Cahaya Cinta Salma

Cahaya Cinta Salma
Keselamatanmu adalah Prioritasku


__ADS_3

"Atau kamu mulai mencintaiku?" Kafa kembali melontarkan pertanyaan, padahal Salma belum menjawab pertanyaan yang tadi dia tanyakan.


"Katakan Salma!" Kafa sedikit memaksa Salma untuk menjawab pertanyaannya.


"Bagaimana jika Mas Kafa ada di posisiku? apa yang Mas Kafa rasakan?" bukannya menjawab Salma malah balik bertanya.


"Aku pasti akan marah padamu, sama seperti apa yang kamu lakukan saat ini," jawab Kafa tegas, dia sudah bertekad menceritakan semuanya pada Salma saat ini dan Kafa tak mau lagi menutupi apapun yang terjadi, Salma sudah sah menjadi istrinya dan dia juga berhak tahu apa yang terjadi dengannya dan masalah apa yang sedang dia hadapi, Salma harus tahu.


"Dan jika kamu berada di posisiku, apa yang akan kamu lakukan?" Jafa membalikkan pertanyaan, dia ingin tahu jawaban Salma.


"Aku akan pergi menemuimu dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," jawab Salma penuh keyakinan.


"Aku sedang melakukannya Salma, aku datang ke sini ingin menjelaskan semuanya padamu, apa kamu mau mendengarkan penjelasanku dan apa kamu mau mengerti dengan apa yang aku alami?" Kafa memanfaatkan jawaban Salma untuk menjelaskan segalanya.


Mendengar apa yang di katakan Kafa membuat Salma terdiam, hati dan logikanya sedang berfikir keras, dia sedang berperang melawan segala hal yang bisa membuat dirinya merasa lega.


"Baiklah, katakan semuanya! aku akan dengarkan dan aku akan coba mengerti dengan apa yang kamu alami," Salma sadar jika hidup berumah tangga tidaklah mudah, selisih faham dan masalah pasti akan datang untuk menguji dan memperkuat sebuah hubungan rumah tangga itu, bagaimanapun keadaannya dan sebesar apapun masalahnya, Salma harus tetap menyingkirkan egonya demi keutuhan rumah tangga yang baru saja dia bangun.


"Dengarkan baik-baik apa yang akan aku jelaskan dan tanyakan apapun yang ingin kamu tanyakan karena aku pasti akan menja2abnya dengan penuh kejujuran," pesan Kafa sebelum memulai penjelasannya.

__ADS_1


"Katakan saja! aku pasti akan dengar," sahut Salma yang cukup membuat Kafa lega, akhirnya dia memiliki kesempatan untuk mengatakan semuanya pada Salma sebelum terlambat.


Ting ....


"Mas Kafa, aku tunggu kalian di mobil. Kalau sudah selesai kabari aku!"


Satu pesan teks di terima oleh Kafa, satu pesan dari seseorang yang sudah berjasa membantunya menjelaskan segalanya pada Salma, Kafa hanya membalas pesan Ghozi dengan satu jempol yang di kirim lewat pesan teks pada Ghozi sebagai balasan.


"Aku minta maaf sebelumnya, maafkan aku jika apa yang aku lakukan menyakitimu dan maafkan aku karena tidak menjelaskan lebih dulu padamu, semuanya terjadi tanpa bisa aku kendalikan, gadis yang tadi itu mantan kekasihku, namanya Intan, aku datang ke kota ini lagi karena telah mendapat ancaman darinya," Kafa sejenak menghentikan penjelasannya dia sejenak bernafas menyiapkan kata-kata yang pas untuk dia katakan pada Salma, Laga tidak ingin sedikitpun menyakiti Salma, baginya saat ini Salma adalah istrinya umyang harus dia lindungi dan jaga perasaannya.


"Jelaskan sejelas-jelasnya! ancaman apa dan kenapa dia mengancam Mas Kafa?" Salma semakin penasaran dengan cerita yang dia dengar dari Kafa.


"Dan gadis itu adalah Intan," sahut Salma, Kafa hanya mengangguk pasrah mendengar ucapan Salma yang memang benar adanya.


