Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Bantuan Dari Ghozi


__ADS_3

Kafa terus menatap Salma sambil berfikir bagaimana caranya dia bisa lolos dan tidak hadir dalam pertandingan nanti malam, Kafa tidak akan pergi apapun yang terjadi, apa lagi dia sudah membuat janji bersama Salma untuk menunaikan apa yang seharusnya sudah di tunaikan.


Sebuah ide terlintas dalam benaknya, tanpa banyak berfikir lagi Kafa langsung berdiri melenggang pergi meminta bantuan Ghozi agar idenya bisa terwujud.


'Brak'


Kafa membuka pintu kamar Ghozi dengan gerakan sedikit kasar karena tergesa-gesa.


"Apa?" tanya Ghozi, yang sedang bersantai merebahkan diri di atas kasur empuk tanpa merubah posisinya.


"Aku butuh bantuanmu," jawab Jafa berjalan dengan santainya mendekat ke arah Ghozi dan duduk di sampingnya.


"Orang minta bantuan itu harus dengan tutur bahasa yang lembut bukannya datang gebrak pintu dan duduk tanpa permisi," ucap Ghozi dengan posisi yang sama tanpa ada niat untuk mengubah posisinya.


"Intinya kamu mau bantu apa enggak?" tanya Kafa yang kurang suka berbasa basi.


"Aku tidak pernah bisa menolak apa yang kamu minta Mas Kafa, katakan bantuan apa yang Mas Kafa inginkan!" pinta Ghozi yang kini duduk tepat di samping Kafa.


"Aku ingin kamu menelfon Intan, katakan padanya kalau aku sakit dan tidak bisa datang nanti malam," jelas Kafa.


"Memangnya Mas Kafa sakit?" tanya Ghozi menatap lekat ke arah Kafa yang terlihat baik-baik saja.


"Aku hanya mencari alasan agar tidak pergi Ghozi," jawab Kafa santai.


"Berbohong itu dosa Mas Kafa," ujar Ghozi.


"Berbohong demi kebaikan bukankah di perbolehkan?" bela Kafa.


"Tentu saja, memangnya Mas Kafa punya alasan kenapa harus berbohong," ujar Ghozi.


"Sudah jangan banyak alasan! lebih baik sekarang kamu bantu aku," pinta Kafa mulai ber acting selayaknya artis yang sedang sakit.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan bantu kamu, mana ponselnya!" Ghozi meminta ponsel Kafa kemudian memulai drama sakit yang sudah di rencanakan oleh Kafa.


Kafa memberikan ponselnya pada Ghozi dan mulai merebahkan diri menutup seluruh tubuhnya seperti seseorang yang sedang sakit.


Tut ... tut ... tut ....


Nada sambung terdengar tapi yang di telfon belum juga mengangkatnya.


"Assalamualaikum," ucap Ghozi.


"Hallo Honey, tumben telfon? kangen ya?" sahut Intan dari sebrang.


"Maaf, aku bukan Kafa, aku Ghozi," sela Ghozi yang tak ingin Salma salah faham padanya.


"Ups, sorry, aku kira kamu My Honey Kafa, kenapa ponselnya ada di kamu? my Honey ke mana?" tanya Intan merasa bingung dengan apa yang terjadi.


"Mas Kafa sedang sakit, tadi dia sempat memintaku menelfon padamu dan menyampaikan bahwa Kafa tidak bisa datang nanti malam," Ghozi mengatakan apa yang harus dia katakan sesuai dengan apa yang Kafa pinta.


"Tunggu! aku akan ganti panggilan suara ini ke panggilan video," ujar Ghozi.


Intan hanya bisa mengikuti semua yang Ghozi katakan, meski dalam hati kecilnya terbesit sejuta keraguan dalam hatinya.


Ghozi yang tak ingin Intan ragu dan mencoba meyakinkannya memilih memperlihatkan keadaan Kafa yang sudah siap ber acting sejak tadi.


"My Honey, are you okey?" tanya Intan saat melihat Kafa terlihat begitu lemah dan terbaring lemas di atas kasur dengan selimut tebal yang menutupi hampir seluruh tubuhnya.


Kafa tak menyahuti pertanyaan Intan, dia tetap memejamkan mata berlagak seperti seseorang yang tengah tertidur pulas dan tak mendengar apapun.


