
Mentari pagi bersinar dengan cerah, memberi semangat juga kehangatan bagi seluruh penghuni bumi, tapi hal itu sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada Ghozi, setelah dia mendengar percakapan Kafa dan Ummi kemarin fikirannya tak lagi bisa lepas dari Salma yang kini sedang menguasai hatinya.
Dengan langkah pasti dan penuh keyakinan juga keberanian yang sudah di kumpulkan sejak kemarin, Ghozi melangkah menuju tempat cucian di mana Salma biasa mencuci dan mengeringkan baju keluarga Ummi, meski sebenarnya hal itu bukanlah tugas Salma tapi terkadang dia membantu Mila untuk mengerjakannya.
Pagi ini Mila sedang sakit, jadi Salma yang bertugas mencuci baju keluarga Kafa, hal ini di dengar oleh Ghozi.
"Salma!" panggil Ghozi saat dia berada di tempat mencuci baju.
"Eh, Ghozi, ada apa?" tanya Salma.
"Apa aku bisa bicara berdua denganmu?" tanya Ghozi dengan ekspresi penuh harap yang tergambar jelas di wajahnya.
"Boleh, bicara saja! lagian tumben amat kamu mau bicara pakai tanya segala biasanya juga langsung bicara," ujar Salma menatap heran ke arah Ghozi.
"Khem," Ghozi masih berusaha menetralkan perasaannya yang masih campur aduk.
"Kamu mau ngomong apa Ghozi?" Salma kinu meninggalkan beberapa cucian yang sejak tadi di pegangnya karena merasa penasaran dengan apa ayang ingin di bicarakan oleh Kafa.
"Emm, apa benar kamu mau di jodohkan dengan Kafa?" pertanyaan ghozi sukses membuat Salma terkejut, seketika dia mematung mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Ghozi.
"Kamu tahu dari mana?" Salma tak langsung menjawab pertanyaan Ghozi, dia malah balik bertanya untuk memastikan Ghozi mengetahui rencana yang hanya di ketahui oleh beberapa orang saja.
"Jawab dulu pertanyaanku Salma! jangan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan yang baru!" pinta Ghozi masih dengan wajah memelas yang terlihat jelas di wajahnya.
__ADS_1
"Maaf," hanya satu kata yang mampu keluar dari mulut Salma, dia sungguh tak sanggup mengatakan segalanya langsung karena karena Salma merasa tak tega jika harus menyakiti hati Ghozi.
"Apa kamu ini alasan kamu tidak bisa menerima pinanganku Salma?" Kafa kembali bertanya.
"Maaf Ghozi, maafkan aku, sungguh aku tidak pernah bermaksud menyakitimu ataupun menggantung pinanganmu, tapi Ummi sudah lebih dulu mengungkapkan rencananya dan aku menerimanya sebelum kamu mengutarakan niatmu." Salma menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku akan merasa lebih tersakiti jika kamu tidak berkata jujur Salma, kenapa kamu tidak bilang sejak awal? dan kenapa kamu malah menggantung jawabanmu, aku sempat berharap dan mengelak semua yang ada di depan mata dan meyakinkan diriku jika semuanya hanya dugaan yang salah, tapi apa yang kamu katakan barusan sudah cukup membuatku tahu jika apa yang ku dengar dan kulihat memang benar, harusnya kamu jujur Salma!" ujar Ghozi.
"Maaf," Salma hanya mampu meminta maaf tanpa bisa mendebat apa yang di katakan Ghozi karena selama ini memang dirinyalah yang salag tidak bisa jujur pada Ghozi.
"Su~" suara Ghozi terpotong dengan suara Kafa.
"Apa yang kamu lakukan di sini Ghozi?" suara Kafa mengejutkan Salma dan Ghozi yang sedang terbawa oleh suasana.
Fikiran Salma langsung melayang jauh memikirkan hal-hal negatif yang mungkin di fikirkan oleh Kafa saat melihat dia sedang berdua bersama Ghozi saat ini.
