
"Semoga saja apa yang kamu katakan memang benar adanya," timpal Kafa yang kini berjalan mendekat ke arah nakas untuk menaruh dompet dan ponselnya kemudian berjalan ke arah lemari dan mengambil baju tidur lengan panjang.
"Cepat istirahat! kamu akan butuh banyak tenaga untuk berangkat ke kota besok," titah Kafa sebelum pergi masuk ke dalam kamar mandi.
Salma tidak menjawab perintah Kafa, dia langsung berjalan menuju almari mengambil baju ganti kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju. Cukup lama Salma berada di kamar mandi untuk membersihkan beberapa anggota badan sebelum tidur termasuk air wudhu'. Sebenarnya Salma tidak pernah seribet sekarang saat mau tidur, tapi saat ini dia merasa takut untuk langsung keluar dari kamar mandi, Salma takut jika Kafa meminta haknya sedang Salma masih belum siap untuk memenuhi kewajibannya.
"Bagaimana ini?" gumam Salma bingung sendiri di kamar mandi sedangkan Kafa sudah bersiap untuk tidur, Kafa menata bantal dan mulai merebahkan diri menikmati sedikit rasa nyeri di tubuhnya, berbaring di atas sofa memangterasa kurang nyaman, tapi Kafa tidak ingin jika Salma merasa takut atau tidak nyaman jika dia tidur di samping Salma saat ini.
'Ceklek'
Perlahan tapi pasti Salma membuka pintu kamar mandi dan mengintip melihat keadaan kamar yang justru terlihat sepi.
'Mas Kafa ke mana ya? apa dia pergi keluar lagi?' batin Salma yang di penuhi dengan tanda tanya.
Melihat keadaan kamar yangs udah sepi bak tak berpenghuni Salma memutuskan berjalan mengendap-endap menuju kasur dengan harapan Kafa sudah tertidur di sana, tapi apa yang di sangka tak sesuai dengan kenyataan, kasur yang tadinya Salma fikir Kafa sudah tidur dengan nyenyaknya di sana kini terlihat kosong tak berpenghuni. Melihat kasur yang kosong dan tak ada yang tidur di sana Salma mencoba keberadaan Kafa, cukup jeli Salma mengedarkan pandangan hingga tetlihat gundukan panjang di atas sofa yang Salma yakini itu adalah Kafa yang sedang tidur.
'Kenapa dia malah tidur di sofa? kenapa tidak tidur di kasur aja? apa sejijik itu dia padaku sampai tidak mau tidur satu ranjang bersamaku?' batin Salma penuh rasa penasaran melihat Kafa yang terlelap di balik selimut di atas sofa yang bisa dia pastikan tidak senyaman kasur yang biasa dia tempati.
"Salma, apa sih yang ada di otakmu? kamu berharap dia tidur denganmu? memangnya kamu siapa sampai berharap hal yang tidak akan terjadi," gumam Salma yang hanya di dengar olehnya sendiri.
Salma yang tak ingin terus memikirkan hal yang cukup mengusik hatinya perlahan berjalan menuju kasur untuk beristirahat, rasa lelah yang sejak tadi menguasai dirinya dan kasur yang terasa sangat nyaman berbanding terbalik dengan tempat tidur Salma di pesantren sukses membuat Salma terlelap dalam waktu singkat, sedang Kafa yang tadinya terlelap kini terbangun, rasa tidak nyaman yang sejak awal dia coba buang kembali di rasakan.
"Ternyata tidur di sofa emang bikin badan makin sakit," keluh Kafa yang kini mengubah posisi duduk menatap lurus ke depan.
'Apa aku tidur di kasur aja ya?' batin Kafa.
Logika dan hatinya kini sedang berperang, logika Kafa menyatakan jika saat ini Salma sudah menjadi istrinya maka apa salahnya jika dirinya tidur di kasur yang sama, bahkan Kafa berhak untuk mendapatkan hal lebih dari sekedar tidur di kasur yang sama, tapi Hati Kafa berkata sebaliknya, dia beranggapan jika Salma masih belum mencintainya dan belum bisa menerima pernikahan yang sebenarnya bukan kehendak Salma sendiri.
__ADS_1
Kafa masih terlihat bingung, duduk menatap lurus ke depan memikirkan apa yang akan dia lakukan, hati dan logika miliknya teurs berperang mencari jawaban yang paling tepat.
"Ahh, bodoh amat, aku gak peduli, yang penting aku bisa tidur enak," cicit Kafa berdiri dan menarik kasar selimut yang ada di atas kasur kemudian berjalan cepat menuju kasur merebahkan diri di samping Salma yang terlihat sudah lelap dalam tidurnya.
Kafa yang terbiasa tidur di tempat nyaman lansung terlelap sesaat setelah tidur di samping Salma.
Malam semakin larut, hawa dingin mulai terasa masuk melewati cela-cela ventilasi membuat penghuni kamar merasakan dingin yang menusuk ke dalam tulang.
