Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Kedatangan Umik


__ADS_3

Sesuai rencana hari ini Umik datang berkunjung ke pesantren Ummi, dia datang bersama Huda yang merupakan sopir pribadi Umik dan salah satu santri yang dipercaya oleh Ghozi untuk menjaga sang Umik di pesantren, dan membantu Ustad yang lain mengelola pesantren.


Dengan langkah penuh rasa bahagia Umik turun dari dalam mobil sesaat setelah mobil yang dia tumpangi parkir tepat di depan halaman rumah ummi, di mana Ghozi sedang menimba ilmu. Sedangkan Ghozi yang berada di dalam kamar melihat mobil Umik yang baru sampai langsung membuka pintu dan menghampiri sang Umik yang tengah tersenyum melihat Putra semata wayangnya kini jauh lebih berseri dari pada sebelumnya.


"Bagaimana perjalanannya Umik?" Tanya Ghozi.


"Alhamdulillah, perjalanan Umik lancar, Bagaimana denganmu, Nak? Apa kamu sehat?" Umik menjawab pertanyaan Ghozi sambil kembali bertanya.


"Alhamdulillah Umik, Ghozi baik-baik saja, apa Umik datang ingin melihat Tari?" Ghozi mencoba menebak kedatangan Umik hari ini.


"Tentu saja, Umik juga ingin tahu bagaimana calon menantu Umik?" Jawab Umik.

__ADS_1


"Jam segini biasanya Tari sedang membantu Umik memasak di dapur untuk persiapan nanti sore, Umik bisa datang ke dapur dan membantu sekaligus mengenal Tari lebih jauh," jelas Ghozi.


"Kamu hafal sekali dengan jadwal Tari, apa selama ini kamu sering memperhatikan dan menemui dia?" Umik mencoba mencari tahu apa saja yang sudah dilakukan oleh Ghozi selama ini.


"Tentu saja aku harus tahu bagaimana dan seperti apa gadis yang ingin aku nikahi Umik, aku tidak mungkin memilih gadis sembarangan karena menikah itu bukanlah hal main-main, Ghozi ingin menikah sekali seumur hidup karena itulah Ghozi ingin mencari gadis yang tepat untuk mendampingi ku." Ghozi Kembali menjelaskan apa saja yang sudah dia lakukan.


"Umik percaya dengan pilihanmu, Nak, "sahut Umik yang kini semakin melebarkan senyuman setelah mendengar penjelasan Ghozi yang cukup meyakinkan hatinya jika Tari adalah gadis yang baik, meski Dia memiliki keturunan yang tak sepadan dengan dirinya.


"Tunggu di sini sebentar Umik! biar Ghozi panggilkan Ummi." Pamit Ghozi melangkah masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Ummi yang dia yakini sedang berada di dapur seperti biasanya.


" Waalaikumsalam, masuklah Ghozi!" sahut Ummi yang sangat hafal dengan suara Ghozi yang memiliki ciri khas sendiri.

__ADS_1


"Ada apa, Nak?" tanya Ummi setelah melihat Ghozi berdiri di tengah pintu masuk ke dalam dapur.


"Di depan ada Umik, beliau datang berkunjung," jawab Ghozi.


Tari yang sejak tadi serius mengadu sayur sop langsung menghentikan gerakan tangannya, setelah mendengar penjelasan Ghozi jika Umiknya datang untuk berkunjung.


'Untuk apa Umik Ghozi datang? Kenapa tumben sekali?' batin Tari.


"Apa sekarang Umikmu masih di luar?" tanya Ummi.


"Iya, beliau menunggu di teras rumah," jawab Ghozi sambil melirik sekilas ke arah Tari yang masih tertunduk di depan kompor dengan tangan yang masih setia memegang sendok besar untuk memasak sayur sop.

__ADS_1


"Ayo keluar! Kita temui Umikmu dulu." Ajak Ummi seraya memegang punggung Ghozi untuk melangkah keluar dari dapur menuju teras rumah di mana Umik sedang menunggu.


Ghozi melangkah bersama Ummi keluar dari dapur menuju teras rumah untuk menemui Umik yang berdiri di depan pintu menunggu Ummi sendirian tanpa ada yang menemani.


__ADS_2