
"Terserah kamu mau ngapain di sini, jangan ganggu aku!" ujar Salma yang merasa kesal dengan keberadaan Kevin.
"Kenapa kamu jadi sinis seperti itu? harusnya kamu senang bisa bertemu denganku," ujar Kafa saat melihat Salma merubah ekspresi wajahnya.
Salma hanya memutar bola mata jengah melihat ke arah Kevin yang justru tersenyum licik ke arah Salma.
Salma kembali berjalan mencari sesuatu yang bisa menarik hatinya. Meninggalkan Kevin yang masih berdiri menatap ke arah Salma yang berjalan semakin jauh.
Melihat Salma berjalan semakin jauh menyadarkan Kevin jika dirinya akan kehilangan jejak Salma jika dia terus diam tanpa bertindak.
"Salma tunggu!" cegah Kevin saat melihat Salma berjalan terus ke depan tanpa memperdulikan Kevin yang masih menatap lekat ke arahnya.
Sedang Salma yang mendengar Kevin memanggilnya semakin mempercepat langkah dengan harapan Kevin tidak mengejarnya, sungguh berurusan dengan Kevin bukanlah hal yang menyenangkan atau hal yang diinginkan oleh semua masih jelas dalam ingatannya Kevin adalah orang yang paling ingin dijauhi oleh Salma.
Dulu Salma adalah orang yang paling sering diganggu oleh Kevin yang memang jahil dan menyebalkan, dan apa yang terjadi dulu membekas hingga saat ini.
"Salma, hey tunggu! Aku yang bicara padamu," Kevin terus saja berteriak memanggil Salma yang berjalan semakin cepat menjauh darinya.
"Kenapa dia malah berlari menjauh? "Lirih Kevin dalam perasaan penuh tanda tanya dia tetap menatap punggung unggun Salma yang di balik rak makanan.
Salma terus saja berlari menjauh hingga dia merasa aman dari Kevin yang menurutnya uangnya kembali
mengganggu dirinya hingga tanpa sengaja sama menginjak ujung abaya yang di pakai.
"Astaghfirullah," perhiasanmu ketika badannya terhuyung dan hampir terjatuh ke lantai.
'Bug'
__ADS_1
Salma merasa aneh dengan tubuhnya yang seharusnya jatuh di atas lantai, tapi apa yang di rasakan oleh Salma justru jauh berbeda, dia jatuh di tempat yang tidak semestinya, suara lebaran jantung seseorang terdengar keras di telinga sehingga menyadarkan Salma jika saat ini dirinya telah jatuh diperlukan orang yang entah siapa dia.
"Maaf," lirih Salma yang kembali berdiri tegak membenarkan kerudung sempat terlihat berantakan karena sama yang hampir terjatuh.
"Tidak apa-apa kamu apa kamu baik-baik saja tanda tanya." Semua langsung terdiam Mama tuh mendengar suara yang sangat dia kenal sedang bertanya padanya.
"Kenapa kamu masih mengikutiku? "Ekspresi wajah penuh rasa terima kasih yang tadi ditunjukkan oleh Salma kini berubah menjadi wajah penuh emosi yang cukup penjelasan apa yang terjadi tanpa perlu diceritakan.
"Harusnya kamu berterima kasih padaku selama, bukan malah berbicara seketus itu padaku, bukankah aku sudah menolongmu?" Ujar seseorang yang tadi menolongnya.
"Kamu memang harus menolongku, karena aku terjatuh juga gara-gara kehadiranmu di sini," ujar Salma menyalahkan orang yang baru saja menolongnya.
"Kenapa jadi aku yang salah? "Tanya Kevin mana dengan ekspresi wajah bingung dia menatap Salma dengan segala kebingungan yang terserah di hatinya.
Ya Kevin lah yang menolong Salma sampai dia tak terjatuh menyentuh lantai, memang benar apa yang dikatakan Kevin seharusnya Salma berterima kasih bukan malah menyalahkan dirinya yang merasa tidak melakukan apa-apa.
