Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Salma memilih gaun


__ADS_3

"Bagaimana aku tidak bisa lihat harga jika semua yang tertera begitu mahal dan berkelas seperti ini?" lirih Salma seraya menggeser semua foto di galeri ponselnya dan melihat semua gambar yang ada.


"Sudah jangan membantah! turuti saja apa kataku!" Kafa kembali memberi perintah.


"Baiklah," jawab Salma tanpa menoleh ke arah Kafa, dia terus fokus melihat ke layar ponsel di mana ada banyak gambar dekorasi pesta yang terlihat begitu indah di sana.


"Kalau yang ini bagaimana? apa bagus? atau terlalu mewah?" Salma menunjukkan satu dekor pesta yang sebenarnya terlihat sederhana tapi berkelas.


"Pernikahan itu sekali seumur hidup, jangan cari yang murah! carilah yang paling bagus dan paling mahal!" Kafa yang mengerti jika Salma memilih dekor itu karena harganya yang murah kini mencoba untuk mengingatkan kembali jika harga bukan masalah bagi Kafa.


"Apa tidak sayang jika uang sebanyak itu hanya untuk menyewa dekor pesta?" tanya Salma dengan ekspresi ragu-ragu.


"Jika untuk pernikahan yang terjadi sekali seumur hidup, menurutku masih wajar-wajar saja," jawab Kafa enteng.

__ADS_1


"Kalau memang Mas Kafa merasa wajar, kenapa tidak kita sumbangkan pada yatim piatu dan para duafa? uang sebanyak ini pasti akan sangat berarti bagi mereka," ucapan Salma sukses membuat Kafa merasa jika Salma memang gadis yang baik dan penuh kasih sayang.


Kafa terlihat diam mencerna setiap kata yang terucap dari bibir Salma, hingga datu ide muncul dalam benaknya.


"Aku akan mengundang beberapa anak yatim untuk memberi do'a agar pernikahan kita bisa langgeng dan bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah," ujar Kafa yang cukup membuat Salma terkejut karena Kafa memberi keputusan tanpa berfikir lebih dulu.


"Kenapa? apa kamu tidak setuju dengan ideku barusan?" tanya Kafa saat melihat Salma hanya terdiam tanpa membalas ucapannya.


"Eh, tidak, aku setuju kok, ide Mas Kafa bagus," jawab Salma yang kini menampakkan wajah sumringah.


"Sekarang pilih dulu mana yang kamu inginkan!" Kafa kembali menunjukkan foto gaun yang terlihat sangat indah, tapi kali ini fotonya tidak ada harga di bawahnya.


Salma kembali mengambil alih ponsel yang tadi di berikan pada Kafa dan kini kembali di berikan pada Salma.

__ADS_1


"Menurut Mas Kafa gaun ini bagaimana? bagus atau tidak?" tanya Salma sambil menunjukkan foto satu gaun indah berwarna putih ke arah Kafa.


"Pilihan yang bagus," jawab Kafa mengambil alih ponsel yang tadi di pegang oleh Salma kemudian berdiri hendak pergi keluar dari kamar.


"Mas Kafa mau ke mana?" tanya Salma yang merasa aneh dengan sikap Kafa yang langsung pergi setelah melihat gaun pilihan Salma.


"Aku mau memesankan gaun dan memberitahukan dekor pilihanmu." Jawab Kafa yang langsung berpaling meninggalkan Salma tanpa menoleh ke arahnya lagi.


Salma langsung terdiam setelah mendengar jawaban Kafa, sedang Tari masih saja asyik menikmati musik yang ada di Mp3 yang tadi di beri oleh Kafa.


"Astaga, Tari, dia masih saja menikmati lagu, apa dia tidak tahu kalau Mas Kafa sudah keluar," lirih Salma sambil menatap lekat Tafi yang masih menikmati musik dengan earphone di telinganya.


"Tari!" panggil Salma, tapi yang di panggil masih saja asyik sendiri tak memperdulikan panggilan Salma.

__ADS_1


"Tari!!" Salma mulai menaikkan satu oktaf suaranya agar Tari mendengar panggilannya.


__ADS_2