Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Siap Tuan Putri


__ADS_3

Tanpa menunggu lama dan menjawab pertanyaan Salma, kaffah langsung berdiri berjalan menuju dapur dengan penuh semangat mencari bahan-bahan yang bisa dia masak dan tentunya membuka aplikasi Google untuk mencari resep bagaimana caranya membuat steak ayam.


Jika kau sudah bersemangat membuat steak ayam perbedaannya dengan Salma yang justru terdiam menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, tetapannya lurus memikirkan apa yang baru saja dikatakan oleh Kafa akan dia benar-benar hamil? Kenapa bisa secepat ini? Sungguh Salma tidak pernah mengira jika dia hamil secepat ini, perlahan tapi pasti Salma mengusap pelan perutnya sambil membatin 'Sayang apa kamu benar-benar sudah hadir di dalam perut Ibu?'


"Sayang sejak kapan kamu ada di sini? Ibu merasa sangat senang jika kamu memang sudah hadir dalam perut ibu, apapun yang terjadi ibu akan menjagamu sepenuh hati, Nak" gumam Salma sambil terus mengelus perutnya yang masih rata.


Wanita mana yang tidak bahagia jika tahu dirinya tengah hamil semua wanita pasti menginginkan hal yang sama, kehadiran sang buah hati emang ditunggu setiap pasangan begitu pula dengan Kafa dan sama yang tidak menyangka jika mereka akan diberi anugerah terindah secepat ini.


"Aku harus membuat stik terenak ini untuk calon bayiku, bagaimanapun caranya stik ini harus terasa enak dan lezat,! Kaffa begitu bersemangat dia terus membuka aplikasi Google mencari resep yang menurutnya paling enak, dengan segala keribetan yang dilakukan Kafa, akhirnya satu posisi ayam lengkap dengan kentang dan wortel rebus sebagai pelengkap juga setelah tersedia di atas meja, meski kini dapur yang awalnya rapi dan bersih terlihat berantakan tapi Kafa tetap tersenyum dan tidak peduli dengan keadaan dapurnya, yang dia tahu saat ini dia sudah berhasil memasak steak ayam untuk Salma dan sang buah hati.


Dengan langkah penuh semangat Kafa berjalan menuju kamar menemui Salma yang dia yakini telah menunggunya sejak tadi.


"Sayang steak ayamnya sudah siap, aku harap kamu menyukai istri ayam buatanku, maaf jika stiknya kurang enak tapi ini step pertama yang kubuat khusus untukmu dan calon bayi kita,"ujar kafa penuh semangat.


"Mas, besok antarkan aku ke dokter, aku bener-bener ingin tahu apa aku benar hamil atau hanya duaan kita saja,! Sahut Salma yang terlihat masih belum percaya jika dirinya memang hamil.


"Sebenarnya sejak pagi tadi Ummi sudah bersikap aneh sayang, dia yang meminta aku membuatkan bubur beras dan telur setengah matang, juga wedang jahe di pagi hari, bahkan Ummi terlihat tidak khawatir dengan keadaanmu yang muntah-muntah pagi tadi, meskipun awalnya dia khawatir tapi setelah ia melihat kamu dan menemanimu umi keluar dari kamar dengan wajah berbinar karena penuh kebahagiaan, sejak itu aku merasa ada yang aneh, Abah juga bersikap demikian dia seolah tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Umik dan perubahan sikapnya," jelas Kafa.


"Kenapa Mas Kafa tidak mengatakannya padaku?" tanya Salma merasa kecewa dengan apa yang di katakan oleh Salma.

__ADS_1


"bagaimana aku bisa mengatakannya, kamu saja sejak tadi tidur kamu terlihat aneh seharian kamu lebih banyak tidur daripada bangun, "ujar Kafa.


"Seharian ini aku merasa ngantuk, entah mengapa aku pikir karena kelelahan tapi ternyata ada hal lain yang terjadi padaku kamu "ungkap Salma.


"Jika memang benar aku hamil bagaimana, mas?" Tanya Salma, dia bertanya seolah-olah Kafa tak menginginkan kehamilannya, padahal sejak tadi begitu bahagia dengar binar mata yang terlihat jelas di wajahnya.


