
"aku juga tahu itu Mas, tapi tidak begini juga kali," keluh Salma.
Kafa bener-bener bersikap sangat over, hingga Salma tidak bisa berbuat apapun selain duduk di atas kasur tanpa kegiatan.
"Mas, aku ingin pergi keluar mencari udara segar, berdiam di dalam kamar bukanlah hal yang baik untukku mas Kafa," Salma kembali mengeluh.
"Nanti saja kita tunggu sore, kamu akan aku ajak ke halaman belakang untuk menikmati semilir angin dan udara sore hari," Kafa terlihat enggan melepaskan Salma dan mengizinkannya keluar dari kamar saat ini, semua itu dia lakukan karena cuaca yang mungkin bisa mempengaruhi kesehatan Salma, selain udara yang panas juga sedang menyelimuti tubuhnya karena itulah Kafa tak bisa menemani Salma untuk pergi keluar dari kamar.
"tetap saja aku merasa lelah jika Mas Kafa terus-terusan bersikap posesif seperti ini" keluh Salma.
"Ayolah, sayang! semua yang aku lakukan demi kebaikan bayi kita," ujar Kafa mencoba memberi pengertian pada Salma yang terlihat mengembungkan pipi yang berarti dia tengah marah dengan apa yang dilakukan oleh Kafa.
"Aku tahu apa yang terbaik untukku dan baik kita, aku juga mengerti kok mana yang bisa membuatku lelah dan mana yang bisa membuatku semakin semangat," Salma membela diri agar kafa tidak terus-terusan mengurungnya di dalam kamar.
Kafa terdiam, apa yang di katakan Salma memang ada benarnya, Kafa tidak bisa terus-terusan melarang Salma dan mengurungnya di kamar, yang ada Salma semakin setres dan kesehatan bayinya akan menurun jika itu terjadi.
"Baiklah, aku tidak akan melarangmu keluar dari kamar lagi, tapi apa yang aku katakan berlaku mulai besok, untuk saat ini, lebih baik kamu istirahat saja dulu! nanti biar aku yang mengantarmu pergi jalan-jalan nanti." Kafa tetap pada pendiriannya.
"Ishhh, tetap saja aku berada di dalam kamar dan tidak bisa kemana-mana, "keluh sama.
Kafa tersenyum manis ke arah Salma, mencoba menghibur istrinya yang tengah merajuk, dia berjalan keluar dari kamar menuju dapur dan mencari makanan yang bisa dimakan oleh Salma. Tanpa disengaja Tari juga berada di sana, dia menegur kafa yang terlihat bingung dengan apa yang akan diambil, Kafa berada di depan kulkas yang terbuka menatap isinya tanpa niat untuk mengambil apa yang ada di dalamnya.
"Mas Kafa sedang apa di sini?" Tanya Tari.
__ADS_1
Tari berdiri tak jauh dari tempat Kafa berdiri, dengan suara penuh keramahan Tari menyapa Kafa yang terlihat bingung sambil berdiri di depan kulkas.
"Aku ingin mengambilkan sesuatu untuk Salma, apakah kamu tahu makanan apa yang paling disukai oleh Salma?" tanya Kafa.
"Salma paling suka makan buah Mas kafa, hanya saja dulu dia bukan berasal dari orang yang mampu, jadi Salma jarang sekali memakannya jika Mas kafa memang ingin memberikan sesuatu yang bisa membuat Salma bahagia, aku rasa Mas Kafa bisa memberikannya," jawab Tari dengan penuh percaya diri dan suara penuh keramahan.
"Memangnya buah apa yang paling disukai oleh Salma, Tari?" Kafa yang mendengar jawaban Tari kembali bertanya.
"Salma paling suka buah anggur hijau tanpa biji dan anggur merah yang besar itu loh Mas Kafa, dulu dia pernah bilang padaku jika Salma sangat menyukai buah itu, hanya saja Salma tidak mungkin membelinya setiap hari karena harganya yang mahal," tutur Tari.
