis yang masih saja bertahta di hati Ghozi.


'Biarlah rasa ini menghilang seiring berjalannya waktu, semoga akan ada pengganti Salma yang ku harap bisa menghapus perasaanku ini,' batin Ghozi saat menemani Kafa berjalan menuju tempat ijab kabul.


Semua orang terdiam mematung melihat kehadiran Kafa dan Ghozi, suasana riuh kini berubah menjadi hening hingga satu kata terdengar di ucapkan oleh seluruh orang yang ada di sana.


"Sah,"


"Sah,"

__ADS_1


Satu kata yang mudah di ucapkan tapi memiliki sejuta makna dan juga tanggung jawab yang cukup berat yang harus di tanggung oleh keduanya.


"Alhamdulillah," lirih Ummi saat mendengar semua orang mengatakan kata sah yang artinya kini Kafa dan Salma sudah sah menjadi suami istri, sejuta harapan kembali terukir dalam benak Ummi yang sudah lama menginginkan putera semata wayangnya menikah dengan Salma sang gadis baik hati yang tanpa sengaja di pertemukan dengannya.


Sang penghulu mulai memanjatkan do'a agar pernikahan Kafa dan Salma bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.


"Salma, ayo, Nak!" ajak Ummi yang baru saja masuk ke dalam kamar tamu di mana Salma berada.


"Masya Allah, cantiknya menantuku, kamu benar-benar seperti seorang puteri di dunia dongeng, cantik sempurna," ujar Ummi mengungkapkan kekagumannya kepada Salma yang saat ini sidah sah menjadi menantunya.


"Ummi jangan buat Salma terbang tinggi karena pujian yang Ummi berikan! Salma malu Ummi," sahut Salma menundukkan kepala menyembunyikan rasa malu yang muncul dalam dirinya setelah mendengar pujian dari Ummi.

__ADS_1


Ummi yang melihat Salma menunduk kini dia memegang dagu Salma dan perlahan mengangkat kepalanya yang menunduk setelah mendengar pujian dari Ummi.


"Jangan menunduk, Nak! kamu terlihat cantik, bahkan sangat cantik, angkat kepalamu karena sekarang kamu istri dari Kafa putera Ummi, itu artinya kamu menantu tersayang di pesantren ini," tutur Ummi melarang Salma untuk menunduk.


Salma hanya tersenyum menanggapi ucapan Ummi, Salma berjalan mengikuti langkah Ummi menuju tempat ijab kabul di mana Kafa berada.


Perhatian semua orang kini beralih menatap lurus ke arah Salma sesaat setelah Ummi membuka pintu.


"Masya allah cantiknya," lirih Ghozi yang sukses membuat Kafa ikut mengalihkan pandangannya setelah mendengar pujian Ghozi.


Kafa langsung terdiam mematung menatap Salma yang pagi ini begitu cantik mempesona, dia enggan percaya jika yang saat ini berdiri di didi sang Ummi berjalan ke arahnya merupakan Salma yang sudah sah menjadi istrinya, tapi sekeras apapun Kafa berusaha untuk tidak percaya tetap saja tidak mengubah apapun, karena yang dia lihat saat ini tetaplah Salma.

__ADS_1


Jika Kafa terlihat enggan percaya, maka sangat berbeda dengan Salma yang saat ini merasa begitu nervous karena ini pertama kalinya dia menyandang status seorang istri.


__ADS_2