"Mas Kafa tertidur setelah meminum obat barusan, aku hanya ingin kamu percaya kalau dia memang benar-benar sakit, karena itulah aku mengalihkan panggilan ini ke panggilan video agar kamu bisa melihat sendiri keadaan Mas Kafa," tutur Ghozi.


"Aku akan ke sana untuk melihat keadaannya." ujar Intan.

__ADS_1


"Jangan ke sini! percuma Mas Kafa mungkin akan tertidur sampai besok pagi, itu pesan dari dokter karena obat yang dia minum mengandung obat tidur," Ghozi mencoba mencari alasan agar Intan tidak pergi menjenguk Kafa.


"Memangnya My Honey sakit apa?" Intan terlihat mulai khawatir mendengar penjelasan Ghozi.


"Dia kelelahan dan perlu banyak istirahat," jawab Ghozi.


"Kok bisa kelelahan? bukankah My Honey itu big bos ya? kenapa bisa kelelahan?" Intan yang memang pintar dan tidak bodoh kembali berkata.


"Meskipun dia big bos tetap saja dia harus mengecek semua pekerjaan para kariyawannya dan hal itu butuh tenaga untuk menyelesaikannya, apa lagi Mas Kafa baru saja melakukan perjalanan panjang dari pesantren ke sini bukanlah hal yang mudah dan kau tahu itu," Ghozi yang jauh lebih pintar kembali memberi alasan yang bisa di terima oleh Intan, karena hal itulah Intan terlihat mulai percaya meski wajahnya masih menampakkan ekspresi khawatir tapi Intan tak lagi memaksa untuk datang menjenguk.


"Baiklah, aku akan memberi dia waktu untuk istirahat dan aku akan mengizinkannya untuk tidak ikut pertandingan hari ini, ku harap keadaannya besok sudah jauh lebih baik dan aku akan memeriksanya sendiri besok." Pesan Intan yang akhirnya mematikan sambungan telfonnya.


"Bagus juga acting kamu Ghozi, dan setiap kata yang kamu ucapkan terdengar sangat meyakinkan, terima kasih atas bantuanmu." Ujar Kafa yang kini bangun dari tidurnya setelah panggilan video yang di lakukan sudah berakhir.


"Tadi Intan mengatakan pertandingan, apa maksudnya Mas Kafa?" Ghozi mencoba mencari informasi tentang pertandingan yang di katakan Intan.


"Aku berjanji untuk ikut balapan hari ini, karena beberapa waktu terakhir aku tidak bisa ikut bertanding maka malam ini mereka sedikit memaksaku untuk ikut, dan aku yang tak bisa menolak akhirnya memutuskan untuk ikut," jelas Kafa.


"Terus sekarang kenapa berubah fikiran?" tanya Ghozi penasaran dengan alasan yang membuat Kafa berbohong seperti saat ini.


"Salma memaksa ikut bersamaku jika aku tetap pergi, dia mengancam akan pergi ke tempat yang pasti tidak baik untuknya jika aku memaksa peegi tanpa mengajak dirinya," jawab Kafa.


"Wahh Salma pintar juga ternyata," lirih Ghozi dengan senyum mengejek yang terlihat jelas di wajahnya.


"Dia memang pintar membuat aku kelimpungan, dan kamu senang melihatnya," sahut Kafa dengan ekspresi wajah penuh emosi.


"Aku senang bukan karena Salma pintar, aku senang karena Mas Kafa sudah bisa menerima Salma dan mulai mencintainya," jujur Ghozi.


"Dari mana kamu tahu kalau aku sudah mulai mencintainya?" tanya Kafa yang merasa terkejut mendengar kejujuran Ghozi.


"Mas Kafa tidak akan pernah mengikuti kemauan seorang wanita kalau memang Mas Kafa tidak mencintai wanita itu, apa lagi Mas Kafa sampai berbohong demi dirinya," Ghozi mengatakan alasan dirinya mengatakan kalau Kafa mulai jatuh cinta pada Salma.

__ADS_1


Kafa hanya terdiam dan tak lagi menyahuti ucapan Ghozi karena apa yang di katakan Ghozi memang benar adanya, Kafa memang sudah mencintai Salma dan itu kenyataan yang tak lagi bisa di pungkiri.


__ADS_2