"Awalnya aku menerima cinta Intan agar aku bisa melupakan dia lebih cepat dan mulai memupuk lakukan yang baru, aku punya keyakinan tinggi jika aku bisa merubah Intan yang jauh dari agama menjadi gadis yang taat pada agamanya, tapi apa yang aku yakini tidak menjadi kenyataan, Intan tak bisa ku rubah, saat aku sudah menyerah dengan Intan, kamu datang dengan sejuta kebaikan yang terpancar dari dalam dirimu, sejak aku memutuskan menerima perjodohan kita, sejak saat itulah aku memutuskan hubungan dengan Intan, tapi Intan tidak bisa menerima keputusanku itu, Intan tetap menganggapku kekasih sampai suatu hari dia mengancam akan menyerbu pesantren yang sudah puluhan tahun di jaga oleh Ummi dan Abah, karena itulah aku datang ke sini untuk menyelesaikan semuanya," Kafa kembali menjelaskan apa yang sebenarnya Terjadi.


"Menyerbu bagaimana maksudnya? kenapa aku tidak mengerti?" Salma yang belum mengerti dengan penjelasan Kafa kembali bertanya.


"Intan punya sepupu, dia ketua geng motor yang aku ikuti selama ini, meskipun aku tahu jika anggota geng motor tidak sebanyak santri yang ada di pesantren tapi keselamatan dan ketentraman mereka selama mencari ilmu juga termasuk tanggubg jawabku, karena itulah aku memutuskan menghadapinya sendiri, ini masalahku dan aku tidak ingin orang lain terkena imbasnya, termasuk dirimu Salma," jujur Kafa yang kembali membuat Salma terkejut.

__ADS_1


"Aku bagaimana maksudmu? kenapa aku juga ikut?" tanya Salma.


"Keselamatanmu adalah prioritasku, aku ingin kamu tetap aman berada di sampingku selama aku mencari jalan menyelesaikan masalah yang sebenarnya aku sendiri penyebabnya," Kafa kembali menjelaskan dengan senyum dan kesabaran ekstra pada Salma yang tidak kunjung mengerti dengan apa yang sudah di jelaskan oleh Kafa.


Salma hanya bisa diam merenungi setiap hal yang telah kafa jelaskan, bagaimanapun juga penjelasan Kafa memang sangat baik, tapi Salma masih saja bingung.


"Apa Aku salah?" tanya Salma yang kini sadar dengan apa yang sebenarnya terjadi.


"Maaf aku sudah merepotkan kali ini, aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena itulah aku memilih pergi," lirih Salma yang kini langsung menunduk menandakan jika dirinya menyesal karena langsung pergi tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Ada kalanya kamu harus bertanya atau malah menjelaskan pada seseorang yang kamu cintai, meski pada akhirnya kamu akan terluka," ucap Kafa yang di angguki oleh Salma.


"Apa itu artinya aku sudah di maafkan?" sambung Kafa mencari kesempatan dalam kesempitan berharap Salma kembali bersikap seperti kemarin.


"Hatiku masih merasa sakit, tapi jauh lebih baik dari tadi, aku akan usahakan agar bisa melupakan rasa sakit ini," lirih Ghozi yang masih bisa di dengar olehnya.


"Aku mencintaimu Salma, maka tetaplah bertahan di sisiku!" pengakuan Kafa cukup membuat siapapun tercengang karenanya terutama Salma, dia yang sejak tadi hanyadiam kini langsung mendongak dan menatap lekat ke arah Kafa, sungguh Salma terlihat heran mendengar pengakuan Kafa yang entah benar atau tidak.


"Apa maksudmu Mas Kafa?" Salma terus saja bertanya dengan nada tidak peecaya yang terdengar jelas di telinga.

__ADS_1


"Kamu sudah cukup dewasa untuk mengerti maksud dari ucapanku tadi, jadi kenapa kamu masih bertanya?" bukannya menjawab Kafa malah mengeluarkan pertanyaan untuk Salma.


__ADS_2