
Cukup lama Salma terdiam hingga akhirnya dia memutuskan untuk langsung memberikan seporsi mie goreng spesial yang baru saja di masaknya bersama Ummi.
Tok ... tok ... tok ....
Perlahan Salma mengetuk pintu berharap mendapat sahutan dari dalam kamar, tapi suasana masih saja sepi, tak ada yang menyahut dari dalam kamar.
"Mas Kafa!" panggil Salma yang sudah mulai lelah menunggu sahutan dari dalam kamar tapi apa yang di tunggu tak kunjung di dengar.
Tok ... tok ... tok ....
Salma kembali mengetuk pintu karena Kafa tak kunjung menyahut, "Mas Kafa!!" suara Salma naik satu oktaf dari sebelumnya.
"Masuk!" akhirnya suara Kafa yang sejak tadi do tunggu-tunggu akhirnya terdengar juga.
Tanpa menunggu lama lagi Salma langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kamar Kafa dengan satu piring penuh mie goreng di tangannya.
"Di dapur hanya ada bahan ini, jadi aku masakin mie goreng spesial semoga Mas Kafa suka san TIDAK Alergi," ujar Salma sambil menekankan dua kata terakhir yang keluar dari bibirnya.
Kafa yang ternyata baru bangun dari mimpi indahnya, kini mulai berganti posisi yang tadinya tidur terlentang kini duduk bersandar di kepala ranjang seraya memberi isyarat agar Salma memberikan mie goreng yang dia bawa.
Kafa memakan mie goreng buatan Salma dengan lahapnya, hingga tandas tak tersisa sedikitpun. Salma hanya bisa tersenyum lucu melihat sikap Kafa saat ini, dia terlihat seperti seorang bocah yang sejak pagi belum makan, padahal Kafa baru saja makan nasi goreng meskipun pada akhirnya dia harus terkena alergi karenanya.
"Bagaimana rasanya? enak bukan?" tanya Salma saat melihat Kafa begitu menikmati mie goreng yang di buatnya.
"Lumayan," jawab Kafa dengan ekspresi datar yang terlihat di wajahnya.
"Bawa dan cuci piring ini, setelah itu kamu boleh kembali ke asrama!" titah Kafa seraya mengulurkan piring yang sudah kosong melompong tak tersisa sedikitpun.
__ADS_1
"Baiklah, permisi." Pamit Salma melenggang pergi meninggalkan Kafa yang masih duduk santai sambil bersandar si kepala ranjang.
'Huft, akhirnya selesai juga, belum jadi istri udah seperti ini susahnya, bagaimana nanti kalau sudah jadi istri?' batin Salma.
Saat ini Salma sedang berdiri tegak di depan pintu kamar Kafa dengan fikiran yang melayang jauh ke masa depan yang belum terjadi, bayangan Kafa yang akan terus menyiksanya dengan perintah-perintah dan ucapan yang cukup menyakitkan hati kini mulai menari indah di fikiran Salma. Dia terus saja fokus menikmati fikiran yang entah sudah berada di mana.
"Salma!" panggil Ummi saat melihat Salma berdiri dengan tatapan kosong bersandar pada pintu kamar Kafa yang masih tertutup rapat.
"Salma!!" Ummi kembali memanggil Salma yang hanya terdiam tanpa bahasa.
"Eh, i~iya Ummi, ada apa?" sahut Salma gelagapan, pasalnya saat ini Salma sedang asyik melamun dengan fikiran yang melayang jauh ke atas awan.
"Kamu ngapain di situ?" tanya Ummi.
"Eh, ini Ummi, aku baru saja mengantar mie goreng untuk Mas Kafa Ummi." Jawab Salma jujur.
"Oh, aku. Baru saja Ummi," jawab Salma.
Ummi hanya tersenyum kemudian berlalu meninggalkan Salma menuju kamarmya.
'Untunglah, Ummi tidak tanya apa-apa lagi, lagian kenapa aku bisa ngelamun di sini sih,' batin Salma.
Setelah kepergian Ummi Salma juga ikut pergi mencuci piring kemudian melangkah menuju asrama untuk mengikuti kegiatan yang ada di pesantren.
