Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Rasa penasaran Ummi


__ADS_3

"Boxernya terlalu besar, jadi saya tidak bisa memakainya," jawab Salma sambil menundukkan kepala.


Sedangkan Kafa hanya busa menelan saliva melihat pemandangan indah yang sebenarnya sudah halal baginya, Salma berjalan menjauh menuju tempat tidur karena dia merasa tidak nyaman dengan pandangan Kafa yang mengarah padanya.


Kafa yang menyadari jika Salma tidak nyaman karena saat ini Salma memilih menutup tubuhnya dengan selimut dan membaringkan diri di atas kasur dan menutup hampir seluruh tubuhnya seolah menyembunyikan. diri agar tidak terlihat.


Tok ... tok ... tok ....


Suara ketukan pintu mengejutkan kedua sejoli yang kini sesang berada dalam kecanggungan.


"Tutup seluruh tubuhmu! dan bersembunyilah di dalam selimut!" titah Kafa yang cukup membuat Salma terkejut dengan perintah yang di berikan oleh Kafa.


"Kenapa aku harus bersembunyi di dalam selimut?" lirih Salma yang tidak mampu bertanya alasan dari perintah yang di berikan oleh Kafa.

__ADS_1


'Ceklek'


Suara pintu terdengar menyelinap masuk ke dalam selimut menelusup hingga telinga Salma mulai menangkap gelombang suara darinya.


"Ummi, ada apa?" tanya Kafa sesaat setelah membuka pintu kamar nampaklah Ummi yang berdiri dengan satu nampan makanan yang ada di tangannya.


"Ummi cuma mau mengantarkan makanan ini." Jawab Ummi sambil celingukan mencari keberadaan Salma yang tak terlihat.


'Ke mana Salma?' batin Ummi yang tidak melihat keberadaan Salma, sedang Kafa yang melihat gelagat Ummi yang mencurigakan segera mengambil alih nampan yang ada di tangan Ummi.


"I~iya," jawab Ummi gugup, dia yang merasa jika saat ini Kafa mencium gelagat yang tidak enak dari sikap Kafa.


"Terima kasih Ummi," ujar Kafa seraya memberi kode agar Ummi pergi meninggalkan kamar. Tapi Ummi yang di balut rasa penasaran tidak lagi bisa menahan diri dan langsung pergi meninggalkan kamar pengantin yang menurutnya memiliki seribu misteri.

__ADS_1


"Apa masih ada sesuatu yang akan Ummi lakukan?" tanya Kafa dengan nada mendominasi agar Ummi segera pergi atau mengatakan apa tujuan sebenarnya Ummi datang.


"Tidak ada, baiklah, Ummi akan pergi sekarang." Pamit Ummi yang seharusnya langsung berbalik lalu meninggalkan Kamar Kafa, tapi Ummi yang terlihat memiliki sejuta rasa penasaran tidak langsung pergi tapi Ummi malah masih berusaha menoleh ke dalam kamar.


"Khem," Kafa merasa sedikit risih dengan apa yang di lakukan Ummi dia berdehem untuk menyadarkan Ummi jika sikapnya telah mengganggunya.


Ummi hanya tersenyum kemudian melenggang pergi meninggalkan Kafa yang masih setia berdiri di tempatnya.


"Huft, dasar Ummi," lirih Kafa menatap lekat ke arah Ummi yang berjalan semakin jauh hingga menghilang di balik tembok.


Kafa berbalik arah masuk ke dalam kamar meletakkan nampan berisi makanan yang tadi di bawa oleh Ummi kemudian kembali mendekat ke arah pintu untuk menutupnya.


"Salma!" panggil Kafa saat dia menoleh ke arah kasur di mana Salma tadi bersembunyi tapi Salma tak terlihat dia masih anteng bersembunyi di dalam selimut.

__ADS_1


"Hey, Salma!" Kafa kembali memanggil Salma yang tak meresponnya, kali ini dengan intonasi lebih tinggi, tapi Salma tetap tidak merespon.


Kafa begitu penasaran dengan apa yang di lakukan Salma di balik selimut, perlahan tapi pasti Kafa mulai mendekat ke tempat Salma bersembunyi tadi. Langkah Kafa sangat pelan sampai tidak terdengar langkahnya.


__ADS_2