"Kenapa kamu tanya seperti itu? Jelas aku merasa bahagia, siapa yang tidak bahagia jika mendengar kehamilan sang istri hanya laki-laki bodoh yang tidak merasa bahagia karenanya," tutur Kafa.


"aku pikir Mas Kafa tidak suka dengan kabar baik ini, sejak tadi mas Kafa hanya diam dan menatap lekat ke arahku tanpa ekspresi," sahut Salma.


"Aku bukannya tidak suka, aku diam hanya karena terkejut tapi sebenarnya dalam hatiku aku sangat bahagia jika apa yang kamu katakan tadi memang benar," ungkap Kafa.


"Sudah, jangan bahas itu lagi! lebih baik sekarang kamu coba steak ayam buatanku ini," ucap Kafa.


"Bagaimana rasanya, sayang?" tanya Kafa saat melihat Salma memakan steak ayam buatannya dengan begitu lahapnya.


"Stiknya terasa begitu enak, bagaimana kalau aku mintanya lagi tanda tanya apa Mas Kafa mau membuatkannya?"Jawab Salma dengan ekspresi penuh harap karena satu posisi ayam yang dibawakan Kafa telah habis tak tersisa.


"Tentu saja, aku akan membuatkan sebanyak apapun yang kamu mau,"sahut kafa.

__ADS_1


"Kalau aku minta satu porsi lagi ditambah satu gelas wedang jahe, apa Mas Kafa mau membuatkannya? "Sama terlihat begitu senang dengan sedikit chaos yang menempel di bibirnya, sama tersenyum manis ke arah Kafa.


"Kalau makan itu jangan belepotan, "ujar Kafa seraya mengambil tisu yang berada tepat di atas nakas yang ada di sampingnya.


"Mas, buatkan lagi ya,"pinta Salma dengan nada manja dia meminta porsi steak pada kafa.


"Siap tuan putri, aku akan membuatkan porsi stik ayam untukmu lagi dan satu gelas wedang jahe khusus untuk calon bayi kita," beo Kafa.


Kafa berdiri beranjak keluar dari kamar menuju dapur dengan hati berbunga-bunga dia kembali memasak steak ayam ditambah satu kelas batang jahe untuk sang istri tercinta.


"Kamu sedang apa di sini, Kafa?" Tanya Ummi yang baru saja masuk ke dalam dapur.


"Salma meminta steak ayam Ummi, aku sudah membuatkannya dan saat ini aku sedang Membuatkan nya lagi karena kata satu porsi steak ayam belum bisa membuatnya kenyang," jawab Kafa yang terlihat sibuk dengan beberapa peralatan masak di tangannya.


"Buatkan apapun yang Salma minta, Kafa! Jangan pernah mengeluh atau membuatnya kecewa ingat itu! "Ummi mengingatkan Kafa dengan ekspresi wajah serius.


"Apa benar Salma hamil Ummi?" Sejenak Kafa menghentikan pekerjaannya meletakkan peralatan dapur yang sejak tadi dia pegang. Kemudian Kafa menoleh ke arah umi dan bertanya tentang apa yang sudah mengganggunya sejak pagi.


"Dari mana kamu tahu kalau Salma hamil?" bukannya menjawab Ummi malah balik bertanya pada Kafa.

__ADS_1


"Aku hanya mengiranya saja, sejak pagi sikapnya berubah begitu juga dengan Ummi, tidak biasanya umi memintaku memasak bubur beras dan telur setengah matang, bukankah Ummi pernah cerita saat mengandungku dulu Ummi begitu menyukai bubur beras dan telur setengah matang buatan Abah," Kafa mengatakan alasan dirinya berpikir jika Salma sedang hamil saat ini.


"Ummi memang sudah curiga sejak tadi pagi, dulu waktu Ummi mengandungku Ummi juga merasakan hal yang sama, Ummi akan makan banyak di malam hari kemudian memuntahkan seluruh makanan yang semalam Ummi makan di pagi harinya, dan makanan yang bisa masuk cuma bubur beras dan telor setengah matang, kalau Ummi makan selain itu, maka akan berakhir di kamar mandi," jelas Ummi.


__ADS_2