
Siang terus berlalu, waktu ujian kini telah habis, Tari yang sebenarnya bisa pergi ke manapun dia mau atau melakukan apa yang ingin dia lakukan kini malah terkurung di teras kantor madrasah, kebetulan kantor madrasah di pesantren itu memang memiliki konsep lesehan, di mana tak ada bangku di dalam kantor, umyang ada hanya satu karpet hijau di lapisi permadani tebal untuk duduk para guru dan tamu, sungguh terlihat merakyat dan sederhana.
"Mas, apa kertas ujiannya masih banyak?" tanya Salma saat melihat setumpuk kertas lembar ujian sudah selesai di koreksi.
"Masih, duduk yang tenang di sini! kamu akan butuh banyak waktu untuk menyelesaikannya bersamaku," jawab Ghozi enteng tanpa beban.
Salma hanya bisa menghembuskan nafas kasar setelah mendengar jawaban Ghozi yang terdengar tegas tak terbantahkan, cukup lama Salma meneliti setiap jawaban yang di berikan oleh sang murid, hingga suara renyah Sasa mengalihkan konsentrasi Salma dan Ghozi yang sejak tadi fokus menatap lembaran kertas di hadapannya.
"Mbak Tari!!" panggil Sasa dengan penuh semangat dan keceriaan dia memanggil Tari yang sudah dia anggap seperti Ibunya sendiri.
__ADS_1
"Rasa," lirih Tari menoleh ke arah Sasa yang berlari mendekat ke arahnya.
"Ayo ikut aku Mbak!" ajak Sasa seraya menggenggam erat jemari Salma yang kini berada di atas tumpukan kertas dengan bolpen yang sudah tergeletak di sampingnya.
"Sasa mau ajak Mbak Tari ke mana?" tanya Tari seraya mengerutkan dahi bingung melihat Sasa yang tiba-tiba datang tanpa di perintah.
"Apa Sasa sudah bilang sama Ummi?" Tari yang mendengar keinginan Sasa mencoba bertanya.
"Belum, karena itu Sasa ingin izin bareng Mbak Tari, ayo Mbak!" Sasa terlihat begitu ngotot ingin pergi bersama Tari, sedang Ghozi menatap penuh rasa tidak suka melihat Sasa yang merengek, bukan maksud Ghozi membenci Sasa yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa, Ghozi hanya merasa jika Sasa akan menjadi hambatan dan saingan untuk dia.
__ADS_1
"Mbak Tari sedang sibuk dan banyak pekerjaan Sasa, kamu tidak bisa memaksakan kehendaknya seperti itu," bukan Tari yang berkata, suara itu timbul dari bibir Ghozi yang terdengar begitu tegas tapi terasa sinis.
"Mas Ghozi tidak boleh melarang Mbak Tari untuk ikut bersamaku! hari ini adalah hari ulang tahunku, apa aku tidak boleh mendapatkan apa yang aku inginkan, ayo Mbak! setidaknya untuk hari ini saja," pinta Sasa dengan wajah memelas dia terus meminta pada Tari agar dirinya mau menuruti keinginannya.
"Ghozi, aku tinggal sebentar tidak apa-apa bukan? aku akan menemani Sasa izin ke Ummi dan menemaninya sebentar." Pamit Tari yang sebenarnya tak enak hati jika harus meninggalkan Ghozi dengan setumpuk lembar kerja yang sebenarnya masih belum selesai itu.
"Pergilah! tapi ingat! setelah selesai kamu harus kembali ke sini! aku tidak mungkin menyelesaikan semua ini sendiri." Pesan Ghozi sebelum Tari pergi meninggalkan dirinya dengan sejuta rasa cemas yabg bersarang dalam benaknya.
"Siap, Ghozi, aku akan kembali sebelum kamu menyelesaikan ini semua," jawab Tari, yang akan melakukan keduanya kali inia.
__ADS_1