Hari terus berlalu, sudah lebih dari empat hari setelah kejadian Kafa yang sakit karena alergi yang di deritanya.
"Kafa, sekarang bagaimana? apa kamu setuju jika pernikahanmu di majukan?" tanya Abah.
__ADS_1
"Aku ingin bertunangan dulu Abah," jawab kafa masih kekeh pada pendiriannya.
Kafa memang sudah mau di jodohkan dengan Salma tapi Kafa meminta syarat untuk bertunangan terlebih dahulu, Kafa beralasan jika dia butuh waktu untuk mengenal Salma lebih jauh sebelum menikah dengannya, padahal selama seminggu ini Kafa sudah banyak menguji kesabaran Salma.
"Apa seminggu ini tidak cukup bagimu untuk membuktikan jika Salma memang layak menjadi menantu Ummi sekaligus istrimu?" kini giliran Ummi yang bertanya.
"Salma memang cukup sabar Ummi dan dia memang istri juga menantu yang ideal, tapi Kafa masih belum siap untuk langsung menikah, biarkan Kafa memantapkan hati terlebih dahulu, setidaknya beri Kafa waktu dua bulan untuk menikah, jadi semua sesuai rencana awal bulan ini Kafa bertunangan dengan Salma dan satu bulan kemudian Kafa akan menikah dengannya," jelas Kafa dengan ekspresi tegas tak terbantahkan.
"Baiklah, jika itu keinginananmu, Abah hanya bisa mengikuti tanpa bisa memaksa, karena sejatinya pernikahan ini kamu sendiri yang akan menjalaninya, tapi satu hal yang Abah harap dari kamu Kafa, tepati janjimu! jangan sampai kau ingkar, kamu akan menikah dengan Salma satu bulan setelah acara pertunangan." Abah yang mengerti dengan sifat sang anak tak lagi mau memaksa, dengan Kafa menerima rencana perjodohan sudah cukup baginya.
"Abah," rengek Ummi yang justru terlihat tidak setuju dengan apa keputusan yang di buat oleh Abah.
"Sudahlah Ummi, kita tidak boleh terlalu memaksakan kehendak kita, biarkan Kafa memilih apa yang menurutnya baik," sahut Abah yang tak ingin lagi mendengar Ummi merengek ataupun memaksa Kafa.
"Ummi, tolong beri Kafa sedikit waktu lebih lama, menikah bukan soal yang mudah, pernikahan itu ikatan suci yang Kafa harap hanya terjafi sekali seumur hidup, jadi biarkan Kafa lebih memantapkan hati," pinta Kafa dengan ekspresi wajah memelas yang di tampakkan ke arah Ummi.
"Baiklah, Ummi mengalah, tapi ingat satu hal Kafa! jika kamu sudah menikah dengan Salma, jangan pernah kamu sakiti dia! buat dia bahagia! sudah cukup dia menderita dengan masa lalu yang banyak mengujinya," Ummi mengibgatkan Kafa agar dia bisa membahagiakan Salma.
"Kafa mengerti Ummi," jawab Kafa.
"Besok kita akan pergi ke butik untuk memilih baju pengantin dan baju yang akan kamu dan Salma gunakan saat acara pertunangan nanti." Ujar Ummi.
"Baik, Ummi," jawab Kafa, dia tak lagi bisa menolak ataupun bernegoisasi dengan Ummi karena saat ini dia sudah mengajukan permintaan yang awalnya di tolak oleh Ummi tapi pada akhirnya Ummi setuju karena Abah.
"Ummi, mau ke mana?" tanya Abah saat melihat Ummi berdiri hendak pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Ummi mau menemui Salma dan memberitahukan dia tentang acara besok." Sahut Ummi.
__ADS_1
Awalnya memang sudah di setujui jika Kafa akam bertunangan satu bulan kedepan, tapi Ummi yang melihat kedekatan Salma dan kafa memutuskan untuk langsung menikahkan keduanya dan membatalkan acara pertunangan yang menurutnya hanya mengulur waktu saja, tapi kafa tetaplah Kafa yang teguh pada pendiriannya, dia tetap.meminta bertunangan terlebih dulu sebelum akhirnya menikah hingga Ummi kembali setuju dengan keinginannya itu.