'Ya allah, kenapa hawanya dingin banget?' batin Salma bergumam, Salma mulai bergerak tanpa sadar mencari tempat paling nyaman untuk dia, menghilangkan rasa dingin dan mencari kehangatan yang dia temukan tanpa dia sadari apa yang sudah terjadi.
Kenyamanan mulai di rasakan Salma begitu pula yang dirasakan oleh Kafa, kini dia mulai merasa nyaman, kasur yang empuk hawa yang semakin menghangat di tambah guling yang terasa begitu nyaman untuk di peluk.
'Tunggu, guling? bukankah tadi aku meninggalkan gulingku di sofa dan di kasur ini hanya ada satu guling yang Kafa tahu dengan pasti jika guling itu sedang di peluk oleh Salma, Kafa terus berfikir guling yang dia peluk.
"Salma," lirih Kafa saat melihat Salma terlelap dengan nyamannya berada dalam pelukannya.
Denting jam terus berjalan meninggalkan dinginnya Malam, suara kokok ayam sudah ramai terdengar sebelum adzan subuh berkumandang, mengusik ketenangan setiap insan yang tengah terlelap dalam buaian mimpi.
"Alhamdulillahilladzi ba'dama ama tana wailaihinnusyur," lirih Kafa memanjatkan setiap rasa syukur yang dia rasakan karena dia masih di beri kesempatan untuk memperbaiki diri di esok hari.
Perlahan Kafa membuka mata hal pertama yang dia lihat adalah pahatan sempurna ciptaan yang maha kuasa, wajah cantik mulus tanpa cacat terpampang jelas di hadapannya, sungguh indah ciptaan tuhan kali ini.
Kafa masih saja menatap lekat ke arah wajah Salma yang kini berada tepat di hadapannya dengan satu tangan kiri melingkar sempurna di pinggangnya, hingga satu gerakan dari tubuh Salma mampu membuat mata yang tadinya terbuka sempurna kini langsung tertutup kembali.
Salma menggeliat mencari posisi paling nyaman untuk melanjutkan tidur, dia mempererat pelukannya, sejak semalam dia sangat menikmati guling ternyaman yang pernah dia gunakan, rasanya hangat seolah hidup.
"Tunggu hidup?" gumam Salma, kali ini giliran Salma yang menyadari jika guling yang sedang dia peluk sangat berbeda dengan guling yang biasanya dia pakai, seketika mata Salma terbuka saat dia menyadari segalanya.
__ADS_1
"Aaaaahhhhhh," teriak Salma sambil mendorong kuat tubuh Kafa yang berada di pelukannya tadi.
"Astaghfirullah," spontan Kafa setelah terlempar dari atas kasur karena tendangan plus dorongan maut Salma.
"Eh, maaf-maaf, aku gak sengaja, maafkan aku Mas Kafa," ucap Salma setelah dia sadar jika saat ini dirinya sudah menyakiti Kafa yang sudah sah menjadi suaminya dan bukan hal yang di larang jika Kafa tidur di sampingnya bahkan sempat menjadi guling ternyaman.
Salma langsung mengulurkan tangan mencoba menolong Kafa yang kini duduk manis di atas lantai dengan selimut yang masih tergulung sempurna di tubuhnya.
"Sini biar aku bantu!" ucap Salma sambil mengulurkan tangan ke arah Kafa.
Kafa sejenak terdiam menatap lurus ke arah Salma yang sedang mengulurkan tangan kemudian muncullah satu ide yang cukup membuat senyum licik terbit di wajah Kafa.
"Baiklah, kamu harus merasakan apa yang ku rasakan," gumam Kafa yang hanya di dengar oleh telinganya sendiri.
Tanpa di duga Kafa langsung menarik tangan Salma dengan sangat kuat, dan Salma yang tak sekuat Kafa langsung terjun bebas menimpa tubuh Kafa yang kini terlentang tepat fi bawa Salma jatuh.
Sungguh posisi yang sangat rawan, keduanya terdiam saling menatap satu sama lain dengan Salma yang berada tepat di atas tubuh Kafa, jantung keduanya berdebar kencang seperti langkah kaki kuda yang mau perang, Mata ke duanya saling mengunci hingga satu benda yang awalnya kenyal kini mulai mengeras seperti kayu mulai terasa dan hal itu membuat Salma sadar jika saat ini dia harus segera bangun sebelum benda keras itu meminta pertanggung jawabannya agar kembali lentur.
-
-
-
-
Kakak2 pembacaku tersayang, yang udah setia banget nunggu update novel ini, ku ucapkan terima kasih atas kesetiaan dan dukungannya berupa like vote dan komen, maaf author tidak bisa bls komen kalian satu2 tapi percayalah author sangat senang membaca komen kalian, karena komen kalian yang nunggu update ini maka aku akan usahakan untuk update lebih banyak lagi, mohon dukungan dan do'anya ya kak, biar author bisa nulis banyak dan update lebih banyak. Salam Sayang dan terima kasih banyak dariku untuk kalian semua pembacaku yang baik hati 😍😍😍😘😘😘😗😗😗🤗🤗🤗🤗
__ADS_1