Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Masukan Dari Ghozi


__ADS_3

"Lain kali jangan langsung di ketawain gitu Tari! sebel tau gak sih," seru Salma.


"Iya, iya, aku minta maaf," ujar Tari.


Salma hanya diam, dia bingung harus bagaimana? haruskah dia diam di kamar atau kembali ke dapur menemui Ummi seperti apa yang di perintahkan oleh Ummi.


"Sudah, jangan di fikirkan! orang salah mfaham itu sudah biasa, kamu tinggal minta maaf saja sama orangnya sudah beres Salma, lagian Ummi dan Abah kan baik, aku yakin puteranya juga baik meski ada banyak yang bilang kalau Kafa berbeda, tapi aku yakin dia masih memiliki sisi yang baik seperti orang tuanya." Ujar Tari mencoba memberi masukan pada Salma.


Salma terdiam mendengar ucapan Tari, perlahan dia menarik nafas dan menghembuskannya pelan mencoba menenangkan fikiran dan mencari jawaban dalam hatinya, apa yang harus dia lakukan setelah ini.


"Di bilang jangan terlalu di fikirkan! kamu masih aja mikirin, capek juga ngomong sama kamu," seru Tari berdiri hendak pergi meninggalkan Salma yang terlihat masih diam di tempat tanpa bergerak.


"Kamu bener Tari, aku terlalu memikirkannya, lebih baik aku berlagak tak terjadi apapun dari pada harus terus memikirkannya," lirih Salma yang masih bisa di dengar oleh Tari.


"Tunggu apa lagi?" ujar Tari yang langsung menghentikan langkahnya menoleh ke arah Salma.


"Maksud kamu apa Tari?" bukannya menjawab pertanyaan Tari yang telah di ajukan Salma malah balik bertanya.


"Kamu mau nunggu apa lagi di situ? cepat pergi temui Ummi! jangan malah bengong di sini!" Tari sedikit jengkel mendengar pertanyaan yang di ajukan oleh Salma dan langsung menjawab sekaligus menyuruh Salma untuk segera menemui Ummi kembali, karena Tari tahu jika saat ini Salma tengah menghindar.

__ADS_1


Tanpa banyak berkomentar dan menjawab ucapan Tari, Salma langsung berjalan menuju rumah Ummi untuk menemuinya. Sedang Tari hanya menggelengkan kepala sambil melangkah mendekat ke arah kardus tempat penyimpanan makanan yang ada di kamarnya.


"Assalamualaikum," ucap Salma sambil celingukan mencari keberadaan Ummi yang dia cari.


Tidak ada yang menyahuti salam Tari, suasana di dalam ruang tamu terlihat begitu sepi tak berpenghuni, Salma yang baru saja datang pun bingung dengan keadaan yang terjadi mengingat tadi saat dia pergi masih ada Ummi dan Kafa yang ada di ruang makan.


"Kenapa jadi sepi, bukankah tadi masih ada Ummi dan puteranya di ruang makan, harusnya mereka mendengarku atau paling tidak aku yang mendengar suara mereka." Lirih Salma yang kini justru terdiam mematung dengan tatapan kosong.


"Khem," suara seorang laki-laki mengejutkan Salma yanh sedang terdiam.


"Eh, maaf," spontan Salma tanpa menoleh ke arah sang empu, Salma malah menundukkan kepala mencoba meminta maaf pada oranh yang berdehem mengejutkannya.


"Untuk apa meminta maaf, Salma?" suara lembut yang sangat di kenal oleh Salma membuat dia sadar siapa yang menegurnya.


"Kamu fikir aku siapa?" sahut Ghozi dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Aku kira kamu orang lain," ujar Salma dengan ekspresi wajah penuh kelegaan.


"Apa kamu mengira aku Kafa?" tebak Ghozi yang terlihat begitu menawan dengan senyum yang tak pernah luntur.

__ADS_1


"Hmm, begitulah," jawab Salma.


"Ghozi mungkin masih di kamar menata barang bawaannya sambil mendengarkan suara kerinduan dari bibir manis Ummi," ucap Ghozi yang sukses membuat Salma bingung, dia mengerutkan dahi menatap lekat ke arah Ghozi menandakan jika saat ini dia sedang bingung.


"Sudah jangan tunjukkan wajah bingung dan tatapan seperti itu padaku! jika ada yang ingin kau tanyakan, langsung tanya saja dari pada berekspresi tak jelas seperti itu di hadapanku," Ghozi yang merasa sedikit salah tingkah dengan tatapan Salma langsung menyuruhnya untuk menanyakan apa yang membuat dia bingung seperto sekarang.


-


-


-


-


-


-


Kakak2 pembaca yang baik san terkasih, maaf ya author updatenya sedikit bgt soalnya author lagi gk enak badan, maklum lagi hamil tua jadi rada2 rewel di tambah cuaca yang tak baik membuat kesehatan author sering terganggu.

__ADS_1


Tapi author akan usahain untk update 2 bab sehari setelah kondisi author membaik. Mohon dukung terus author biar bisa update lebih banyak dan punya semangat lebih untuk terus menulis.


Salam lope lope sekebon buat kakak2 pembacaku tersayangπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—πŸ€”πŸ€”


__ADS_2