Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Narsis


__ADS_3

"Hey, Sayang." Tegur Kafa yang merasa jika saat ini Salma tengah melamun menatap lekat ke arahnya.


"Eh, iy~iya Mas," sahut Salma yang langsung sadar setelah mendapat cubitan manja dari sang suami.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Kafa yang merasa aneh dengan sikap Salma yang langsung melamun sbil menatap lekat ke arahnya.


"Apa aku sedang mimpi Mas?" tanya Salma yang terus saja menatap lekat ke arah Kafa tanpa ada niat untuk mehgaluhkan pandahgannya.


Kafa tersenyum kemudiam mengambil inisiatif untuk menepuk pundak Salma yang terlihat masih saja melamun sambil menatapnya.


"Au, issh sakit Mas," keluh Salma saat merasa tepukan tangan Kafa vegitu terasa di pundaknya.


"Apa sekarang kamu masih berfikir jika saat ini kamu sedang bermimpi?" tahya Kafa sambil tersenyum ke arah Salma yang kini mengusap pelan pundaknya yabg terasa cukup sakit setelah di tepum oleh Kafa.


"Tentu saja tidak, pundakku terasa sangat sakit, dan aku tidak bermimpi saat ini," jawab Salma dengan bibur yang mulai maju satu senti karena keaal dengan aoa yang di lakukan oleh Kafa.


"Apa aku menepuknya terlalu keras Sayang,?" tanya Kafa sambil mengusap lembut pundak Salma.


"Tidak terlalu, hanya saja tangan Mas Kafa yang jeras cukup membuat pundakku sakit dan aku bisa langsung sadar jika saat ini aku tidak sedang bermimpi," ujar Salma.


"Maaf ya, Sayang," ucal Kafa enteng tanpa beban.


Sekali lagi Salma meraaakan perubahan yang sangat terlihat dari sikal Kafa, dia yahg biasanya angkuh kini terlihat begitu manis seperti boneka berbie, ingi rasanya Salma mencubit kedua pipi milik sang suami.


"Ihh, gemes aku Mas," apa yang di bayangkan oleh Salma kini menjadi nyata, dia yang membayangkan betapa gemasnya dirinya pada Kafa kini mencubit pelan kedua pipi sang suami.


"Kenapa kok gemes sama Mas? apa kamu mulai tergila-gila dengan pesonku?" sahut Kafa yang kali ini mlah terlihat narsis.


"Ishhh, Mas Kafa mulai narsis," ujar Salma sambil berjalan menuju meja makan yang tergabung jadi satu dengan dapur.


"Narsis sama istri sendiri tidak ada yang melarang," sahut Kafa berjalan menuju tempat masak kembali meneruskan apa yang tadi sempat di kerjakan oleh Kafa tapi langsung di tinggal saat dia melihat ada Salma di sana.


"Maaf ya Mas, gara-gara aku kesiangan, Mas Kafa harus memakai celemek itu dan bergulat di dapur," ucap Salma sambil menundukkan kepala merasa bersalah karena dirinya bangun terlalu siang.

__ADS_1


Kafa memang pernah memasak untuk Salma tapi entah mengapa saat ini Kafa terlihat jauh berbeda dari biasanya, Kafa terlihat jauh lebih manis dan romantis.


"Tidak apa-apa, Sayang, lagi pula aku juga ingin masak dan kamu kesiangan juga gara-gara ulahku semalam," jawab Kafa yang menyadari jika Salma bisa kesiangan juga gara-gara dirinya yang meminta jatah lebih banyak dan panjang dari biasanya.


"Ishhh, kenapa jadi bahas kejadian semalam sih," keluh Salma yang masih merasa malu dan tidak ingin membahas apa yang telah terjadi semalam.


"Memangnya kenapa tidak mau bahas apa yang telah terjadi semalam Sayang?" tanya Kafa yang justru merasa senang bercampur bangga karena telah membuat Salma mabuk kepayang, bayangkan saja, Kafa berhasil membuat Salma yang diam dan malu-maly berubah menjadi agresif dan penuh inisiatif yang membuat malam keduanya menjadi jauh lebih indah dari malam-malam sebelumnya.