"Oh, hanya buah anggur, aku akan membelikannya." Kafa tak lagi memperdulikan Tari, dia melenggang pergi meninggalkan dapur menuju halaman pesantren berharap Ghozi sedang duduk di sana.
"Ku kira Mas Kafa berubah, ternyata sikapnya berubah hanya pada Salma, tidak pada yang lain" ucap Tari sembari menggelengkan kepala menatap kepergian Kafa yang tiada pamit dan tiada suara.
Tapi harapan Kafa tidak sesuai dengan kenyataan, dia yang sejak tadi berjalan dengan cepatnya menuju halaman berharap bertemu dengan Ghozi ternyata tidak sesuai dengan apa yang dia lihat, saat ini halaman terlihat kosong melompong tanpa seorang pun yang terlihat berada di sana, di halaman hanya ada satu mobil terparkir di sana.
"Ghozi ke mana? Kenapa halaman ini jadi kosong?" gumam Kafa menatap sekitaran halaman yang terlihat begitu kosong tanpa satu orang pun yang ada di sana.
Melihat halaman yang kosong membuat Kafa terpaksa berkeliling mencari Ghozi yang entah berada di mana. Langkah Kafa semakin cepat setelah dia mengintip ke dalam kamar Ghozi yang memiliki jendela cukup besar dan terlihat kosong.
"Apa Ghozi ada di dalam pondok putra? Atau mungkin dia pergi ke suatu tempat yang aku tidak tahu?" Kafa terus saja bertanya dia berjalan sambil berbicara sendiri seperti orang gila, hanya Salma yang bisa membuat Kafa kebingungan seperti saat ini
"Firman!" Panggil Kafa.
__ADS_1
"Iya, Mas Kafa," sahut firman, dia berjalan mendekat ke arah Kafa yang sedang berdiri sambil berdecak pinggang menoleh ke arah kiri dan kanan mencari keberadaan ghozi yang entah berada di mana.
"Apa kamu melihat Ghozi?" Tanya kafa dengan ekspresi wajah marah, tapi sebenarnya Kafa tidak marah dia hanya merasa sedikit jengkel karena sejak tadi dia berjalan ke sana kemari mencari keberadaan Ghozi yang tidak dia temui sampai saat ini.
"Mas Ghozi sedang pergi bersama Abah "jawab firman.
"Pergi ke mana mereka?" Kafa kembali bertanya.
"Saya tidak tahu Mas Kafa, tadi saya hanya melihatnya sekilas, Ghozi sedang menyetir mobil di mana Abah duduk di sampingnya," jelas firman.
"Ya sudah kamu boleh pergi!" Titah Kafa yang merasa jika firman memang tidak akan pernah tahu ke mana Abah pergi sekalipun Kafa memaksa firman tetap tidak akan pernah tahu.
"Baiklah kalau begitu saya permisi Mas Kafa." Pamit firman.
"Hm," sahut Kafa singkat, dia kembali berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamar menemui Salma. Dalam benaknya saat ini Kafa berpikir jika dia akan mengajak Salma pergi ke supermarket untuk membeli apa yang dia inginkan agar Salma tidak merasa jenuh ataupun bosan apalagi marah seperti tadi.
"Sayang!" panggil Kafa.
"Iya, ada apa, Mas?" Sahut Salma yang sejak tadi hanya terdiam menatap langit-langit kamar tanpa bisa pergi kemanapun ataupun melakukan aktivitas, sungguh saat ini Salma merasa begitu jenuh ingin rasanya dia berteriak dan pergi ke tempat yang bisa membuatnya bahagia, tapi niatnya urung saat dia mengingat jika saat ini Salma sedang mengandung dan dalam perutnya sedang ada janin yang harus dia jaga.
"Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke supermarket?" tanya Kafa.
"Mau ngapain ke supermarket? "Sahut Salma dengan nada jengkel dia berucap.
__ADS_1
"Bagaimana kalau aku belikan kamu anggur tanpa biji dan anggur merah yang besar dengan rasa yang paling manis?" Tawar Kafa