"Sudah jangan sok perhatian padaku!" Sela Salma.
"Kenapa semuanya aku yang jadi serba salah di matamu, Salma?" Kevin yang merasa jika dirinya tidak bersalah berusaha membela diri dan mencari tahu perubahan sikap Salma, dulu sama dalam murid yang paling sabar dan pendiam oleh karena itu dia sering menjadi bahan bully bagi Kevin yang memang nakal dan sangat suka mencari makanan gratis dengan cara memalak teman yang menurutnya lemah.
"kamu memang selalu salah bukan hanya sikapmu keberadaanmu di sini juga termasuk sebuah kesalahan, Kevin," ujar sama menatap sinis ke arah Kevin yang justru tersenyum jahil membalas tatapan sinis yang salma berikan.
"Meski begitu aku tetap saja sudah menolongmu, Salma," ujar Kevin dengan senyum yang masih bertengger indah di wajahnya.
"Baiklah, kalau memang kehadiranku memberikan masalah untukmu, maka aku akan pergi, tapi kamu harus memenuhi permintaanku dulu!" ujar Kevin yang tak mau kalah sampai saat ini.
"Kamu masih tetap egois seprti dulu Kevin, kamu tidak pernah berubah sampai saat ini," ujar Salma yang masih memasang wajah sinis di hadapan Kevin yang semakin melebarkan senyuman.
__ADS_1
"Berikan nomor ponselku saat ini!" titah Kevin.
Salma langsung mengerutkan dahi bingung mendengar permintaan Kevin yang sangat tidak masuk akal itu.
"Tidak, aku tidak mau memberikan nomor ponselku," tolak Salma.
Bagaimana mungkin Salma memberikan nomor ponselnya pada Kevin yang memang bukan saudara atau teman Baik, bahkan Kevin adalah musuh bebuyutan Salma, bukannya pergi meninggalkan Salma, Kevin justru berjalan semakin mendekat ke arah Kevin sedang Salma terus berjalan mundur menghindari Kevin yang terus saja mendekat hingga Salma berada tepat di samping rak makanan, Salma tidak lagi bisa menghindar karena punggungnya sudah menempel di rak makanan.
"Berikan nomor ponselku sekarang! atau aku akan melakukan hal yang tidak akan pernah kamu duga sebelumnya!" Kevin kembali memberi perintah pada Salma yang kini terpojok.
Kevin terus mendekat sedang Salma sudah menunduk menyembunyikan rasa takut dengan air mata yang masih berderai di wajahnya.
'Bug'
Satu pukulan keras menghantam pipi Kevin tanpa dia duga.
"Kurang ajar, siapa kamu? berani-beraninya memukulku," ujar Kevin menatap sengitnya arah Kafa yang kini berada tepat di depannya.
"Apa yang kamu lakukan pada istriku? hm?" Kafa langsung menghampiri Kevin. Mencengkeram kra bajunya samnil terus menanyakan apa yang di lakukan Kevin pada istrinya.
Jika Kada sedang menunjukkan wajah marah penuh emosi, maka berbeda halnya dengan Kevin yang justru menunjukkan wajah Penuh dengan keterkejutan yang bisa di lihat dengan jelas oleh Ghozi.
"KATAKAN!" Kafa berteriak penuh emosi menatap Kevin yang terlihat masih terkejut.
"Apa benar kaku sudah menikah, Salma?" bukannya menjawab pertanyaan Kafa, Kevin malah bertanya pada Salma yang terlihat masih ketakutan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Iya, dia suamiku," jawab Salma seraya mengangkat lengan Kafa yang sudah siap memukul Kevin, sedang Kafa yang merasa jika tangannya di tarik oleh Salma yang terlihat gemetar karena takut.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu menikah?" bukannya segera pergi dan membiarkan suami istri di hadapannya itu meneruskan acara belanja ya, tapi Kefin terus saja bertanya, padahal sejak tadi pertanyaan Kefin hanya seputar pernikahan Salma.