"Aku hanya memastikan apa yang ingin aku ketahui Mas Kafa, tenang saja aku dan Salma tidak melakukan hal yang buruk," jelas Ghozi.
"Bagaimana aku yakin jika kamu dan Salma tidak melakukan hal yang buruk jika saat ini aku melihat kalian hanya berdua di sini?" Kafa mulai mengintrogasi kedua sejoli yangs edang berdiri berhadapan di depannya itu.
"Kamu mengenalku sejak dulu, aku tidak pernah berbohong ataupun berdusta padamu Mas Kafa," Ghozi masih berusaha meyakinkan Kafa jika dirinya tidak melakukan apapun dengan Salma.
"Jelaskan apa yang kamu lakukan jangan bertele-tele!" Kafa yang merasa tidak puas dengan jawaban Ghozi kembali bertanya meski Ghozi sudah berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, sedang Salma hanya menunduk takut jika Kafa akan semakin marah jika dirinya ikut menjawab pertanyaan Kafa.
__ADS_1
"Aku hanya bertanya apa benar kamu dan Salma sudah di jodohkan, hanya itu," akhirnya Ghozi mengatakan dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi dan tujuan dia berada di tempat cucian baju bersama Salma.
"Apa yang di katakan Ghozi benar Salma?" kini giliran Salma yang mendapat pertanyaan dari Kafa.
'Kenapa mesti tanya lagi sih? sudah jelas apa yang yang di katakan Ghozi kenapa tanya lagi?' batin Salma.
"Salma! jawab!" suara Kafa kini mengejutkan Salma yang sedang asyik melamun karena nada suaranya telah naik satu oktaf.
Kafa'
"I~iya Mas Kafa," jawab Salma.
"Salma memang di jodohkan denganku, tapi jika kamu menginginkannya dan mencintainya maka perjuangkan! minta sama Ummi untuk membatalkan perjodohan ini, begitu juga denganmu Salma, perjuangkan apa yang menjadi keinginanmu! jangan pernah hanya pasrah pada keadaan yang akan membuatmu merasa rugi karenanya." Ujar Kafa kemudian melenggang pergi meninggalkan Ghozi dan Salma yang masih tercengang mendengar apa yang di katakan oleh Kafa.
Keduanya saling pandang, menatap heran satu sama lain, tak ada yang mengeluarkan kata hanya ada isyarat mata yang saling bertukar pendapat karena keheranan.
"Apa kamu yakin mau menikah dengan Mas Kafa?" tanya Ghozi yang kini malah merasa ragu jika Salma akan bahagia kalau menikah dengan Kafa yang terlihat tak memiliki perasaan apapun pada Salma, Kafa malah terlihat berharap jika perjodohan yang telah di rencanakan gagal dari pada berharap perjodohan itu berjalan dengan lancar.
Mendengar pertanyaan Ghozi membuat Salma kembali berfikir tentang keputusannya yanh menerima perjodohan yang telah Ummi rencanakan.
"Kafa terlihat tak berharap dengan perjodohan ini, fikirkan kembali keputusanmu untuk menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh Ummi! ingatlah Salma menikah itu bukan hal yang main-main! dan ingatlah pernikahan itu bukan untuk sehari ataupun dua hari, tapi untuk selamanya, kamu akan bersamanya setiap hari bahkan hampir setiap jam, siang dan malam kamu akan bertemu dengannya bahkan di saat matamu terbuka setelah tidur lelapmu," ucapan Ghozi benar-benar membuat Salma bingung dan terus memikirkannya, apa yang di katakan Ghozi memang benar adanya dan Salma belum berfikir sampai di situ, yang di fikirkannya saat menerima perjodohan itu salma tak ingin membuat Ummi bersedih ataupin kecewa hanya itu yang ada di fikiran Salma saat itu, dia sama sekali tak berfikir panjang seperti apa yanh di katakan oleh Ghozi.
"Fikirkan kembali ucapanku, aku permisi." Sambung Ghozi kemudian pergi meninggalkan Salma yang masih terdiam tanpa bergerak sedikitpun dari tempatnya.
__ADS_1