Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Kafa Dan Salma


__ADS_3

"Tari!" panggil Mas Kafa dengan suara lembut tapi terkesan sedikit lemah.


"Iya, ada apa Mas Kafa?" sahut Tari seraya mengalihkan pandangannya ke arah Kafa yang berdiri tepat di depannya.


"Bolehkah aku meminta waktu sepuluh menit saja untuk berbicara serius dengan Salma?" pertanyaan yang menurut Kafa terdengar begitu konyol di telinganya.


"Boleh atau tidak?" sambung Kafa yang terlihat tidak sabar ingin segera membicarakan sesuatu dengan Salma.


"Tentu saja, aku akan pergi. Tapi ingat! jangan macam-macam!" sahut Tari memberi pesan sebelum akhirnya dia pergi.


"Kamu tenang saja, sahabatmu ini aman bersamaku," jawab Kafa.

__ADS_1


"Baiklah, aku pergi dulu. Kamu hati-hati. Salma! jika ada sesuatu panggil aku! karena aku akn stand by di depan pintu kamarmu," Tari juga berpesan pada Salma, dan pesan yang di ucapkan Tari cukup membuat Kafa sedikit jengkel.


"Aku hanya ingin bicara dengan sahabatmu bukan melakukan hal yang berbahaya, jadi jangan berfikir macam-macam atau khawatir jika temanmu akan terluka." Ujar Kafa dengan ekspresi wajah yang kurang bersahabat.


Tari hanya tersenyum simpul kemudian berjalan keluar meninggalkan kamar di mana Salma di rawat.


Suasana di dalam kamar yang tadinya cukup riuh kini berubah menjadi sangat hening, tak ada satupun yang mengeluarkan kata-kata, keduanya terdiam tanpa ada yang memulai berbicara hingga suara Salma yang merasa sudah cukup lama diam terdengar memulai percakapan.


"Apa kamu benar-benar sudah siap ubtuk menikah denganku?" tanya Kafa sambil menatap lekat ke arah Salma yang saat ini juga sedang melihat ke arahnya.


"Insya allah, jika memang sudah takdirku ubtuk menikah siap atau tidak aku akan tetap melakukan yang terbaik ubtuk hidupku selanjutnya," jawab Salma dengan ekspresi wajah yang terlihat mantap dan tegas, Salma terlihat begitu yakin jika dirinya memang sudah siap ubtuk menikah.

__ADS_1


"Bagus, apa kamu siap melewati segala ujian yang akan terjadi ke depannya nanti? dan apa kamu siap untuk melewati segalanya bersamaku dan tetap berada di sisiku?" Kafa kembali memberi pertanyaan pada Salma.


"Kenapa sejak tadi Mas Kafa menanyakan kesiapanku untuk menikah? apa Mas Kafa meragukan keputusanku untuk menerima percepatan pernikahan kita?" kali ini Salma yang bertanya, dia yang merasa jika Kafa bertanya dengan pertanyaan yang cukup membuatnya merasa jika Kafa meragukan dirinya, kini Salma lebih memilih bertanya dari pada menjawab pertanyaan Kafa.


"Aku tidak pernah meragukan keputusanmu, hanya saja aku memiliki sebuah masalah yang harus ku hadapi, dan jika kita menikah maka kamu akan ikut merasakan juga terkena imbas dari masalahku ini," tutur Kafa dengan ekspresi serius yang terlihat jelas di wajahnya.


"Masalah? memangnya Mas Kafa buat masalah apa? jangan bilang kalau Mas Kafa akan masuk bu*h karena masalah ini!" spontan Salma dengan ekspresi terkejut yang tampak jelas di wajah Salma.


"Enak saja masuk bu*h, aku ini warga negara yang taat hukum dan tidak pernah melanggar aturan hukum yang ada, jadi seorang Kafa pantang masuk bu*h," sahut Kafa yang merasa tidak terima jika Salma mengatakan dirinya berurusan dengan bu*h.


"Syukurlah jika dugaanku salah, karena aku sangat tidak menyukai laki-laki yang memiliki masalah dengan hukum," tutur Salma yang membuat Kafa sedikit lega, karena jika Salma tidak suka dengan hal-hal yang berbau kejahatan dan bu*h.

__ADS_1


__ADS_2