Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Saling Memguatkan Hati


__ADS_3

Hari terus berganti minggu hingga waktu pernikahanpun tiba, semua orang terlihat sangat sibuk pagi ini, pesantren yang biasanya hening kini riuh, musik sholawat terus di putar memberi hiburan tersendiri bagi para santri yan ada di pesantren.


Hari pernikahan Kafa dan Salma memang bisa membuat semua orang bahagia, terutama para santri, semua santri menyambut pernikahan Kafa dengan penuh suka cita karena semua kegiatan belajar mengajar di liburkan, para santri daan guru ikut serta membantu memperisapkan pernikahan Kafa, selain itu ada banyak makanan gratis yang di sediakan bagi siapapun yang ingin memakannya.


"Kalau. tiap hari kayak gini, bisa bangkrut suamimu Salma," ujar Tari.


"Masih calon Tari, belum jadi suami," sahut Salma.

__ADS_1


"Astaga, tinggal nunggu satu jam lagi kamu bakal sah jadi istrinya Kan, Salma, jadi apa masalahnya jika sekarang aku mengatakan kalau kamu istrinya," ujar Tari membeberkan alasan dia yang mengatakan jika Salma adalah istri dari Kafa saat ini meskipun keduanya belum benar-benar sah menjadi suami istri.


"Sudahlah, aku sedang tak ingin berdebat, jadi jangan memancing aku untuk berdebat!" Salma yang saat ini masih mencoba mengontrol rasa nervous dalam hatinya memilih untuk mengakhiri pembicaraannya dengan Tari, Salma sangat tahu dengan pasti jika dia meneruskan perdebatan itu maka tidak akan pernah afa habisnya.


"Baiklah, untuk saat ini aku akan mengalah dan tidak akan berdebat karena hari ini adalah hari spesial untuk dirimu, tapi aku tidak akan mengalah lagi lain waktu," ucap Tari dengan senyum lebar yang terlihat jelas di wajahnya.


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Salma saat melihat Tari hnya tersenyum senang menatap ke arahnya.

__ADS_1


"Aku begitu bahagia melihat sahabatku akan menikah dengan seorang laki-laki yang insya allah akan menjaga dan menyayanginya dengan sepenuh hati, Salma, aku selalu berdoa atas keadaan yang akan terjadi esok dan kau tahu, aku selalu menyertakan namamu dalam do'a yang selalu aku panjatkan." Tari mengatakan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya.


"Terima kasih atas semua yang pernah kamu berikan dan maaf jika aku punya salah di masa lalu, baik itu di sengaja atau tidak," Tari yang mengatakan isi hatinya membuat Salma terpancing ubtuk ikut mengatakan apa yang dia juga rasakan saat ini.


"Harusnya aku yang berterima kasih padamu Salma, jika bukan karena kamu yang mengajakku ke pesantren saat itu, aku sangat yakin jika saat ini aku masih mengembara tanpa tujuan di luar sana," Tari mengatakan apa yang sebenarnya membuatnya sangat berterima kasih pada Salma saat ini.


"Semua yang terjadi adalah takdir yang harus kita lalui, dan kamu tenang saja tidak perlu berterima kasih seperti itu! kamu hanya perlu memjalani kehidupan yang sudah ada di hadapanmu saat ini dengan pemuh semangat dan kebahagiaan, karena bagaimanapun akhirnya nanti, kamu sendiri yang akan menanggungnya," Kebijakan Salma yang sejak tadi tidak muncul kini mulai terdengar begitu menyejukkan hati Tari yang sempat galau dengan kehidupannya nanti jika Salma sudah menikah.

__ADS_1


"Kamu benar, dan kamu tenang saja, aku akan tetap semangat menjalani semuanya nanti." Tari menunjukkan senyum terbaiknya agar Salma tak lagi mengkhawatirkan dirinya lagi.


__ADS_2