"Sudahlah Mas, jangan di bahas lagi! aku malu untuk membahasnya," jawab Salma sambil menundukkan wajah menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Untuk apa malu? aku ini suamimu, wajar saja jika hal semalam terjadi, aku malah senang dan sangat bangga bisa membuatmu mengeluarkan lagu indah semalam, sungguh semalam kamu terlihat jauh lebih se**y dan menggoda juga menggairahkan Sayang," Kafa semakin memperjelas apa yang telah terjadi semalam, dan hal itu semakin membuat Salma malu dan mati kutu karenanya


"Ngomong-ngomong Mas lagi masak apa?" tanya Salma yang berusaha mengalihkan pembicaraannya.


"Aku lagi buat nasi goreng penuh cinta di pagi hari untuk istriku tercinta," jawab Kafa dengan senyum bahagia yang tak pernah luntur dari wajahnya.


"Aku baru denger ada nasi goreng penuh cinta," ujar Salma dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


"Mas Kafa ada-ada saja," sahut Salma sambil menggelengkan kepala.


"Ayo makan!" Ajak Kafa setelah menghidangkan dua porsi nasi goreng ke hadapan Salma.


"Aku cuci muka dulu Sayang." Sahut Salma yang cukup membuat Kafa terkejut karenanya, ini pertama kalinya Salma memanggil dirinya dengan sebutan Sayang.


"Kamu bilang apa tadi?" tanya Kafa yang langsung mendekat ke arah Salma dan tanpa di duga Kafa langsung memeluk Salma dari belakang mencegah langkahnya.


"Tidak ada, aku tidak bilang apa-apa," ujar Salma yang kini terdiam mematung karena Kafa memeluknya dengan cukup erat.


"Coba katakan sekali lagi!" pinta Kafa.


"Tidak ada siaran ulang," sahut Salma yang tak ingin mengulangi kata-katanya .


"Kamu mau mengatakannya lagi atau aku tetap memelukku seperto ini," ancam Kafa.

__ADS_1


"Atau jangan-jangan kamu malah suka aku peluk sepeti ini?" sambung Kafa yang terlihat masih memeluk erat Salma dari belakang.


"Ish, Mas Kaga selalu saja pemaksa," ujar Salma dengan nada yang terdengar lembut menggoda.


""Kamu mau mengatakannya atau aku yang akan memaksamu mengatakan sebutan tadi?" tawar Kafa yang masih bersih keras mempertahankan posisinya memeluk Salma dari belakang.


"Ishh, Mas Kafa maksa amat," ujar Salma.


"Sudah, Katakan saja! dari pada kamu terus-terusan aku peluk kayak gini," Lag masih kekeh mempertahankan posisinya.


"Baiklah, terima kasih suamiku Sayang," Salma memperlakukan panggilannya.


"Sama-sama istriku tercinta," sahut Kafa yang kini mulai melepas pelukannya.


Salma menggelengkan kepala heran melihat sikap Kafa yang semakin aneh saja, hanya karena sebuah sebutan Salma harus mengalah pada Kafa yang pemaksa.


"Jangan lama-lama ke kamar mandinya Sayang!" pesan Kafa saat melihat Salma mulai berjalan pelan masuk ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.


"Siap, Sayang," sahut Salma yang semakin membuat Kafa merasa sangat senang, pagi ini terasa begitu lengkap, setelah semalam Kafa mendapatkan servis yang menurutnya jauh lebih baik dari sebelumnya, kini Kafa di buat semakin bahagia karena Salma memanggilnya dengan sebutan Sayang tanpa di minta.


"Pagi yang indah, seandainya pagi seperti ini terus aku rasakan," gumam Kafa seraya menggantungkan celmek yang sejak tadi menempel di badannya.


"Loh, Mas Kafa tidak makan?" tanya Salma saat melihat Kafa masih terdiam mematung di tempatnya tanpa menyentuh nasi goreng yang tadi dia buat.


"Aku buat nasi goreng ini dua porsi untukmu dan untukku, bagaimana aku bisa memakannya jika kamu belum datang untuk makan," jawaban sederhana tapi masih terdengar sangat manis di telinga Salma.


"Kenapa pagi ini aku merasa Mas Kafa semakin manis ya?" lirih Salma yang masih bisa di dengar oleh Kafa.


"Aku memang selalu terlihat manis, apa lagi jika berada di dekatku Sayang," sahut Kafa dengan pe de nya dia mengakui kemanisan yang di katakan oleh Salma.


"Narsis," celetuk Salma.


"Biarin, meski narsis seperti ini, kamu suka bukan?" sahut Kafa yang tidak mau kalah dengan apa yang di katakan oleh Salma.

__ADS_1


__ADS_2